MENAKAR GEROBAK PEMBANGUNAN SEWINDU NIKSON NABABAN MEMIMPIN TAPANULI UTARA

0
142
Foto : Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan

Diawali 16 April 2014, Drs. Nikson Nababan  dilantik menjadi Bupati Tapanuli Utara (Taput) memimpin 5 tahun kedepan 2014-2019. Yang kemudian kepemimpinan itu berlanjut di periode ke II (Dua) yakni tahun 2019-2024.

Dalam dua periode kepemimpinan Drs.Nikson Nababan, isi gerobak  pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara diarahkan pada perwujudan 3 konsep visi yaitu :

  1. Menjadikan Tapanuli Utara sebagai Lumbung Pangan
  2. Lumbung Sumberdaya Manusia Yang berkualitas 
  3. Menjadikan Kabupaten Tapanuli Utara daerah tujuan Wisata.

Dengan visi yang sudah terpatri, sejumlah langkah langkah misi sudah disiapkan secara matang oleh Drs. Nikson Nababan dibantu oleh jajaran Instansinya.

Di tahun kedua tepatnya tahun 2015 pemerintahan Drs Nikson Nababan  mendapat  peningkatan secara signifikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari pemerintah pusat. Rp.843  miliyard Bupati sebelumnya menjadi 1,1 triliun di masa Nikson Nababan.

Menjadikan Konsep pembangunan disetiap sektor lini Kabupaten Tapanuli Utara, ibarat anak panah siap dilepas dari busur. Baik pembangunan Infrastruktur sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, Pariwisata juga peningkatan potensi Sumber Daya Alam dan Manusia.

Sebagai langkah konkrit dalam mengimplementasikan langkah mewujudkan visi, Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Utara yang di Komandoi Drs. Nikson Nababan lebih  memprioritaskan pembangunan serta pembenahan Infrastruktur jalan dan jembatan yang menyeluruh di Kabupaten Tapanuli Utara
Langkah tersebut dianggap semacam mobilisasi penghubung dari rangkaian program kinerja, kebijakan serta keputusan strategis kedepan.

Dalam rangka merealisasikan Kabupaten Tapanuli utara sebagai Lumbung pangan, Lumbung Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan menjadikan Kabupaten Tapanuli Utara sebagai daerah tujuan wisata.

Dengan meningkatkan kualitas infrastruktur Jalan dan Jembatan yang terintegrasi, juga berprinsip pada penataan ruang/wilayah, perlindungan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan hidup. Maka pada awal Pemerintahan Drs. Nikson Nababan akhir tahun 2014, anggaran yang dialokasikan di P-APBD untuk peningkatan jalan dari lapen menjadi standart hormix mencapai Rp 24 Miliyard. Dinas PUTR Kabupaten Tapanuli Utara, program itu berkelanjutan setiap tahun. Dimana dalam delapan tahun kepemimpinan Drs.Nikson Nababan dari tahun 2014–2022 pembangunan jalan hotmix mencapai 384,89 km yang menghubungkan desa dengan kecamatan.


“Benar sejak awal pemerintahan Bapak Nikson Nababan, target beliau yakni peningkatan kualitas jalan dari Lapen ke Hotmix,” ucap Kadis PUTR Dalan Simanjuntak kepada media.
Sedangkan untuk kualitas lapen sampai tahun 2022 ini mencapai 364 km, telford atau perkerasan jalan mencapai 78,612 km dan cor beton atau rabat mencapai 22,397 km.Belum lagi pembukaan jalan oleh alat berat (Exavator) dari PUTR mencapai 828,09 km.

Pada pembenahan bidang jembatan, Pemkab Tapanuli Utara melalui Dinas PUTR secara bertahap membangun jembatan dengan konstruksi jembatan plat beton bertulang, jembatan gantung atau rambing dan jembatan gelagar atau plat baja. Dimana total Jembatan di Kabupaten Tapanuli Utara adalah 111 Unit  yang tersebar diseluruh wilayah.

Dan semenjak tahun 2014-2022  pihak PUTR telah membangun serta merehabilitasi jembatan sebanyak seratus unit untuk 15 Kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara yang pelaksanaannya melalui pihak ketiga ataupun kerjasama dengan TNI.

Kesemua pembukaan, peningkatan dan pembangunan jalan dan jembatan tersebut dimaksudkan untuk memperlancar akses interkoneksi dari Kecamatan dengan Kecamatan, Desa dengan Kecamatan, Desa dengan Desa dan Desa dengan dusun.

Termasuk juga mempermudah pengangkutan orang dan hasil hasil pertanian maupun sumber daya alam lainnya,sehingga akan memperingkas proses  peningkatan kesejahteraan masyarakat Tapanuli Utara.

