Wali Kota Kupang Apresiasi IKN, Tegaskan Komitmen Berjalan Bersama dalam Keberagaman

Independennews.com | NTT — Wali Kota Kupang Christian Widodo menghadiri Perayaan Natal dan Tahun Baru Ikatan Keluarga Besar Ngalupolo (IKN) Kota Kupang yang digelar di Hotel Pelangi, Sabtu (3/1). Kehadiran Wali Kota menjadi penegasan dukungan pemerintah daerah terhadap peran komunitas dan diaspora dalam menjaga kerukunan serta memperkuat pembangunan Kota Kupang.

Acara tersebut dihadiri Ketua IKN Kota Kupang Abdul Aziz Panggo, Ketua Panitia Natal Bersama IKN Martin Sebastian Sare, S.Sos., M.M., Ketua IKKEF Sipri Seda, para sesepuh IKN, tokoh agama lintas iman, serta para ketua dan anggota kelompok arisan IKN dari berbagai wilayah Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi tinggi kepada IKN atas kontribusi nyata dan berkelanjutan dalam merawat persaudaraan di tengah keberagaman. Menurutnya, Kota Kupang adalah contoh harmoni sosial yang tumbuh dari sikap saling menghormati dan berjalan bersama.

“Kota Kupang ini indah karena kerukunannya. Di sini umat lintas agama bisa hadir, saling menghormati, dan hidup berdampingan. Inilah wajah Kota Kupang yang kita banggakan,” ujar dr. Christian Widodo.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dalam membangun Kota Kupang secara berkelanjutan. Mengutip sebuah filosofi, ia menegaskan pentingnya kolaborasi jangka panjang.
“Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Tetapi jika ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama,” katanya.

Menurut Wali Kota, Kota Kupang telah memilih jalan untuk “berjalan jauh”, sehingga membutuhkan dukungan dan sinergi seluruh komponen masyarakat. Atas nama Pemerintah Kota Kupang, ia menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar IKN atas sumbangsih ide, gagasan, tenaga, dan pemikiran yang turut membentuk wajah Kota Kupang saat ini.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga memaparkan sejumlah capaian Pemerintah Kota Kupang dalam delapan bulan kepemimpinannya. Di antaranya, Kota Kupang berhasil masuk 10 Besar Indeks Kota Toleran di Indonesia, meraih penghargaan Kota Damai dan Inklusif yang diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, memperoleh penghargaan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Terbaik dari Bank Indonesia, serta penghargaan nasional sebagai Kota dengan Program Percepatan Pembangunan Terbaik.

Selain itu, berdasarkan survei independen yang dilakukan oleh FISIPOL Universitas Nusa Cendana, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintah Kota Kupang mencapai 80,1 persen hanya dalam delapan bulan pertama masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

“Capaian ini bukan untuk membuat kami berpuas diri. Justru menjadi pemicu untuk bekerja lebih keras. Tantangan ke depan masih sangat besar dan membutuhkan kolaborasi semua pihak,” ungkapnya.

Wali Kota menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan Tuhan Yang Maha Esa, doa masyarakat, serta sinergi seluruh elemen, termasuk komunitas dan diaspora seperti IKN. Ia pun mengajak IKN untuk terus terlibat aktif dalam pembangunan melalui kontribusi kader-kader terbaik dari berbagai latar belakang—akademisi, profesional, hingga tenaga kesehatan—agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat (bottom-up).

Menutup sambutannya, dr. Christian Widodo mengibaratkan IKN sebagai sebuah kapal yang tidak diciptakan hanya untuk bersandar di dermaga, tetapi untuk berlayar menghadapi ombak dan tantangan. Ia meyakini IKN telah menjadi “kapal” yang berani berlayar jauh dan memberi dampak nyata bagi masyarakat Kota Kupang.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Kupang, saya mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru. Kiranya damai Natal terus menguatkan keluarga kita semua, karena dari keluargalah cinta, kepedulian, dan perdamaian itu bertumbuh,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua IKN Kota Kupang Abdul Aziz Panggo menjelaskan bahwa IKN bermula dari kebiasaan para orang tua yang kerap berkumpul dan saling mengunjungi meski tinggal terpencar di berbagai wilayah Kota Kupang. Dari perjumpaan sederhana itulah tumbuh rasa kebersamaan yang kemudian berkembang menjadi ikatan keluarga yang solid hingga kini.

Ia menekankan bahwa perayaan Natal dan Tahun Baru menjadi momentum penting untuk memperkuat kehadiran, kepedulian, dan tanggung jawab sosial dalam keluarga besar IKN. Menurutnya, keluarga bukan hanya soal ikatan darah, tetapi juga tentang peran bersama dalam mendukung pembangunan Kota Kupang, Provinsi NTT, dan kontribusi terbaik bagi bangsa.

“Inti dari sebuah ikatan keluarga adalah kerukunan. Tanpa kerukunan, keluarga akan kehilangan maknanya. Perbedaan adalah keindahan, seperti warna-warni bunga yang saling melengkapi. Dengan persaudaraan, IKN akan terus bertumbuh dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi kerja sama seluruh keluarga besar IKN yang telah memungkinkan kegiatan Natal dan Tahun Baru tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan.(marchellino)

You might also like