Independennews.com | NTT – Aura antusiasme begitu terasa di lantai 1 Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Jumat (5/9/2025). Spanduk besar bertuliskan “Tour de NTT – International Road Cycling Race” dengan latar gunung, laut, dan pesepeda menjadi saksi lahirnya sebuah perhelatan akbar yang akan mengukir sejarah baru bagi bumi Flobamora.
Di hadapan panitia penyelenggara dan awak media, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena berdiri tegap. Dengan nada penuh semangat, ia menegaskan bahwa Tour de NTT bukan sekadar lomba balap sepeda internasional, melainkan buah karya bersama masyarakat NTT.
“Ini bukan sekadar event yang dibawa dari Jakarta ke NTT. Ini murni karya kita sendiri, hasil gotong royong pemerintah provinsi, kabupaten, kota, dan seluruh masyarakat NTT,” tegas Melki.
Gagasan besar ini, kenang Melki, lahir beberapa minggu setelah dirinya dilantik sebagai gubernur. Saat berkunjung ke Kementerian Pariwisata, ia tergerak oleh pertanyaan: “Mengapa NTT tidak memiliki event pariwisata besar?” Dari situlah muncul ide Tour de NTT. Setelah melalui diskusi panjang bersama para bupati, wali kota, dan berbagai pemangku kepentingan, Jelajah Sport akhirnya dipercaya sebagai penyelenggara resmi.
Partisipasi Internasional dan Rute Spektakuler
Lebih dari 13 negara akan ambil bagian dalam balapan ini. Tim dari Filipina sudah lebih dulu tiba untuk berlatih, disusul oleh Prancis, Iran, dan sejumlah negara lain pekan ini. Rute yang dirancang tidak hanya menantang ketahanan fisik, tetapi juga menampilkan panorama eksotis NTT.
Balapan resmi dimulai 10 September dengan rute Kupang–TTU–Atambua–Soe, hingga menembus perbatasan dengan Timor Leste. Dari sana, peserta akan menyeberang ke Sumba dan Flores, sebelum berakhir dengan finis megah di Labuan Bajo pada 21 September.
Pesta Rakyat di Sepanjang Rute
Gubernur menegaskan, setiap daerah yang dilintasi wajib menampilkan kekayaan budaya dan potensi lokal.
“Akan ada pesta rakyat, UMKM, seni, dan kesenian lokal di setiap titik. Bahkan daerah yang tidak dilalui rute, seperti Rote, Sabu, Alor, dan Lembata, tetap diberi panggung di Kupang,” jelasnya.
Tour de NTT tidak hanya soal adu cepat di lintasan. Event ini juga menjadi etalase pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif masyarakat NTT. Setiap malam di titik pemberhentian akan digelar festival rakyat, mulai dari kuliner lokal, atraksi budaya, hingga pameran UMKM.
“Sekolah-sekolah, komunitas, hingga anak-anak muda akan terlibat. Bahkan sebelum balapan dimulai setiap pagi, akan ada lomba mini, olahraga rakyat, dan hiburan. Jadi ini benar-benar pesta untuk semua,” ungkap Melki.
Dukungan Penuh Berbagai Pihak
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada sponsor utama Bank NTT, serta dukungan dari PLN, Bank Mandiri, BNI, Pertamina, dan berbagai mitra lainnya.
“NTT memang sedang menghadapi situasi bangsa yang tidak mudah. Tapi dengan kerja sama semua pihak, saya yakin event ini akan berjalan aman, meriah, dan membanggakan,” pungkasnya.
Lebih dari Sekadar Balapan
Tour de NTT 2025 bukan hanya ajang balap sepeda internasional, melainkan panggung besar yang mengikat setiap kabupaten, menyatukan budaya, dan memperkenalkan wajah eksotis Nusa Tenggara Timur ke mata dunia.
(Marcho)