Sejalan dengan Pembangunan infrastruktur, maka demi mempercepat pembangunan serta pertumbuhan ekonomi untuk menjadikan Kabupaten Tapanuli Utara sebagai Lumbung pangan. Sejumlah agenda kinerja di sektor pertanian dikeluarkan Drs.Nikson Nababan dari gerobak Pembangunannya.

Program penyaluran bantuan “Pupuk bersubsidi bayar pasca panen” bagi petani,menjadi salah satu dari sejumlah agenda dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat Tapanuli Utara yang mayoritas hidup dari bertani.
Walau sempat mendapat keraguan dari legistatif, karena kekawatiran pembayaran pupuk dari petani tidak berjalan mulus. Akan tetapi program itu tetap terlaksana, dimana penyaluran pupuk bersubsidi harus melalui Perusahaan Daerah (Perusda) Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara yang disalurkan melalui kelompok tani

“Kita jangan mencurigai dan menghakimi rakyat, mari kita beri kepercayaan. Karena petani sangat membutuhkan pupuk, dan pastinya mereka tidak akan menjualnya. Dan jika petani yang mendapat bantuan pupuk bersubsidi itu tidak membayar, diperiode berikutnya tidak usah diberi lagi. Itulah sanksinya “ujar Bupati Tapanuli Utara Kala itu kepada media.

Seirama dengan program bantuan pupuk bersudsidi bayar paska panen dari Perusda Pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara pun meracik langkah untuk mewujudkan visi menjadikan Kab.Tapanuli Utara sebagai lumbung pangan. 

Dengan memanfaatkan lahan tidur seluas 40.000 hektar di Kabupaten Tapanuli Utara, maka Dinas Pertanian melahirkan program mencetak sawah 1(satu) hektar di setiap desa akan membuat ketersediaan padi dan gabah melimpah

Ketika itu Nikson Nababan menganalogikan, apabila satu desa tercetak satu Ha sawah maka di Kabupaten ini akan tercetak 241 Ha sawah. Dengan estimasi 1 Ha sawah menghasilkan 8 ton padi,maka 1.928 ton padi akan didapat.

“Tahun berikutnya bertambah menjadi 3-5 hektar.Bila terealisasi Tapanuli Utara akan menjadi penyangga lumbung pangan nasional. Untuk itu berbagai sarana dan prasarana pembangunan irigasi kita programkan, selain bantuan dari pusat seperti pembangunan embung juga bendung” jelas Nikson dengan yakin.

Oleh sebab itu Beliau optimis, meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani dapat dilakukan melalui perlindungan petani serta lahan pertanian berkelanjutan. Dan juga pengembangan komoditi serta produk unggulan daerah berbasis pertanian dan sumber daya lokal.

Selain itu, Pemkab Tapanuli Utara juga membuka lahan lahan tidur menjadi lahan produktif untuk lahan pertanian dan kolam ikan. Dari tahun 2014 hingga 2022 lahan lahan tidur digarap secara gratis menjadi lahan lahan produktif seluas 5.585,23 hektar. 

Sedangkan Kolam kolam ikan sampai tahun 2022 dicetak seluas 669 hektar, pemberian bibit ikan di 15 kecamatan sebanyak 2.654.149 bibit. Dan sekitar 3.087.540 benih ikan diberikan kepada masyarakat. Dengan harapan, produksi ikan bisa bertumbuh yang  menambah pemasukan keuangan bagi warga.

Ditambah dengan pemberian bantuan ternak kepada masyarakat di 15 kecamatan. Itu dimaksudkan supaya masyarakat mendapatkan income dari beragam penghasilan, berakibat pada peningkatan ekonomi keluarga.

Dan cita cita menjadikan Kabupaten Tapanuli Utara sebagai lumbung Pangan juga diperkuat lewat pemberian bantuan alat mesin pertanian yang dikelola kelompok tani di setiap desa, pembangunan jalan usaha tani,pembangunan jaringan irigasi desa serta pembenahan berbagai hal yang berkaitan dengan peningkatan pertanian 

“Terima kasih kepada Pak Bupati, lahan pertanian kami bisa teraliri berkat pembangunan irigasi ini “semangat A.Manalu warga Desa Hutatinggi Kec. Parmonangan baru baru ini.

Disamping itu, Inisiatif  lain yang dicetuskan Drs.Nikson Nababan agar ekonomi masyarakat  petani bertambah. Yaitu dengan memastikan harga jual komoditi pertanian seperti cabai merah bisa stabil,karena itu Pemkab Tapanuli Utara sejak 2016 telah mengadakan Pasar lelang.

