Rotary Club Kupang Victory Peringati Hari Malaria Sedunia dengan Aksi Nyata di Rote Ndao

Independennews.com | Rote Ndao — Peringatan Hari Malaria Sedunia 2026 di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, berlangsung dengan cara berbeda. Tidak berhenti pada seremoni dan pidato formal, Rotary Club Kupang Victory justru turun langsung ke lapangan menghadirkan aksi nyata bersama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam upaya mempercepat eliminasi malaria.

Mengusung tema global “Driven to End Malaria: Now We Can, Now We Must”, kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, 24–25 April 2026, di dua desa prioritas yakni Desa Faifua, Kecamatan Rote Timur, dan Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko—wilayah yang selama ini masih menjadi perhatian dalam pengendalian malaria.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dedelussy Dethan, dan ditutup langsung oleh Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, yang memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi Rotary Club Kupang Victory dalam mendukung agenda kesehatan masyarakat.

President Rotary Club Kupang Victory, Maxi Julians Rihi Dara, menegaskan bahwa peringatan Hari Malaria Sedunia tidak boleh hanya menjadi agenda simbolis tahunan, tetapi harus menjadi momentum untuk bergerak dan menyelamatkan masyarakat dari ancaman penyakit yang masih nyata.

“Ini bukan sekadar peringatan, tetapi aksi bersama. Ketika banyak pihak bersatu, kita bisa melakukan hal besar. Eliminasi malaria adalah tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Empat kegiatan utama menjadi fokus dalam aksi kemanusiaan ini, yakni:

malaria screening,

rapid diagnostic test (RDT),

community assessment,

serta kampanye edukasi pencegahan malaria kepada masyarakat.


Hasilnya terbilang signifikan. Dari target awal 200 warga, jumlah masyarakat yang berhasil diperiksa justru melonjak menjadi 351 orang.

Di Desa Faifua, sebanyak 106 warga menjalani pemeriksaan dan ditemukan satu kasus positif malaria falciparum, yang langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan epidemiologi serta langkah penanganan cepat.

Sementara di Desa Daiama, sebanyak 245 warga diperiksa dan seluruhnya dinyatakan negatif.

Temuan ini menunjukkan bahwa deteksi dini masih menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran malaria di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan akses kesehatan cukup tinggi.

Tidak hanya melakukan pemeriksaan, Rotary Club Kupang Victory juga menyerahkan berbagai bantuan penunjang penanggulangan malaria, di antaranya:

mikroskop Olympus CX-23,

ratusan alat rapid diagnostic test,

reagen laboratorium,

tablet larvasida,

serta insektisida untuk penyemprotan dinding rumah (indoor residual spraying).


Seluruh bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan jaringan global Rotarians Against Malaria, termasuk dukungan dari Australia Rotarians Against Malaria (ARAM), sebagai bentuk sinergi internasional dalam memerangi malaria hingga ke daerah-daerah terpencil.

Selain aspek medis, kegiatan community assessment juga dilakukan untuk memetakan kondisi riil masyarakat, pola hidup, lingkungan, serta berbagai hambatan yang menyebabkan malaria masih bertahan. Hasil kajian lapangan ini nantinya akan menjadi dasar penyusunan strategi eliminasi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Di sisi lain, kampanye edukasi yang melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao dan puskesmas setempat turut memperkuat pemahaman warga tentang pentingnya:

penggunaan kelambu,

menjaga kebersihan lingkungan,

pemberantasan sarang nyamuk,

hingga kesadaran untuk segera memeriksakan diri ketika mengalami gejala demam.


Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung upaya eliminasi malaria, termasuk melalui dukungan anggaran desa dan pelibatan seluruh perangkat daerah.

“Kita harus mulai dari lingkungan kita sendiri. Dengan kerja sama semua pihak, kami optimistis Rote Ndao bisa mencapai eliminasi malaria pada tahun 2029,” ujarnya.

Momentum ini juga ditandai dengan pembacaan pernyataan dukungan bersama oleh unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta masyarakat sebagai simbol komitmen kolektif bahwa perang melawan malaria harus dilakukan secara bersama-sama.

Melalui aksi nyata ini, Rotary Club Kupang Victory membuktikan bahwa eliminasi malaria bukan sekadar wacana atau slogan tahunan, melainkan target realistis yang bisa dicapai melalui kolaborasi, kepedulian, dan langkah konkret di lapangan.
(Marchelino)

You might also like