Dipaksa Mengundurkan Diri, Mantan Karyawan PT Pegatron Minta Keadilan

0
465
Foto : Gedung PT Pegatron Technology Indonesia Batam (red)

IndependenNews.com, Batam | Edwinsyah Putera Nduru, seorang mantan karyawan di PT Pegatron Technology Indonesia yang terletak di Kawasan Industri Batamindo, Kota Batam, Kepulauan Riau dengan terpaksa harus rela mengundurkan diri dari tempatnya bekerja.

Edwin yang ditetapkan sebagai karyawan permanen dan berprofesi sebagai leader di Gedung Lot 5 PT Pegatron tersebut dipaksa harus menandatangani surat pengunduran diri oleh HRD-nya karena terlibat perkelahian dengan rekan kerjanya pada 30 Maret 2022 lalu.

Sebelumnya, Edwin terlibat cekcok mulut dengan rekannya JS yang membuat terjadi perseteruan diantara mereka. Menurut pengakuan Edwin, JS bersama seorang rekannya mendorong dan memegang lehernya di dalam perusahaan tersebut.

Edwin yang ikut terpancing emosi pun akhirnya minta izin ke stafnya untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan JS di luar perusahaan agar tidak mengganggu ketenangan di Kawasan Industri Batamindo.

“Aku izin sama staf dan diizinkan lalu aku keluar dari PT. Pas keluar, mereka ada lebih 30 orang yang nunggu aku di depan PT dan dia (JS) datang dan nantang aku dan aku bilang jangan disini kalau mau diluar,” ucap Edwin saat diwawancarai di sekitar Simpang Kara, Batam Center, (11/08/2022).

Selanjutnya, Edwin menceritakan bahwa dirinya pun terlibat perkelahian dengan JS yang membuat JS harus dirawat di rumah sakit. Keesokan harinya, Edwin ditelfon oleh adminnya dengan alasan mau mengaktifkan bet. Bukannya membahas bet, malah perwakilan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) datang menginterogasi Edwin.

Singkat cerita, masalah Edwin dan rekannya JS pun berlanjut di kantor Polisi. Edwin ditetapkan sebagai pelaku, sementara korbannya JS. Edwin lalu diminta untuk membiayai biaya pengobatan JS dan Edwin menepati kewajibannya tersebut.

“Aku sudah memenuhi kewajibanku untuk membiayai pengobatannya, dan masalah kami sudah selesai,” ucap Edwin.

Selanjutnya, Edwin mengaku dipanggil oleh HRD-nya bernama Lenti. Lenti meminta untuk melakukan Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) kepada Edwin. Namun Edwin menolak untuk menandatangani surat PHK tersebut karena tidak tau apa alasan perusahaan untuk memberhentikannya.

Keesokan harinya, Edwin dipanggil dan diinterogasi kembali oleh SPSI dengan pembahasan yang sama. Terakhir, Edwin mengaku dipanggil oleh HRD-nya untuk yang keempat kalinya. Edwin pun datang keruangan HRD-nya dengan berat hati.

“Aku datang dengan berat hati dan HRD ngancam aku dan bilang kalo kamu gak mau tandatangan, besok kita ke Depnaker,” tuturnya.

Selanjutnya, Lenti kemudian meminta Edwin untuk mengundurkan diri saja, dengan alasan agar tidak susah saat mencari pekerjaan. Dengan berat hati, Edwin pun akhirnya menandatangani surat pengunduran diri tersebut, sementara rekannya JS masih dipekerjakan.

“Dengan berat hati, aku sakit hati kali di-PHK sepihak, aku gak terima masa yang satunya lagi di pekerjaan sementara aku dipaksa mengundurkan diri,” pungkasnya.

Edwin menyampaikan rasa kekecewaannya kepada PT Pegatron atas kejadian yang menimpa dirinya. Mengingat dirinya sudah memenuhi kewajibannya untuk membiayai pengobatan rekannya JS. Namun, dirinya tetap memperjuangkan keadilan untuk mendapatkan haknya.

“Saya minta keadilan kalau mau dipekerjakan ya dua duanya, kalau satu aja dipekerjakan aku minta hak ku seperti pesangon, dengan tindakan itu aku kecewa banget, aku disuruh mengundurkan diri secara terpaksa,” ungkapnya.

Edwin pun kemudian meminta bantuan kepada Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam untuk memfasilitasi dirinya bersama PT Pegatron untuk dilakukan mediasi terkait hak yang harus dia dapatkan setelah dipaksa untuk mengundurkan diri.

“Aku sudah mengadu ke Disnaker Batam dan hari ini rencananya pertemuan pertama untuk mediasi, tapi pihak PT Pegatron tidak hadir,” tutupnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, Independennews masih mencoba untuk melakukan konfirmasi kepada pihak PT Pegatron Technology Indonesia Batam serta pihak terkait. (SOP).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here