Pasar lelang itu sendiri diterapkan di dua Kecamatan, Kecamatan Siborong borong dan Kecamatan Tarutung. Dan dilaksanakan setiap hari pekan,dengan tujuan supaya ada kepastian maupun kestabilan harga jual komoditi pertanian. Petani tidak lagi hanya menjadi korban permainan harga dari agen atau penampung

Dengan begitu agen ataupun penampung cabai merah bisa bersaing secara terbuka untuk mendapatkan hasil pertanian tersebut, sehingga petani bisa mendapatkan kepastian harga komiditi cabai merah.

Kemudian melalui Perusda Pertanian, Pemkab. Tapanuli Utara mengalokasikan dana talangan sebesar Rp 5 lima) miliyard yang diperuntukkan sebagai jaminan kepada petani cabai merah apabila harga pasar dibawah harga produksi.
Pun demikian halnya dalam upaya memberikan kesejahteraan dan kemajuan desa, Pemkab Tapanuli Utara semenjak  2014  telah merealisasikan Alokasi Dana Desa (ADD) yang sebelumnya hanya mencapai Rp 7(tujuh) sampai Rp 12(sebelas) juta telah dinaikkan menjadi Rp 60 juta dengan melihat kriteria desanya.

Dan anggaran itu terus bertambah, Bahkan di tahun 2022 realisasi total ADD untuk seluruh desa di Kabupaten Tapanuli Utara mencapai Rp.64.656.331.500,- . Atau kalau dibagikan 241 desa ,maka realisasi ADD mencapai Rp 268 juta per desa melalui APBD di luar bantuan yang digelontorkan pemerintah. Dengan begitu 241 Pemerintahan desa bisa lebih longgar dalam menjalankan Pemerintah desa,melakukan pembangunan serta pemberdayaan masyarakat desa.

Lalu, untuk merangsang program kemajuan desa. Pemkab Tapanuli Utara juga melengkapinya dengan penerangan. Dimana sejak Pemerintahan Nikson Nababan sampai tahun 2022 ini telah terbangun energize jaringan listrik di 57 titik desa atau dusun yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara.
Maka dengan adanya pembangunan jaringan listrik  tersebut, menjadi  cocok dengan Motto Drs.Nikson  Nababan, “Kalau desa Kuat maka Kota akan Maju”

Bersamaan dengan kebijakan prioritas diatas,program mencetak sumberdaya manusia(SDM) yang berkualitas juga diarahkan. Hal tersebut diyakini Drs. Nikson Nababan tercapai ketika pembinaan dimulai dari pendidikan.

Demi mengaplikasikan program mencetak sumberdaya manusia yang berkualitas, Drs. Nikson Nababan melalui Dinas Pendidikan kabupaten Tapanuli Utara semenjak tahun 2014 telah memunculkan berbagai platform bagi peningkatan sumber daya manusia.

Diantaranya,Program sekolah gratis, pemberian intensif bagi guru di desa terpencil dan desa sangat terpencil, Bea siswa bagi siswa yang berprestasi dan siswa yang berasal dari keluarga yang kurang mampu, Bea siswa kepada mahasiswa/i yang berprestasi dan kurang mampu yang kuliah di Perguruan tinggi negeri serta pengembangan kwalifikasi guru mata pelajaran ke tingkat sarjana.

Konsep diataspun dibarengi juga dengan pembangunan sejumlah unit sekolah baru, seperti Pembangunan Unit sekolah Baru SMPN.7 Tarutung, SMPN.6 Kecamatan Garoga,SMAN.1 Kecamatan Purba Tua,dan Pembangunan Unit sekolah baru SMAN.2 Kecamatan Parmonangan serta pengadaan bus sekolah bagi bagi desa terpencil di Kabupaten Tapanuli Utara.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Drs.Nikson yang telah memberikan bus sekolah, sehingga saya dan teman teman tidak lagi jalan kaki kalau mau sekolah atau pulang ke rumah”ungkap Dewi Manalu siswi SMPN.2 Kecamatan Parmonangan.

Bupati Tapanuli Utara Drs.Nikson Nababan saat itu  menuturkan, pendidikan gratis bagi tingkat SD sampai SLTA dan Beasiswa bagi pelajar berprestasi telah dilaksanakannya untuk memudahkan masyarakat agar anaknya dapat mengenyam pendidikan lebih baik dengan memberikan pendidikan gratis sampai jenjang SLTA.

“Jika ada orangtua mengetahui sekolah memungut biaya sekolah, silakan laporkan kepada saya,” tegas Nikson Nababan kala itu kepada media

Disisi lain, pemerataan guru juga dilakukan sebagai dukungan program strategis dan itikad serius bagi peningkatan SDM generasi muda masyarakat Tapanuli utara serta untuk meningkatkan daya saing kedepan.

