Kecelakaan Tunggal di Kupang, Honda Brio Terbalik dan Renggut Nyawa Penumpang

Independennews.com | Kupang — Suasana dini hari di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, mendadak gempar setelah sebuah mobil Honda Brio warna merah terbalik usai menghantam pembatas jalan, Minggu, 17 Mei 2026, sekitar pukul 03.30 WITA.

Kecelakaan tunggal tersebut mengakibatkan seorang perempuan asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Mia Lestari, 32 tahun, meninggal dunia. Sementara lima penumpang lainnya mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit di Kota Kupang.

Kasat Lantas Polresta Kupang Kota, AKP Ade Triken Deayomi, mengatakan kendaraan tersebut dikemudikan oleh Fatmawati Syam, 34 tahun.

“Ini merupakan kecelakaan tunggal. Satu orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka,” ujar AKP Ade Triken Deayomi.

Menurut Triken, mobil Honda Brio dengan nomor polisi DD 1722 BN itu awalnya bergerak dari arah Kantor Camat Kelapa Lima menuju kawasan SD Oesapa Kecil.

Saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan diduga melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Pengemudi kemudian disebut sempat membanting setir ke arah kiri untuk menghindari kendaraan di depannya. Namun, upaya tersebut membuat kendaraan kehilangan kendali.

Mobil tersebut kemudian menghantam pembatas jalan dan pagar di sisi jalan. Akibat benturan keras, kendaraan terpental hingga akhirnya terbalik di badan jalan.

Suara benturan keras membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah. Warga bersama aparat kepolisian kemudian membantu proses evakuasi para korban dari dalam kendaraan.

Para korban luka selanjutnya dilarikan ke beberapa rumah sakit di Kota Kupang, di antaranya Rumah Sakit Siloam Kupang, Rumah Sakit Kartini Kupang, Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang, dan RSUD Prof. dr. W.Z. Johannes Kupang.

Korban meninggal dunia, Mia Lestari, sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD Prof. dr. W.Z. Johannes Kupang. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka serius di bagian kepala.

Sementara itu, pengemudi Fatmawati Syam mengalami luka lecet dan memar di beberapa bagian tubuh. Hingga kini, ia masih menjalani perawatan medis.

Adapun korban lainnya mengalami luka ringan hingga sedang, seperti memar, luka lecet, bengkak, dan luka robek akibat benturan saat kendaraan terbalik.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut. Namun berdasarkan dugaan sementara, pengemudi diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat mengemudikan kendaraan.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat agar tidak mengabaikan keselamatan saat berkendara. Mengemudi dalam kondisi dipengaruhi alkohol, kelelahan, atau tidak sepenuhnya sadar dapat membahayakan diri sendiri, penumpang, dan pengguna jalan lainnya.

Keselamatan di jalan raya tidak boleh dikompromikan. Satu kelalaian kecil dapat berujung pada duka panjang bagi banyak keluarga.

[Marchelino]

You might also like