Customer Gathering 2026, Bank NTT Tegaskan Peran Strategis Bangun Ekonomi Daerah

Independennews.com | NTT — Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) menegaskan komitmennya sebagai pilar penggerak ekonomi daerah melalui kegiatan Customer Gathering 2026 yang digelar di Hotel Aston Kupang, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, dihadiri para mitra strategis, jajaran manajemen, serta kepala daerah. Direktur Utama Bank NTT Carlie Paulus hadir bersama Bupati Kupang Yosef Lede, sementara Gubernur NTT Melkiades Laka Lena dan Komisaris Utama Bank NTT Donny Heatubun mengikuti kegiatan secara daring.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi dan kepercayaan antara Bank NTT dengan seluruh pemangku kepentingan. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bank NTT dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT terkait dukungan pelaksanaan pekerjaan di lingkup dinas.

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat pembiayaan proyek pembangunan strategis daerah sekaligus menjaga perputaran ekonomi agar berdampak langsung kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT Melkiades Laka Lena menegaskan pentingnya peran Bank NTT sebagai bank daerah yang inklusif dan mampu merangkul seluruh potensi ekonomi di wilayah tersebut.

“Ayo Bangun NTT bukan sekadar motto, tetapi harus menjadi gerakan bersama. Bank NTT harus menjadi bagian penting dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi qqw,” tegasnya.


Ia berharap Bank NTT menjadi rumah bagi masyarakat, pelaku usaha, dan investor, serta mampu menghadirkan berbagai alternatif pembiayaan melalui skema pemerintah maupun investasi swasta guna mendorong pembangunan berkelanjutan.

Direktur Utama Bank NTT Carlie Paulus menyampaikan apresiasi atas kepercayaan nasabah dan mitra strategis yang selama ini mendukung kemajuan bank. Ia menegaskan Bank NTT akan terus fokus menggerakkan sektor riil, khususnya UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

“Bank NTT adalah milik seluruh masyarakat NTT karena pemegang sahamnya seluruh pemerintah daerah. Kepercayaan ini akan kami jaga dengan pengelolaan profesional dan transparan,” ujarnya.


Carlie menjelaskan dinamika kredit bermasalah merupakan risiko bisnis yang dipengaruhi faktor eksternal. Namun seluruh proses pembiayaan tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan sistem pengamanan yang kuat.

Di sisi lain, pembenahan layanan dan penguatan teknologi perbankan menjadi prioritas yang terus dilakukan secara bertahap. Ia berkomitmen memperluas kemitraan hingga seluruh kabupaten/kota di NTT.

“Kami ingin menciptakan siklus kemitraan yang sehat dan berkelanjutan sehingga Bank NTT benar-benar hadir sebagai penggerak ekonomi dan mitra strategis pembangunan daerah,” pungkasnya.


Kegiatan Customer Gathering 2026 turut dimeriahkan dengan pembagian berbagai hadiah bagi nasabah, termasuk hadiah utama satu unit sepeda motor sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas dan dukungan kepada Bank NTT.

(Marchellino)

You might also like