Kenali Kepemimpinan Andika Hazmury

0
345
Foto : Wakil Gubernur Banten (sum: Ajudan Wagub Banten)

Kota Banten, Tangerang Selatan sarat akan terjadinya aplikasi politik dinasti. Dinasti ini ditengarai oleh Chasan Sochib, Bapak dari Ratu Atut yang pernah menjadi wakil Gubernur Banten. Atut memiliki motivasi untuk mendesain keluarga besarnya terjun menjadi pemimpin di berbagai sektor yang ada di Kota Banten (P2D, 2011).

Atut memproyeksikan anggota keluarganya dalam jabatan strategis di Kota Banten dari legislatif hingga eksekutif. Adapun dua anak Atut yaitu Andika hazrumy, anak pertama, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Banten masa 2017-2022 dan Andira Aprilia Hikmat, menduduki kursi DPD masa 2019-2024. Posisi Andika menjadi wakil gubernur mengantarkannya kembali pada isu keterkaitan dinasti politik Ratu Atut. Meskipun begitu, kemenangan Wahidin-Andika menjadi gubernur Banten pun patut diapresiasi mengingat kepercayaan masyarakat atas kinerja mereka.

Ditengah stigma negatif keluarganya, Andika tampil menjadi aktor politikus yang mewakili anak muda sehingga ia mendapat dukungan yang tak sedikit dari para remaja. Posisinya sebagai ketua Karang Taruna Banten menjadikannya aktif dalam kegiatan keremajaan di kota tersebut. Ia pun terjun langsung dalam melakukan kampanye untuk melakukan komunikasi intens dengan masyarakat serta selalu membagikan aktivitasnya melalui sosial media.

Kepemimpinan merupakan kekuasaan seseorang untuk memberikan pengaruh yang akan berdampak pada hal yang dipengaruhi tersebut. Pengaruh ini menjadi kunci penting bagaimana pemimpin mengorganisir orang lain atau kelompok demi mencapai tujuan strategis. (Yukl, 2010). Proses mempengaruhi yang ditegaskan Wirawan (2009) merupakan aktivitas dimana seorang individu berusaha untuk memotivasi dengan mengubah value, budaya, aturan, kepercayaan, kompetensi, dan pemikiran secara terstruktur.

Proses mempengaruhi ini berpaku pada maksud dari pemimpin untuk menentukan efek yang ditimbulkan (positif atau negatif). Pendekatan model kepemimpinan Andika hazrumy dapat kita kaitkan melalui teori Power-Influence Approach atau Pendekatan Kekuasaan Pengaruh. Pendekatan ini merefleksikan kesuksesan pemimpin berasal dari sumber daya dan wibawa yang ada dalam diri pemimpin kemudian secara implisit ditunjukkan kepada bawahan.

Salah satu aspek dari pendekatan Power-Influence Approach mengindikasikan adanya kekuasaan legitimasi. Kekuasaan ini menunjukkan adanya kekuasaan formal yang berguna untuk mengatur sumber daya organisasi. Melekat dengan konsepsi hierarki, pejabat eksekutif yang memiliki tingkatan tertinggi punya kekuasaan mutlak. Adapun, kekuasaan ini juga mengatur area otoritas individu (French dan Raven, 1959). Posisi Andika sebagai Wakil Gubernur Banten membuatnya memiliki kekuasaan legitimasi.

Andika hazrumy mengawali karier menjadi politikus sebagai anggota DPR-RI memang tak dapat terlepas atas jaringan keluarganya. Keterlibatan Ratu Atut, ibunya, sarat akan kepentingan pribadi atas ambisi kakeknya menjadikan keluarga yang memiliki pengaruh besar dalam dunia politik Indonesia. Taktala terjun dalam politik membuat Andika banyak belajar akan tata kelola negara serta esensi etika sebagai elite publik Indonesia. Pengalaman tersebut menjadikan Andika sebagai pribadi yang mampu mengolah dan memberikan alternatif terhadap isu publik sehingga masyarakat memberikan rasa percaya atas kinerja Andika.


Pengaruh Andika dalam memotivasi para pekerja publik untuk merealisasikan alternatif dari pelayanan publik pun tercermin dari pembawaannya yang berkharisma. Menurut Robbins dan Coulter (2014), pola kepemimpinan karismatik merupakan pemimpin yang percaya diri dan dapat memotivasi banyak orang dengan sikap yang ia miliki. Kuatnya pengaruh dapat memberikan efek terhadap pemikiran dan pendapat orang lain yang memberikan manfaat dalam hal ide-ide inovatif dan metode operasi yang lebih efisien. Hal ini menjadi efektif bagi mereka yang menolak perubahan meski mengarah pada kemajuan.


