Independennews.com | Kupang – Dua nama mencuat sebagai calon Direktur Utama (Dirut) Bank NTT yaitu Yohanis Landu Praing dan Charli Paulus. Keduanya sebagai kandidat kuat yang akan menggantikan posisi pucuk pimpinan di Bank NTT.
Kedua nama ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank NTT tahun 2025, yang dilaksanakan pada Rabu (15/5), berlokasi di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT.
Rapat ini dilaksanakan secara tertutup dengan pengamanan ketat, dan akses media dibatasi selama proses berlangsung.
Yohanis Landu Praing, dikenal luas sebagai figur berpengalaman di sektor perbankan dan pernah menjabat di beberapa posisi strategis.
Ia dinilai memiliki kapabilitas dalam mendorong transformasi digital dan penguatan tata kelola di Bank NTT.
Saat ini, Yohanis menjabat sebagai Direktur Teknologi Informasi dan Operasional, sekaligus masih dipercayakan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Bank NTT, hingga adanya pejabat definitif yang baru.
Di sisi lain, Charli Paulus, seorang yang juga berlatarbelakang perbankan dan memiliki rekam jejak kepemimpinan yang solid, juga dianggap sebagai kandidat potensial untuk membawa Bank NTT ke level yang lebih kompetitif.
Charli pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Bank Index Selindo hingga sekitar tahun 2017.
Setelah itu, ia menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur PT Proline Finance Indonesia pada periode 2018–2020.
Saat ini, Charlie tidak lagi menjabat di PT Bank Index Selindo dan tengah mencalonkan diri untuk menempati posisi Dirut Bank NTT.
Pemilihan calon Dirut Bank NTT ini berlangsung alot, dengan melibatkan berbagai pihak termasuk para pemegang saham yakni Wali Kota dan Bupati Se-NTT, serta pemangku kepentingan lainnya.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena, dalam konferensi pers seusai RUPS LB, menyampaikan bahwa semua yang ditunjuk mengisi jabatan komisaris maupun direksi, tidak ada unsur politisi maupun mantan birokrat.
“Kami sudah komitmen dari sisi kami sebagai kepala daerah. Kami sudah sepakat tidak boleh lagi bank ini dikelola dengan terlalu kuat dominasi politik. Kalo kita lihat di jajaran direksi dan komisaris, tidak ada satupun yang berlatar belakang politisi atau birokrat, semuanya itu orang-orang ekonom atau perbankan yang punya pengalaman panjang,” Ujar Melki.
Proses seleksi calon Dirut Bank NTT diikuti oleh 4 orang kandidat, namun akhirnya disepakati untuk mengajukan 2 nama ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), yaitu Yohanis Landu Praing dan Charli Paulus.
Keduanya diputuskan dalam RUPS LB karena memiliki kemampuan di bidang perbankan dan kemudian dilihat dari berbagai program yang dilakukan kedepannya dapat membangun Bank NTT.
Melki Laka Lena juga menerangkan bahwa, semua yang diputuskan menduduki jabatan baik komisaris maupun direksi, telah melalui tahap pengecekkan moral, hukum, reputasi perbankannya, dan dinilai tidak memiliki masalah.
“Mereka adalah orang-orang yang mengerti denyut keuangan dan punya rekam jejak di dunia perbankan,” Ungkap Melki.
Yohanis Landu Praing, belum memberikan pernyataan resmi kepada media sebagai Calon Dirut definitif. Namun, dalam kapasitasnya sebagai Plt Dirut, ia telah menunjukkan komitmen terhadap perbaikan kinerja bank.
Salah satu indikatornya adalah keberhasilan Bank NTT menekan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL), yang membuka peluang bagi bank untuk kembali menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Meskipun belum ada pernyataan langsung dari Yohanis, rekam jejak dan kinerjanya selama menjabat sebagai Plt Dirut menunjukkan dedikasi dan upaya nyata dalam memperbaiki kondisi Bank NTT.
Keputusan akhir mengenai siapa yang akan menjabat sebagai Dirut Bank NTT berada di tangan OJK.
Kita berharap proses ini berjalan secara transparan dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa Bank NTT menjadi lebih sehat, profesional, dan berdaya saing tinggi.
Pemilihan Dirut baru Bank NTT sangat krusial dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan tuntutan inovasi perbankan daerah.
Dengan masuknya Yohanis Landu Praing dan Charli Paulus sebagai calon kuat, diharapkan akan muncul kepemimpinan baru yang bisa mendorong pertumbuhan dan kontribusi Bank NTT bagi pembangunan ekonomi di Nusa Tenggara Timur.
Berikut hasil perubahan Komisaris dan Direksi yang diperoleh media;
Komisaris Utama, dijabat oleh, Doni H. Heta Hubun, mantan pejabat Bank Indonesia di Kupang.
Sedangkan Komisaris Independen, saat ini masih dipercayakan kepada, Frans Gana, bersama Eko Setiabudi, Yosef Jiwadeole, dan tersisa satu jabatan lagi akan diisi oleh perwakilan Bank Jatim.
Sementara itu, untuk Direktur Utama, saat ini belum mencapai kesepakatan final antara Yohanes Landu Praing ataukah Charli Paulus, masih menunggu keputusan OJK.
Perubahan lain di jajaran Direksi, Yohanes Landu Praing dan Rahmat Saleh, saat ini menjabat sebagai Direktur Operasional dan SDM.
Direktur Kepatuhan dijabat, Revi dari Bank Jatim, menggantikan rencana sebelumnya yang ingin ditempatkan sebagai Direktur Kredit.
Direktur IT dijabat oleh, Soni Pelokilla, dan Direktur Dana dijabat, Siti Aksa.
Direktur Kredit dijabat, Alosius Geok, serta Direktur Treasury dan Keuangan dijabat, Heru, dari Bank Artha Graha.