Platform lainnya yang mengarah pada pencetakan sumber daya Manusia yang berkualitas, Bupati Tapanuli Utara pun menginstruksikan pembentukan sekolah unggulan agar diterapkan disetiap kecamatan yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara.
Instruksi itupun terealisasi lewat pembentukan 27 sekolah unggulan oleh dinas Pendidikan Tapanuli Utara, satu unit SD di 15 kecamatan,5(lima) SMP unggulan, 4 (empat) SMU dan 3(tiga) SMK dengan menerapkan sistim belajar mengajar menggunakan infokus.

“Tahun ini,kita akan merealisasikan pembentukan sekolah unggulan, yakni satu unit SD unggulan per Kecamatan se-Taput, Lima SMP unggulan, Empat SMU serta Tiga SMK. Hal tersebut merupakan wujud perhatian serius Pemkab Tapanuli Utara untuk menciptakan generasi muda yang berkualitas”tutur Jamel panjaitan kadis Pendidikan pada 2015.

Situasi itu mendorong Pemkab Tapanuli Utara untuk membangun komunikasi ke Pemerintah pusat agar gelontoran  anggaran di bidang pendidikan setiap tahun bisa bertambah.
Hingga pada tahun 2021 anggaran  DAK fisik bidang pendidikan dari Pemerintah pusat terealisasi sebesar Rp.34 miliyard, yang merupakan dana DAK fisik bidang pendidikan tertinggi se Tapanuli Raya.

Waktu itu dikatakan Bontor Hutasoit Kadis Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara, kenaikan alokasi dana DAK fisik pastinya tidak datang dengan sendirinya akan tetapi ada faktor lobby dilakukan Kepala Daerah.

“Selain karena lobby Pak Bupati, juga salah satu faktor penilaian oleh pemerintah pusat adalah  penggunaan DAK tahun ini yang dinilai berjalan cukup baik”papar Bontor Hutasoit.

Tidak lupa juga bidang olah raga, turut dibina oleh Pemkab Tapanuli Utara. contohnya olah raga bela diri seperti karate dan Pencak Silat berperan dalam peningkatan SDM. Karate pernah meraih 13 medali emas,11 medali Perak dan 25 medali perunggu, Pencak Silat pernah meraih 2 medali emas,1 medali Perak dan 1 meraih Perunggu.

“Makanya saat hari jadi Tapanuli Utara, kita memberi  penghargaan kepada atlet yang memperoleh medali emas”terang Marco Panggabean di ruang kerjanya pada selasa(11/10/2022)

Di situasi yang sama, isi gerobak pembangunan Nikson Nababan  dibidang kesehatan juga disajikan. Beraneka ide bagi peningkatan kesehatan masyarakat Tapanuli Utara di skemakan Nikson Nababan  sejak terpilih menjadi Bupati Tapanuli Utara tahun 2014.

Semuanya tersaji secara sistematis, lantaran “kesehatan” adalah satu  komponen pendukung utama guna teraihnya visi menjadikan Tapanuli Utara Lumbung pangan, Lumbung sumber daya manusia yang berkwalitas dan destinasi wisata.

Untuk pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara juga berbenah. Pelayanan Puskesmas, Pustu, Polindes, Poskesdes dan Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Tarutung teroptimalkan sebagaimana mestinya yang diharapkan Puskesmas buka  24(duapuluh empat) jam melayani masyarakat yang ingin berobat, artinya setiap warga bisa berobat sewaktu waktu.Tidak ada lagi tersimpan dibenak warga, kalau sudah sore ataupun malam Puskesmas sudah tidak melayani pasien.


Petugas kesehatan pun dimaksimalkan, baik itu bidan,suster termasuk dengan tenaga tenaga kesehatan (nakes) ditempatkan disetiap Puskesmas. Begitu pula dengan Dokter Dokter yang bertugas di Puskesmas, tidak lagi terbatas hanya dokter umum. Sudah di tambah dengan dokter spesialis, semisal dokter gigi.

Begitupun fasilitas fasilitas peralatan kesehatan untuk mendukung kinerja petugas,bersama diperbaiki. Baik kwalitas maupun kwantitas, yang meminimalisir kendala saat perawatan pasien. Terlebih lagi untuk pengadaan obat obatan.

“semua Puskesmas, Pustu, Poskedes maupun Polindes, dianjurkan untuk mengutamakan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dalam waktu 24 jam”tegas Kadis Kesehatan Sudirman Manurung baru baru ini diruang kerjanya.