Ketegasan dan kekuatan yang dimiliki Andika, bersama dengan Wahidin, mampu mengantarkan Banten untuk mencapai wacana Good Governance. Salah satunya dalam suara Andika dalam menertibkan para pejabat publik atas aktivitas pungli. Ia menuturkan bahwa akan mengadakan ketegasan hukum dengan mengoptimalkan Satuan Gagasan Saber Pungli tingkat Provinsi Banten sesuai dengan Instruksi mendagri No. 180 Tahun 2016 tentang pengawasan pungutan liar dalam kegiatan pemerintah daerah. Esensi dari Satgas Saber Pungli ini dimaksimalkan melalui Sosialisasi Saber Pungli untuk sekitar lima ratus 500 pejabat publik tingkat 2 dan 3 juga BUMD di ranah Pemerintah Provinsi Banten (Alwan, 2021). Atas kinerja yang dilakukan, Kota Banten berhasil mendapatkan penghargaan atas pengelolaan ASN yang baik oleh Badan Kepegawaian Nasional 2021.

Dua indikator yaitu model kepemimpinan serta karakteristik yang dimiliki oleh Andika menjadi kunci untuk menentukan apakah ia merupakan seorang pemimpin atau hanya sebatas manajer. Pemimpin yang benar seorang ‘pemimpin’ merupakan individu yang terjun langsung bersama dengan bawahannya demi mencapai tujuan-tujuan perencanaan strategis. Keterlibatannya terlihat bagaimana ia memberikan arahan kepada para bawahan. Komunikasi ini menjadi hal pembeda antara manajer dan pemimpin.

Menilik pengaruh Andika terhadap peningkatan kinerja birokrat atas motivasi merujuk pada kompetensi dari seorang pemimpin. Indikator perilaku yang menyatakan bahwa fokus utama dalam leadership adalah menghasilkan pimpinan efektif atau gaya kepemimpinan terbaik. Instrumen efektivitas diturunkan melalui komitmen Andika, bersama dengan pasangannya, menegakkan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) di perusahaan.

Penegakkan ini tentu sejalan dengan Sejalan dengan Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja untuk perlindungan dan jaminan keselamatan tenaga kerja. Mereka akan memberikan reward kepada perusahaan yang berhasil memberikan kalkulasi K3 atau zero accident dengan skala efektif. Penghargaan ini menjadi motivasi para perusahaan karena dapat memberikan pengaruh bagi image perusahaan tersebut sampai skala nasional. Meskipun penilaian diperketat dengan pengawasan yang optimal, terdapat peningkatan perusahaan yang menerima penghargaan atas penerapan K3 antara tahun 2018 dan 2019 yaitu sebesar 4,8% (Sutisna, 2019).

Pengaruh ini akan memberikan efek terhadap pihak lain dan menentukan seberapa besar efisiensi pola kepemimpinan terhadap persepsi dan perilaku individu. Berkat penerapan kebijakan ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Banten berhasil mendapatkan trofi apresiasi dari Kementerian Ketenagakerjaan RI sebagai pembina terbaik untuk mencapai kesejahteraan pegawai perusahaan. Searah pada pendefinisian Fieldler (1967) yaitu pemimpin harus mampu mempengaruhi orang atau grup demi mencapai perencanaan dan pencapaian sesuai dengan target, Andika telah memenuhi indikator tersebut.

Kepemimpinan sarat akan pengikut. Untuk itu, seorang pemimpin yang berhasil pastinya memiliki pengikut yang tidak sedikit. Pada pengadaan Pemilihan Gubernur pada 2017, partisipasi masyarakat hanya mencapai 63% dan melenceng jauh karena KPU menetapkan target sebesar 70%. Oleh karena itu, hal itu menjadi cerminan bahwa tipologi pengikut dalam praktik politik pemerintahan masih bersifat pasif dan cenderung patuh karena mereka tak bersuara (Sukri, 2020). Pasifnya masyarakat menurut model Kelley disebabkan karena kurang tertanamnya pemikiran kritis dalam individu.

Adapun, sikap patuh atas praktik politik ini berujung pada model Kellermen yaitu unleaders. Model ini secara tak langsung mendeskripsikan bahwa pengikut tidak mempunyai kewenangan dan jabatan khusus untuk memberikan pengaruh pada suatu hal. Kuatnya dominan dinasti Ratu Atut memberikan persepi kepada masyarakat akan ketidakberdayaan dalam tatanan politik suatu daerah. Hal ini akan mengakibatkan pengaburan asas demokrasi yang seharusnya terjadi antara kerjasama masyarakat dan pemerintah.

