Aktivitas Dunia Usaha di NTT Menguat pada Akhir 2025, BI Catat Kinerja Positif Lintas Sektor

Independennews.com | NTT — Aktivitas dunia usaha di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan tren penguatan pada Triwulan IV 2025. Hal ini tercermin dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dirilis Bank Indonesia, dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) tercatat sebesar 29,59 persen, meningkat dibandingkan Triwulan III 2025 yang berada di level 24,74 persen.

Penguatan kinerja dunia usaha tersebut terutama didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, serta dukungan realisasi belanja pemerintah yang semakin optimal di akhir tahun anggaran.

Mayoritas lapangan usaha mencatatkan kinerja positif. Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib menjadi kontributor terbesar dengan SBT tertinggi sebesar 7,21 persen. Kinerja positif juga ditunjukkan sektor Informasi dan Komunikasi (5,72 persen), Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (4,30 persen), Konstruksi (3,68 persen), serta Perdagangan Besar dan Eceran (2,69 persen).

Meski demikian, sejumlah sektor masih mengalami kontraksi, antara lain Pertambangan dan Penggalian dengan SBT sebesar -1,06 persen, serta Jasa Lainnya yang tercatat -2,33 persen.

Dari sisi kapasitas, tingkat kapasitas produksi terpakai pada Triwulan IV 2025 tercatat sebesar 70,92 persen, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 69,89 persen. Peningkatan ini terutama ditopang oleh sektor Pengadaan Listrik yang mencapai 97,00 persen, Pertanian (69,17 persen), dan Industri Pengolahan (67,50 persen). Tingginya konsumsi listrik rumah tangga dan industri, peningkatan produksi pangan dan perkebunan, serta meningkatnya permintaan bahan bangunan menjadi faktor utama pendorong.

Bank Indonesia juga mencatat perbaikan kondisi keuangan pelaku usaha di NTT, baik dari sisi likuiditas maupun rentabilitas. Selain itu, investasi pelaku usaha menunjukkan tren peningkatan, tercermin dari SBT investasi yang mencapai 17,22 persen, naik signifikan dibandingkan Triwulan III 2025 sebesar 10,19 persen. Secara nasional, investasi juga berada pada jalur yang positif.

Sementara itu, akses kredit masih berada di zona positif meskipun pelonggaran fasilitas pembiayaan relatif terbatas. Adapun penggunaan tenaga kerja pada Triwulan IV 2025 tercatat belum menunjukkan ekspansi yang signifikan.

Ke depan, pelaku usaha memperkirakan aktivitas dunia usaha di NTT pada Triwulan I 2026 akan terus meningkat. Hal ini tercermin dari SBT ekspektasi yang mencapai 34,93 persen. Optimisme tersebut terutama bersumber dari sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan seiring prospek panen yang baik, serta sektor Informasi dan Komunikasi dan Perdagangan Besar dan Eceran yang didorong oleh meningkatnya permintaan masyarakat pada periode Ramadan dan HBKN Idulfitri 1447 Hijriah.
(Marchellino)

You might also like