Pelabuhan Internasional Batam Center Pintu Utama PMI Ilegal ?

0
113

IndependenNews.com, Batam | Pelabuhan Internasional Batam Batam Center diduga kuat sebagai pintu pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal. Sebagai modos operandi yang kerap dilakukan para mafia perdagangan manusia ini dengan melengkapi Pasport pelancong.

“Dengan menggunkan passport pelancong maka para PMI Ilegal ini bisa dengan mudah lolos melewati Petugas Imigrasi, selanjutnya para PMI ilegal tersebut sudah ditunggu oleh calon majikan di Port Malaysia Situlang Laut,” ujar sumber media ini yang tidak mau namanya di publikasikan.

Ia menjelaskan, tentunya jika Para PMI ilegal ini dilengkapi dengan Pasport pelancong maka mereka akan sangat mudah lolas melewati Petugas Imigrasi pelabuhan Internasional Batam Center.

“Sangat mudah membedakan orang yang betul-betul melancong dengan orang yang pura -pura melancong. Tapi karena mereka berangkat ke malaysia pakai passport Pelancong, maka mereka bebas,” ujarnya

Pasca meredanya kasus Covid-19 dan kembali dibukanya pelabuhan internasional sejak Maret 2022 lalu, kesempatan ini diduga dimanfaatkan betul oleh sindikat PMI ilegal tersebut, yang memang diketahui sudah menjadi aktivitas lama dari para sindikat ini.

Bahkan para pelaku diketahui sering melakukan aksinya di Pelabuhan Batam Center dan Pelabuhan Harbour Bay. Menurut informasi dari salah seorang narasumber yang namanya tidak disebutkan, dalam sehari para pelaku ini bisa mengirimkan para TKI sebanyak 40 – 80 orang.

“Sebenarnya ini sudah merupakan aktivitas lama dari para sindikat ini. Hanya saja selama merebaknya Covid-19 pada tahun 2020 hingga tahun 2021 lalu, kegiatan ini sempat terhenti akibat ditutupnya akses pelabuhan menuju ke luar negeri,” ujar narasumber tersebut kepada wartawan, Selasa 06/09/2022.

Sambungnya, “Tapi sejak akses pelabuhan ke luar negeri kembali dibuka oleh pemerintah, kegiatan ini kembali marak. Bahkan setahu saya sekitar bulan Agustus lalu enam sindikat Pengiriman Pekerja Migran Indonesia ilegal ini sempat berhasil diamankan oleh pihak Kepolisian,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan, bahwa kegiatan ini diduga kuat dilindungi oleh oknum-oknum petugas yang bertugas di Pelabuhan Batam Center.

“Kalau dibilang dilindungi, ya kemungkinan gitulah bang. Menurut saya para petugas yang bertugas di kawasan pelabuhan pasti mengetahui aktivitas ini. Namun mereka berpura-pura tidak tahu saja,” pungkasnya.(red*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here