Independennews.com | Kabupaten Kupang – Suasana ceria dan penuh harapan tampak di halaman SDN 1 Baun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Selasa (10/3/2026). Puluhan siswa berseragam merah putih duduk rapi sambil memegang tas sekolah baru yang baru saja mereka terima. Senyum polos anak-anak tersebut menggambarkan kebahagiaan atas perhatian yang diberikan melalui kegiatan Aksi Peduli Sekolah Bank Mandiri.
Kegiatan sosial ini turut dihadiri langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang menyempatkan diri menyapa para siswa sekaligus memberikan motivasi agar terus belajar dengan semangat demi meraih cita-cita.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Region CEO Bali-Nusra Bank Mandiri Alexander Patty, Regional Operational Head Yosaphat Agustanto, Regional Humas Capital Head Handoyo Setia Budi, Area Head NTT Dewa Made Sugianta, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi NTT Selfi Nange, Lurah Teunbaun Donny Paprindrei, serta Kepala SDN 1 Baun Amarasi Barat Elisember Amtiran bersama para guru dan siswa.
Apresiasi untuk Kepedulian Dunia Pendidikan
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan apresiasi kepada Bank Mandiri yang terus menunjukkan komitmen mendukung dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur melalui berbagai program sosial.
“Sebagai wakil pemerintah dan masyarakat NTT, saya menyampaikan terima kasih kepada Bank Mandiri atas kepedulian dan komitmennya kepada masyarakat NTT, khususnya di bidang pendidikan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa membangun pendidikan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Gubernur Melki.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan sektor swasta sangat penting untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia di daerah.
“Kami berharap kolaborasi seperti ini terus terjalin. Dengan dukungan berbagai pihak, anak-anak kita akan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk meraih masa depan,” tambahnya.
Pesan Inspiratif untuk Para Siswa
Di hadapan para siswa, Gubernur Melki juga menyampaikan pesan inspiratif. Ia mengingatkan bahwa perlengkapan sekolah sederhana yang mereka terima hari ini dapat menjadi awal perjalanan menuju masa depan yang lebih baik.
“Barang-barang seperti tas, buku, dan alat tulis yang kalian terima hari ini adalah hal yang sama yang dulu saya gunakan saat bersekolah. Dari hal-hal sederhana itulah kita belajar, berjuang, dan akhirnya bisa meraih cita-cita,” ungkapnya.
Ia pun mendorong para siswa untuk terus belajar dengan tekun dan tidak takut bermimpi besar.
“Kalian semua adalah calon pemimpin masa depan. Ada yang nanti menjadi guru, dokter, pemimpin daerah, bekerja di perbankan, TNI-Polri, atau profesi lainnya. Yang penting terus belajar dengan tekun dan jangan mudah menyerah,” pesannya.
Komitmen Bank Mandiri untuk Pendidikan
Sementara itu, Region CEO Bali-Nusra Bank Mandiri Alexander Patty menjelaskan bahwa kegiatan Aksi Peduli Sekolah merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
“Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian Bank Mandiri terhadap dunia pendidikan. Kami ingin membantu anak-anak agar memiliki perlengkapan belajar yang memadai sehingga mereka semakin semangat menuntut ilmu,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa program tersebut menjangkau puluhan sekolah dasar di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
“Secara keseluruhan terdapat 24 sekolah dasar penerima bantuan dengan sekitar 2.000 paket bantuan di wilayah Bali-Nusra. Khusus di Provinsi NTT terdapat 14 sekolah penerima dengan total 1.167 paket bantuan,” ungkap Alexander.
Paket bantuan tersebut berisi tas sekolah, buku tulis, pensil, penggaris, penghapus, serta peraut, yang diberikan langsung kepada para siswa.
Bantuan yang Membawa Harapan
Kepala SDN 1 Baun Amarasi Barat, Elisember Amtiran, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada sekolah dan para siswa.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan bantuan dari Pemerintah Provinsi NTT dan Bank Mandiri. Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak kami dan tentu akan menambah semangat mereka untuk belajar,” tuturnya.
Di tengah berbagai keterbatasan yang masih dihadapi sebagian sekolah di daerah, bantuan perlengkapan belajar tersebut bukan sekadar tas dan alat tulis. Bagi anak-anak di Amarasi Barat, bantuan itu menjadi simbol perhatian, harapan, dan keyakinan bahwa masa depan mereka tetap memiliki peluang untuk tumbuh lebih cerah.
(MARCHELINO)