Independennews.com — Kupang — Kinerja positif kembali ditorehkan KSP Kopdit Solidaritas Sta. Maria Assumpta Kupang pada Tahun Buku 2025. Dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-XXXIV yang digelar Sabtu (14/02/2026) di Aula Cendana Wangi Poltekkes Kupang, koperasi melaporkan capaian aset sebesar Rp132 miliar dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) Rp2.706.446.113.
Atas kinerja tersebut, koperasi juga berhasil meraih predikat “Sehat” dengan skor 81,03 dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT.
RAT yang mengusung tema “Memperkuat Solidaritas, Meningkatkan Kinerja, Mewujudkan Koperasi Kredit yang Sehat dan Berkelanjutan” menjadi forum evaluasi tahunan sekaligus penegasan arah strategis lembaga ke depan.
Agenda utama meliputi penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas, pembahasan serta pengesahan Rencana Kerja dan RAPB Tahun Buku 2026, hingga pengambilan sejumlah keputusan strategis organisasi.
Tren Kinerja dan Efisiensi Keuangan
General Manager Urbanus Reko menyampaikan bahwa pertumbuhan SHU tahun 2025 menunjukkan tren meningkat dibanding tahun sebelumnya yang tercatat Rp2.691.287.130.
Peningkatan surplus usaha ditopang oleh:
Total pendapatan: Rp15.503.975.129
Total beban: Rp12.213.199.416
Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan pengelolaan operasional yang semakin efisien.
Struktur permodalan koperasi juga menunjukkan penguatan signifikan.
Total liabilitas:
Tahun 2023: Rp6,35 miliar
Tahun 2024: Rp3,40 miliar
Tahun 2025: Rp1,5 miliar
Penurunan kewajiban tersebut menandakan konsolidasi keuangan berjalan efektif serta fondasi lembaga semakin kokoh.
Koperasi sebagai Rumah Ekonomi Anggota
Ketua Kopdit Solidaritas, Yohanes Made Supadi, SE., M.M., M.Si, menegaskan koperasi tidak boleh berhenti sebagai lembaga kredit semata.
“Koperasi harus menjadi rahim ekonomi bagi anggota — menerima yang lemah, melindungi yang rapuh, dan memberi nutrisi ekonomi agar anggota bertumbuh mandiri,” tegasnya.
Hingga akhir 2025, jumlah anggota tercatat 12.885 orang, menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap koperasi yang telah berdiri lebih dari tiga dekade ini.
Pembagian SHU untuk Anggota
Sebanyak 60 persen atau sekitar Rp1,6 miliar SHU dialokasikan untuk jasa anggota dan akan ditransfer paling lambat Senin (16/02/2026) pukul 12.00 WITA ke rekening Sibuhar anggota, dengan besaran disesuaikan berdasarkan aktivitas simpanan dan pinjaman produktif masing-masing.
Sisa SHU dialokasikan untuk:
Cadangan koperasi: 15%
Dana pendidikan: 7%
Dana pengurus: 8%
Dana karyawan: 4%
Dana sosial: 2%
Pengembangan wilayah kerja dan mitigasi risiko: sisanya
Apresiasi dan Pesan Nilai Koperasi
Penasihat koperasi, RD. Rudolf Tjung Lake, mengingatkan pentingnya menjaga jati diri koperasi berbasis solidaritas.
Menurutnya, koperasi bukan hanya soal pertumbuhan angka, tetapi kejujuran, tanggung jawab, serta komitmen sosial dalam mendampingi anggota.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, Dr. Drs. Jusuf Lery Rupidara, M.Si, memberikan apresiasi atas capaian tersebut.
“Anggota bukan hanya pengguna layanan, tetapi juga pemilik lembaga. Di situlah kekuatan koperasi yang sesungguhnya,” ujarnya.
RAT XXXIV ditutup dengan pengesahan laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas, penetapan pembagian SHU, serta pemilihan kepengurusan periode berikutnya.
Dengan fondasi keuangan yang semakin kuat dan predikat Sehat yang diraih, Kopdit Solidaritas optimistis terus bertumbuh dan memberi kontribusi nyata bagi kesejahteraan anggota serta pembangunan ekonomi masyarakat di Nusa Tenggara Timur.
(Marchellino)