Gubuk Reot Sunaryo Butuh Bantuan, Kementerian Sosial RI dimana??

0
2087
Poto : Gubuk Reot Sunaryo di Dusun Kretek, Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, adura,Jawa Timur (dok)

Jawa Timur, Pemekasan-71 Tahun Indonesia Merdeka merupakan perjalanan bangsa yang cukup panjang. Ibarat kata usia 71 tahun itu masuk dalam kategori usia lanjut yang telah matang dalam segala hal.

Hal ini disampaikan Adie aktivis gerakan peduli sosial dan seni (Gapsos) madura kepada independenNews.com, Jumat (24/2/17) di Pamekasan Madura,Jawa Timur.

“Seiring dengan perjalanan tersebut pemerintah terus menerbitkan berbagai program untuk membangun indonesia dari segala bidang termasuk pengentasan kemiskinan. Namun kata Edie sangat disayangkan pembangunan tersebut tidak semua rakyat Indonesia menikmatinya.

Rumah rewot 1Hal ini saya sampaikan, karena memang kehidupan masyarakat pemekasan secara hemat dan pantauan kami, banyak terjadi ketimpangan. Disatu sisi ada masyarakat yang hidupnya serba kecukupan tapi disisi lain ada yang hidupnya serba kekurangan atau hidup dibawah garis kemiskinan,”Ujarnya

Tentunya, Hal tersebut terjadi tidak lain karena program pengetantasan kemiskinan tidak tepat sasaran. Meskipun banyak program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan
seperti Program Bantuan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni), dan lain sebagainya. namun bila tidak dilaksanakan dengan baik atau tidak tepat sasaran maka semua akan tampak sia sia.

“Lemahnya pengawasan pada pelaksanaan program pemeritah tersebut sangat dirasakan oleh masyarakat Pemekasan. Ini dibuktikan dengan kehidupan Masyarakat pemekasan yang
saat ini banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan.

seperti halnya yang dilami pak Sunaryo (93) warga Dusun Kretek. Kakek tua ini tinggal sebatang kara disebuah Gubuk Reot,setiap hari pak Sunaryo tidur diatas tanah. Lebih menyedihkan, apabila turun hujan, tidurnya pak Sunaryo kerap terganggu akibat sungai meluap dan membanjiri pemukiman warga.’Kata Edie

Oleh karena itu, saya berharap agar pemerintah transparan dan profesional dalam melaksanakan semua program yang berkaitan dengan kegiatan sosial, sehingga tercipta dan terujud indeologi pancaila yakni sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.

“Dengan harapan dinas terkait tidak hanya menyerap info dari masyarakat, melainkan harus terjun kelapangan untuk memantau keadaan warga,”Harapnya

Sementara itu, pantauan independenNews.com di Dusun Kretek, Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura,Jawa Timur. Sunaryo (93) Tahun, kakek tua hidup sebatang kara ini menuturkan selama hidupnya hanya dua kali mendapat bantuan dari Pemerintah yakni tahun 2009-2010 berupa bantuan langsung tunai.

“Selanjutnya, bantuan pemerintah tidak pernah lagi saya terima hingga saat ini 2017.”ungkapnya

Ia berharap bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk merehap rumahnya yang saat ini sudah tidak layak lagi untuk ditempati.

“Saya berharap pemerintah kabupaten pemekasan dan Provinsi Jawa Timur bisa memperhatikan nasib saya, yang saat ini sudah tak mampu lagi untuk bekerja,”Harapnya dengan sendu

Mukhlis(45) warga desa pademawu barat mengatakan bapak sunaryo ini memang sewajarnya mendapatkan bantuan pemerintah. “Karena kemampuan untuk bekerja juga sudah tak berdaya, karena usia sudah 93 tahun. Hal hal semacam inilah yang sesungguhnya dapat perhatian khusus dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

“Apalagi situasi dan kondisi rumah pak Sunaryo saat ini sudah tidak layak lagi untuk dihuni, bahkan sering kali terkena banjir, sehingga sangat tidak nyaman untuk tinggal di gubuk rewotnya itu.

“Kami berharap pemerintah secepatnya memperhatikan warganya yang serba kekurangan ini, meskipun kondisi pak sunaryo sudah tak berpotensi lagi,”Katanya ( Anton )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here