Penanganan Covid-19 dari tiap daerah menjadi cerminan bagi kinerja para pemimpin daerah tersebut. Pemerintah memberikan kebijakan PPKM Level 1-4 bagi setiap daerah agar para pemimpin tersebut mengatur sendiri penyelenggaraan penangan Covid-19 atas asas otonomi daerah. Seperti yang diharapkan pemerintah pusat untuk menekan angka Covid-19, Pemerintah Banten memberikan penurunan dari Juli ke Agustus mencapai 2,68%. Dinas Kesehatan Provinsi Banten memberikan rekapitulasi angka pasien Covid sebanyak 22.689 kasus. Penurunan ini disebabkan karena pelaksanaan vaksinasi yang masif di kota Banten.

Banten memberikan laporan pada 31 Agustus 2021 bahwa pelaksanaan vaksin di Banten mencapai 2.567.327 sasaran dosis pertama dan 1.411.957 sasaran dosis kedua. Pada bulan Agustus saja, pemerintah berhasil mendistribusikan vaksin kepada 9.229.383 masyarakat Banten (Mulyana, 2021). Selain keberhasilan tersebut, Banten juga mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri atas keberhasilannya memberikan insentif kepada Tenaga Kesehatan Daerah. Mendagri menerbitkan surat dengan nomor 904/4047/SJ yang berisi keberhasilan Provinsi Banten dalam mendistribusi pemasukan Innakesda yang berasal dari recofusing sebanyak Rp20.947.678.702,00 atau 53,04 persen atas alokasi anggaran sebesar Rp39.494.847.251.00.

Kementerian Keuangan melakukan pengawasan dan mendapatkan laporan Insentif Tenaga Kesehatan Daerah yang berasal dari Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun 2020 dan refocusing 8% Dana Alokasi Umum (DAU) 2021. Transparansi dan komitmen yang ditunjukkan Pemimpin Banten, Wahidin dan Andika, patut ditiru oleh pemerintah daerah selain sebagai pemimpin yang menerapkan aspek leaders. Kedua pemimpin tersebut tidak hanya sekadar memberikan arahan, namun juga memantik kepercayaan masyarakat dengan memberikan motivasi serta dukungan dalam menekan angka penyebaran Covid-19.

Pelaksanaan tata kelola pemerintahan kota Banten yang memiliki pandangan akan politik dinasti tidak diacuhkan oleh Andika. Meski beberapa keluarganya juga terjerat kasus transparansi, Andika membuktikan bahwa ia memiliki kapabilitas sebagai pejabat publik. Kemampuan tersebut ia buktikan dengan tindakan nyata yang berujung pada beberapa penghargaan seperti manajemen ASN yang mumpuni serta keberhasilan pelaksanaan K3 di beberapa perusahaan. Kesimpulan yang dapat ditarik yaitu seorang pemimpin sejatinya tidak dapat dinilai secara keseluruhan dari latar belakang keluarga ataupun sepak terjang anggota keluarga yang lain. Praktik politik dinasti belum tentu memegang pengaruh besar atas kepemimpinan seseorang apabila ditinjau dari kasus Andika Hazrumy. Karakteristik dan gaya kepemimpinan dari individu tersebut lah yang perlu dianalisis.

Penulis: Karina Putri Prarahmadanty

Referensi:
Sukri, M.A., 2020. Dinasti Politik di Banten: Familisme, Strategi Politik dan Rendahnya Partisipasi Politik Masyarakat. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik: 10(2), hlm 169-190.
Terry, George R. 2006. Prinsip-Prinsip Manajemen. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.
Burns, J., 2004. Transforming Leadership. Jakarta: Grove Press.
Sutisna. 2019. Dorong Perusahaan Maksimalkan Penerapan K3. Retrieved from https://kabarbanten.pikiran-rakyat.com/serang/pr-59616661/dorong-perusahaan-maksimalkan-penerapan-k3?page=2 (Diakses pada 13 Desember 2021).
Alwan, Hairul. 2021. Wagub Banten Mewanti-wanti Pejabat, Pelayan Publik Harus Bebas Pungli. Retrieved from https://banten.suara.com/read/2021/06/18/094224/wagub-banten-wanti-wanti-pejabat-pelayanan-publik-harus-bebas-pungli?page=1 (Diakses pada 13 Desember 2021)
French, J. R., Raven, B., & Cartwright, D. (1959). The bases of social power. Classics of organization theory, 7, 311-320.
Kellerman, B.L. (2008). Followership: How followers are creating change and changing leaders, MA: Harvard School Press.
Kelley, Robert E. (1992). The power of followership, New York: Doubleday Business.
Robbins, S., & Judge, T. (2015). Organizational Behaviour . New Jersey: Pearson Education.
Iman. 2019. Banten Terima Penghargaan K3 Dari Kementrian Tenaga Kerja RI. Retrieved from https://mediabanten.com/banten-terima-penghargaan-k3-dari-kementrian-tenaga-kerja-ri/ (Diakses pada 13 Desember 2021)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here