Dan demi mendorong peningkatan bidang kesehatan, Nikson Nababan mengemasi sejumlah desain program. Diantaranya, pembangunan Puskesmas baru seperti Puskesmas Sipultak di Kecamatan Pagaran, Puskesmas Paniaran di Kecamatan Siborong borong, Puskesmas Muara kecamatan Muara dan pendirian Rumah Sehat Jiwa di Kecamatan Pangaribuan Sehingga ada 21 unit Puskesmas di Kab.Tapanuli Utara yang melakukan pelayanan kesehatan tanpa pandang bulu dalam 24 jam di Kabupaten Tapanuli Utara.

Disusul pula dengan perobahan pelayanan dari rawat jalan menjadi rawat inap,kemudian diiringi lagi akreditasi Puskesmas ditingkatkan. Menjadikan 9 (Sembilan) Puskesmas akreditasi Madya dan 11(Sebelas) akreditasi dasar.
Termasuk peremajaan mobil Ambulans, Pada situasi darurat Pemkab telah mensiagakan Public Safety Center (PSC) 119 di tiap Kecamatan yang layanannya tersedia 24 jam. Hal tersebut diperuntukkan untuk menyelamatkan nyawa masyarakat.

Dikaitkan juga pelayanan kesehatan berupa Pemberian Makanan tambahan kepada ibu hamil, bayi, balita, anak sekolah bahkan sampai lansia. Pembinaan lansia mulai dari senam lansia, pemeriksaan kesehatan yang tetap didampingi oleh petugas kesehatan.

Akan tetapi semua pembenahan pembenahan fasilitas kesehatan itu akan sia sia ketika kesehatan itu hanya berpusat di ibukota kecamatan, Nikson Nababan menginginkan Pelayanan Kesehatan harus mencapai daerah terpencil di Kabupaten Tapanuli Utara 
“Kesehatan itu Sangat Penting, Saya Mau Semua masyarakat hingga ke pelosok mendapat pelayanan kesehatan prima” ucap Nikson Nababan.

Mengingat infrastruktur dalam tahap pembenahan, dan selama ini menjadi kendala terbesar dalam pelayanan kesehatan hingga ke pelosok. Akibatnya tenaga medis masih sangat enggan di tempatkan ke desa terpencil, disebabkan medannya sangat sulit dilalui.

Dari situasi dan kondisi tersebut akhirnya Bupati Nikson Nababan mengambil kebijakan dengan menampung dana insentif bagi tenaga medis yang bekerja di desa terpencil dan sangat terpencil. 

Dimana besaran Insentif tenaga medis PNS di daerah terpencil 50% dari gaji dan tenaga medis PNS di daerah Sangat Terpencil sebesar 100% dari gaji. Sementara Bagi tenaga kesehatan non PNS di daerah terpencil dan sangat terpencil mendapat insentif dari Rp.450 ribu hingga Rp.1,5 juta setiap bulannya.

Dengan adanya Kebijakan itu, menciptakan semangat baru bagi tenaga kesehatan untuk melayani penuh di daerah terpencil dan sangat terpencil.Maka dari itu pelayanan kesehatan lapisan masyarakat bawah bisa maksimal.

Bagi masyarakat tidak mampu, Pemkab Tapanuli Utara tetap memberikan perhatian khusus. Premi Jaminan Kesehatan Daerah hingga saat ini sudah mencapai 34.671 Jiwa, belum termasuk yang dicover oleh APBN dan Propinsi.

Disisi pelayanan kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Tarutung, pelbagai fasilitas pendukung dibangun serta ditata dengan baik. Demi menyokong pelayanan terbaik kepada masyarakat luas. Semisal pembangunan Perumahan Dokter, gedung Isolasi Gizi, gedung pemularasan jenazah, ruang isolasi covid-19 dan Laboratorium pemeriksaan VCR.

Penempatan dokter dokter specialis sebanyak 33 orang  untuk Penyakit dalam,kebidanan bedah, patologi klinik,  patologi anatomi dan lainnya dengan  insentif per bulan sebesar Rp. 29.900.000,- bertujuan memaksimalkan pelayanan kesehatan di RSUD Tarutung.
“Saat ini pelayanan Rumah Sakit terus berkembang sesuai type Rumah sakit dan sebagai rujukan, ditambah dengan Dokter spesialis dan alat kedokteran yg modern”tutur Janri Nababan.

Sejurus dengan Visi Menjadikan Kab.Tapanuli Utara Sebagai lumbung Pangan, lumbung Sumber daya manusia yang berkualitas. Isi Gerobak Pembangunan menjadikan Kabupaten Tapanuli Utara menjadi daerah tujuan wisata atau Destinasi wisata juga dihaturkan.

