HLM TPID–TP2DD Digelar, Sikka, Flores Timur, dan Lembata Perkuat Ketahanan Ekonomi

Independennews.com | NTT – Pemerintah Kabupaten Sikka, Flores Timur, dan Lembata bersama Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Rabu (1/4/2026).

Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas daerah dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi, khususnya dalam pengendalian inflasi serta percepatan transformasi digital di wilayah Flores Bagian Timur.

Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, menegaskan bahwa kolaborasi antara TPID dan TP2DD menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

“HLM ini merupakan langkah strategis untuk mempererat sinergi antar daerah. Dengan kolaborasi yang solid, kita dapat menjaga stabilitas harga, melindungi daya beli masyarakat, serta mendorong transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengendalian inflasi tidak hanya berkaitan dengan menjaga stabilitas harga, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Adidoyo Prakoso, mengungkapkan bahwa tren inflasi di Kabupaten Sikka perlu diantisipasi sejak dini. Berdasarkan data yang dihimpun, inflasi pada 2025 tercatat sebesar 0,38 persen (year on year), namun meningkat menjadi 3,05 persen pada Februari 2026.

Menurutnya, kenaikan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh normalisasi tarif listrik setelah sebelumnya diberlakukan insentif berupa diskon tarif pada awal tahun.

“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, tekanan inflasi sering meningkat pada periode festive season, seperti perayaan Paskah dan momentum hari besar lainnya. Karena itu diperlukan langkah antisipatif yang terukur dan terkoordinasi,” jelasnya.

Untuk mengendalikan potensi tekanan inflasi, sejumlah strategi disiapkan, di antaranya pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), pemberian subsidi ongkos angkut, inspeksi mendadak (sidak) ke pasar, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pola belanja yang bijak.

Selain itu, penguatan kerja sama antar pelaku usaha melalui skema business-to-business (B2B) serta pengembangan klaster pangan berbasis potensi lokal juga menjadi fokus dalam upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Tidak hanya membahas pengendalian inflasi, pertemuan tersebut juga menyoroti percepatan digitalisasi dalam tata kelola pemerintahan dan sistem pembayaran daerah.

Bank Indonesia mencatat bahwa penerimaan pajak dan retribusi daerah di tiga kabupaten tersebut mengalami peningkatan sepanjang 2025. Namun demikian, pemanfaatan kanal pembayaran digital masih perlu dioptimalkan, khususnya di Kabupaten Flores Timur dan Lembata.

Untuk itu, sejumlah langkah strategis terus didorong, antara lain perluasan penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk transaksi pemerintah, optimalisasi pembayaran digital melalui QRIS, implementasi SP2D online, serta peningkatan sosialisasi dan edukasi digitalisasi kepada masyarakat dan perangkat daerah.

Kegiatan HLM ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari tiga kabupaten, Bulog Kabupaten Sikka, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sikka, pimpinan perbankan, serta kalangan akademisi dari Universitas Nusa Nipa.

Melalui kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia, diharapkan upaya pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi daerah dapat berjalan lebih efektif, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan di wilayah Flores Bagian Timur.

(Marchelino)

You might also like