Kapolri Minta Kapolda Lampung Klasifikasi Cibiran Kapolres Way Kanan

0
457

Bandar Lampung,  independenNews.com-Kepala Kepolisian Resor Way Kanan, Ajun Komisaris Besar Polisi Budi Asrul Kurniawan, dilaporkan oleh sejumlah organisasi jurnalistik dan kewartawanan karena ucapannya yang kurang pantas dan menghina profesi wartawan serta memandang rendah media cetak atau koran dengan ungkapan kasar yang provokatif dan intimidatif.

Budi Asrul mencibir wartawan ketika jurnalis meliput keributan antara massa pendukung dan massa yang menolak angkutan batu bara di Kampung Negeribaru pada minggu dini hari (27/8/2017),

Senin (28/8/2017) pukul 15:00 wib, melalui sambungan telepon Dedi Tornando (Radar Tv Lampung) menceritakan kronologis peristiwa itu.  Sebelumnya pada sabtu malam (26/8/2017) sekumpulan massa menolak puluhan truk tronton yang mengangkut batu bara untuk melintas, hingga pada Minggu dini hari (27/82017), hampir terjadi keributan antar massa yang mendukung dengan masa yang menolak, disaat itulah Budi Asrul dan anak buahnya datang untuk menenangkan situasi di lokasi keributan.

Setelah berhasil menenangkan massa Budi Asrul Kapolres Way Kanan memerintahkan untuk dilakukan penggeledahan terhadap sejumlah warga yang dicurigai membawa senjata tajam, disaat itu Budi Asrul hendak memberikan wejangan kepada masyarakat dilokasi.

Dikatakan, Budi melarang dua jurnalis, yakni Dedy Tornando (Radar TV Radar Lampung) dan Dina Firasta (Tabikpun.com), merekam video kejadian itu, dan hanya mengizinkan merekam suara. Alasannya, Budi trauma dengan kejadian di Tulungbuyut, Gununglabuhan, gara-gara rekamannya saat berbicara di depan khalayak diunggah ke media sosial (Facebook), oleh salah satu wartawan televisi lokal lalu menuai ragam komentar di media sosial.

Budi lantas memerintahkan anak buahnya untuk menggeledah Dedy Tornando dan Dina Firasta. Namun mereka tidak terima dengan sikap tak bersahabat itu dan menganggap tindakan Budi adalah upaya menghalang-halangi kerja jurnalistik yang dilindungi undang-undang.

“Perintah itu sudah kami turuti tapi Kapolres malah menyatakan wartawan sebagai kotoran,” kata Dedy Tornando seperti dilansir Celebesnews.id.

 Dedi  menjelaskan Senin pagi (28/8/2017), Kapolres Way Kanan, Budi Asrul telah mendatangi kantor kelompok kerja dan posko IJTI Way Kanan di Jalan Myjend Ryacudu, Km 10 Kampung Negeri Baru Kecamatan Blambangan Umpu, dan menyatakan kekhilafannya seraya menyatakan maafnya, terang Dedi pada redaksi.

 Namun ungkapan Kapolres Way Kanan Budi Asrul terlanjur menjadi viral dan mendapat kecaman dari berbagai kelembagaan dan organisasi jurnalistik serta kewartawanan termasuk dari Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Lampung,

Melalui Ketua IWO Provinsi Lampung yang baru saja dilantik Wawan Sumarwan yang didampingi oleh Ketua Umum Jodhy Yudono serta Sekretaris Jendral Witanto, Wawan resmi melaporkan Kapolres Way Kanan, Budi Asrul di Polda Lampung.

Dalam pernyataannya Wawan mengaku tersinggung dengan ungkapan Kapolres Way Kanan Budi Asrul, “Tidak pantas seorang Kapolres berbicara seperti itu, ada rekaman dia ngomong apa, tidak pantas saya ulangi karena menyakitkan hati dan menyinggung SARA”, tegas Wawan.

Sampai berita ini diturunkan redaksi tidak bisa menghubungi Kapolres Way Kanan Budi Asrul, untuk melakukan konfirmasi, dari Last seen aplikasi jejaring whatsapp nya terakkhir aktif Minggu (27/8/2017) pada pukul 18:28.

Secara terpisah Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjend Polisi Rikwanto menambahkan pihaknya sedang melakukan klarifikasi kepada Kapolres Way Kanan Budi Asrul, dengan wartawan di Polda Lampung “ Sedang Diklarifikasi oleh Kapolda Lampung dan Kabid Humas, dengan wartawan Lampung”, singkat Rikwanto

(Sumber:CN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here