Sejumlah lokasi tujuan wisata seperti Salib kasih di Kecamatan Siatas Barita, makam Lenan dan Munson di Kecamatan Adian koting, Pemandian air panas Kecamatan Sipoholon dan pemandian air soda di Kecamatan Tarutung dibenahi dengan sentuhan apik.

Tidak hanya itu, pemugaran situs situs sejarah yang dulu terlupakan semisal situs Hopong di Kecamatan Simangumban, Situs liang goa natumandi, situs Gereja Dame dan Pea Raja di KecamatanTarutung ditata sedemikian rupa.
Tidak hanya itu juga, pembangunan lokasi atau objek wisata baru pun dikemas. Contohnya Lokasi wisata Huta Ginjang, Kecamatan Muara, Pulau Sibandang Kecamatan Muara.

Demikian pula lokasi wisata perkebunan atau agro wisata Nenas di Kecamatan Sipahutar, agro wisata Mangga di Kecamatan Muara serta agro wisata Durian di Kecamatan Parmonangan, Pahae serta Kecamatan Garoga termasuk juga objek wisata budaya  sejarah, ditambah lagi wisata kuliner, wisata kerajinan yang dikembangkan atau dikelola dinas perdagangan yang dikelompokkan sebagai Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM).

Kesemua objek tujuan wisata tersebut direstorasi dengan baik, hanya untuk memancing wisatawan untuk berkunjung ke Tapanuli Utara. Baik itu domestik maupun manca negara, sebab dengan bertambahnya wisatawan menuju Tapanuli Utara. Maka Pendapatan Asli Daerah(PAD) ikut bertambah, sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.

Dan untuk membuktikan segala program yang cetuskan tertangani dengan baik, Nikson Nababan dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tapanuli Utara kerap berkunjung kepelosok desa terpencil bahkan menginap hanya untuk mendengar keinginan atau keluhan warga.

Cukupkah Isi Gerobak Pembangunan Itu, Bagaimana Nikson Nababan Mengisinya?
Yang Pasti Jawabannya belum ada, sebab roda pemerintahan Drs.Nikson Nababan belum berakhir. Masih menyisakan dua tahun mata anggaran. Akan tetapi seperti kata petuah “Orang paling miskin adalah orang yang tidak bisa memakai apa yang ada, bagaimana dia mau mencipta.

Gambaran itu terukir di figur seorang Nikson Nababan,kepiawaiannya dalam memanfaatkan talenta atau potensi yang melekat. Disertai jaringan koneksi yang luas, baik dari kalangan birokrasi pemerintah pusat dan kalangan pengusaha.

Melahirkan kepercayaan diri untuk menjalankan roda pemerintahan dan tekad, menginginkan Kab.Tapanuli Utara bisa merdeka dari sebutan Peta kemiskinan. 

Kita tahu, sumber keuangan satu daerah didapatkan dari Pendapatan Asli Daerah(PAD), Dana Perimbangan  yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Ditambah dana lain-lain pendapatan daerah yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Didasari kepastian sistem tata kelola pemerintahan kearah yang positif, dengan penempatan pejabat teknis/SKPD/OPD sesuai kompetensi yang bersangkutan.Yang mana dalam penjaringan pejabat teknis dilakukan dengan fit and proper test. Dengan kata lain, ketika Bupati Nikson Nababan melakukan pergantian pejabat tidak bertolak ukur pada faktor “Like or Dislike.

Melalui berbagai pembenahan, salah satunya Bandara silangit menjadi Bandara Internasional yang dimulai 2015. Bupati Nikson Nababan yakin, Bandar Silangit salah satu parameter  pintu masuknya pariwisata danau toba dan berpotensi bagi penaikan PAD.

Terbukti Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sejak Nikson Nababan memimpin Tapanuli Utara ada penaikan yang signifikan, tercatat pada tahun 2014 sekitar Rp.30 miliyard, akan tetapi saat pemerintahan Nikson Nababan PAD Kabupaten Tapanuli Utara meningkat dengan perlahan dan tercatat pada tahun 2019 PAD yang diperoleh hingga Rp.180 Miliyard.

Hal lain yang mendongkrak peningkatan anggaran yang didapat Kabupaten Tapanuli Utara adalah pencapaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK selama 8(delapan) tahun kepemimpinan Nikson Nababan. Sebab Opini WTP merupakan syarat utama bagi Pemda untuk mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) dari pemerintah pusat.

Dengan meningkatnya PAD Tapanuli Utara dan Opini WTP dari BPK secara otomatis APBD pun mengalami pertambahan. Terbukukan pertambahan APBD Tapanuli Utara dari tahun 2014 sampai 2018 APBD Taput bertambah sebesar Rp447.240.881.431. Dan ditahun 2022 APBD Kabupaten Tapanuli Utara 1,3 triliun lebih.
Dengan begitu Pemkab Tapanuli Utara lebih leluasa menggunakan anggaran untuk pembangunan di semua sektor demi pencapaian Visi dan Misi yang akan dicapai.

“salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah berkurangnya angka kemiskinan. Dimana pada tahun 2014 angka kemiskinan di Taput sebesar 11,06 % menjadi 9,75 % pada tahun 2018” ujar Nikson Nababan menjelaskan
Artinya dengan berkurangnya angka kemiskinan di Kab.Tapanuli Utara menandakan perekonomian warga makin bertambah yang berpengaruh pada pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.

Ada juga hubungan yang baik dengan Investor untuk membangun Tapanuli Utara. Satu contohnya, beberapa perusahaan perusahan yang bergerak dibidang perlistrikan sedang membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro(PLTMH) di sejumlah titik sungai di Kabupaten Tapanuli Utara.

Dengan adanya perusahaan perusahaan  yang berinvestasi di Tapanuli utara, secara langsung sudah menyerap tenaga kerja dari warga setempat.

Ditambah dengan hubungan koneksi yang baik dengan salah satu putra terbaik Tapanuli Utara Sukur Nababan anggota DPR-RI. Ada 12.000 unit rumah bedah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sejak 2015 dari aspirasi Pokok pikiran Sukur Nababan sebagai anggota DPR-RI ke Tapanuli Utara.

Hal itu juga memperringan beban anggaran Pemkab Tapanuli Utara dalam pembenahan rumah masyarakat. Sehingga anggaran APBD Tapanuli Utara  yang akan direncanakan untuk penyediaan perumahan warga, bisa dialihkan ke sektor yang lain.

Begitu juga penghargaan penghargaan yang lainnya,diantaranya. Kepala Daerah Inspiratif, Kepala Daerah Inovatif serta berbagai penghargaan lainnya. Ada sekitar 37 penghargaan yang didapatkan Nikson Nababan selama memerintah kabupaten Tapanuli Utara
Dengan berbagai penghargaan yang didapat Nikson Nababan, merupakan  barometer  pemerintah pusat untuk yakin meningkatkan anggaran APBD dan  investor yang ingin berinvestasi di Kabupaten Tapanuli Utara

Bagaimanakah Nikson Nababan Menjawab Tantangan Menyeret Gerobak Pembangunannya
Delapan tahun Nikson Nababan memimpin Kabupaten Tapanuli Utara tidaklah berjalan mulus, ada banyak tantangan yang dihadapi. Baik menyangkut pribadi maupun menyangkut kinerjanya 

Diawal jabatan Nikson Nababan sebagai Bupati Tapanuli Utara, tuduhan penganiayaan dialamatkan kepadanya. Akan tetapi semuanya tertepis karena sampai saat ini hal itu tidak terbukti dan Nikson Nababan tetap menjabat Bupati Tapanuli Utara dua Periode.
Begitu juga dengan keinginan Nikson Nababan untuk mendirikan Universitas Negeri Umum yang digadang gadang dinamai dengan Universitas Tapanuli Raya (UNTARA). Keinginan tersebut sempat menjadi pro dan kontra ditengah masyarakat Tapanuli Utara.

Pro dan kontra itu disebabkan Bupati Nikson Nababan ingin mengubah Instutut Agama Kristen Negeri(IAKN) menjadi Universitas Umum Negeri. Namun alasan utama Nikson Nababan menginginkan Universitas negeri umum, selain peningkatan SDM. Keberadaan Universitas negeri umum di Kabupaten Tapanuli Utara akan menimbulkan efek domino bagi peningkatan ekonomi masyarakat Tapanuli Utara dan kabupaten/kota sekitarnya

Akan tetapi deraan itupun dianggap Nikson Nababan merupakan kritikan yang membangun dan menganggap masyarakat Tapanuli Utara sebenarnya menginginkan Universitas Negeri Umum.

Dan walaupun belum terwujud,tetapi berbagai usaha dan upaya untuk merealisasikan Universitas itu dilakukan. Semisal mencari dukungan dari masyarakat Tapanuli Utara, dari pembesar pembesar negara ini termasuk pengajuan proposal ke Kementerian Pendidikan juga kepada Presiden RI Joko Widodo.

Tantangan lainnya datang dari alam seperti Pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Kondisi itupun bisa dilewati Pemerintahan Nikson Nababan dengan baik, bahkan Ketika Kabupaten/kota yang lain tidak mendapatkan anggaran tambahan akibat Pandemi Covid-19. Justru Kabupaten Tapanuli Utara  mendapat dana rangsangan untuk Pemulihan Ekonomi Nasional sebesar 400 Miliyard.

Dengan dana tersebut,maka pembangunan di Kabupaten Tapanuli Utara tetap berjalan. Malahan program pembangunan makin digenjot, dari mulai infrastruktur, bidang kesehatan, pendidikan, pertanian serta bidang bidang yang lain.

Termasuk juga kejadian bencana gempa bumi yang di alami Kab.Tapanuli Utara baru baru ini, tepatnya 1 Oktober 2022. Peristiwa yang membuat sekitar 1200  unit lebih rumah warga mengalami kerusakan, bisa terkendali dengan bantuan dan kepedulian dari berbagai unsur. Baik itu pengusaha, komunitas yang empati dengan kondisi warga. Hal itu dimungkinkan lewat keyakinan mereka yang melihat kepada figur Nikson Nababan dalam memimpin Kabupaten Tapanuli Utara.

Walaupun begitu, kepiawaian seorang Nikson Nababan tidak terlepas dari dampingan seorang istri yang selalu mendukungnya dalam segala situasi. Seorang Satika Simamora yang memasyarakat, supel, low profil dan akan selalu siap mendukung setiap ide maupun terobosan Nikson Nababan.

Pemerintahan Nikson Nababan masih menyisakan waktu dua tahun lagi, masih banyak  yang bisa dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tapanuli Utara. Guna pencapaian Tapanuli Utara menjadi lumbung pangan, sumber daya manusia yang berkualitas dan menjadikan Kabupaten Tapanuli Utara destinasi wisata.

Masih banyak cita cita Nikson Nababan yang ingin diwujudkan disisa pemerintahannya, meliputi Pembangunan Jembatan Pandang Bonapasogit Aek Sigeaon, Sopo Partungkoan jadi Taman Kota, Sport center dan Universitas Negeri Umum.

Kendati demikian semuanya bisa digambarkan  dengan satu pesan mutiara “Kebutuhan atau persoalan satu daerah tidak akan bisa terpenuhi dan terselesaikan, yang ada kebijakan dengan aturannya. Tidak pernah tamat, yang ada hanya naik kelas”

Dan sebagai warga yang tinggal di Kab.Tapanuli Utara yang melihat juga serta merasakan terobosan terobosan yang dilakukan Drs.Nikson Nababan, penulis telah yakin Kabupaten Tapanuli Utara sudah naik kelas. Isi gerobak Pembangunan itu masih ada, Visi dan misi  sangat bisa dicapai untuk itu penulis ingin memberi saran kepada Bupati Tapanuli Utara Drs.Nikson Nababan.

Menjalani sisa akhir masa jabatan kurang lebih 1.5 tahun lagi sebaiknya Bupati Nikson Nababan melakukan percepatan pencapaian visi dan misi pada TA 2023 dengan memetakan target yang belum bisa dicapai sesuai perencanaan tiap tahunnya yang tertuang pada RPJMD 2019 -2024.

Melihat dan merasakan perjalanan Pemerintahan Nikson  Nababan dalam delapan tahun, Penulis berkesimpulan. 

Buah karya yang dirakit Drs.Nikson Nababan  sangat mengena untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tapanuli Utara. Menjadi paradigma baru bagi setiap warga, bahwa pembangunan itu nyata dan ada peningkatan dari segi kwalitas dan kwantitas.

Pembangunan itu begitu massif, menyentuh setiap lapisan masyarakat dan setiap daerah yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara. Mulai dari Desa sangat terpencil, Desa terpencil dan Kecamatan. 

Memang belumlah lengkap,rincian ini hanya secuil dari rangkaian kinerja seorang Nikson Nababan dalam delapan tahun memimpin Kabupaten Tapanuli Utara.Masih banyak lagi buah pikiran, ide dan gagasan yang belum terangkum.

Biarpun masih banyak kekurangan baik dari tulisan maupun data,akan tetapi dari tulisan sederhana ini. Bisa tergambarkan karya dan semangat juang tidak kenal lelah seorang Nikson Nababan untuk membangun Kabupaten Tapanuli Utara.

Semangat terus Pak Bupati Nikson Nababan,lanjutkan karyamu. Dan Selamat Ulang Tahun yang ke 50,Tuhan menyertai Bapak dan Keluarga.

Merdeka., merdeka., merdeka.
Diakhir kata, semua data data yang terangkum dalam tulisan ini dari berbagai  bersumber, dari tulisan para jurnalis, data yang diperoleh dari penelusuran penulis kepada warga, OPD dan pustaka.

(Ditulis : Maju Simanungkalit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here