Terungkap Hutang Koperasi Tunas Muda Tembus Rp29.6 Miliar, Anggota Kelimpungan

0
762

INDEPENDEN NEWS.COM, TEBO — Anggota Koperasi tunas muda (KTM) kaget setelah mendapat informasi bahwa hutang koperasi Tunas Muda kepada PT.PHK mencapai Rp 29.612.700.557 untuk biaya investasi pembangunan kebun kelapa sawit pola mitra seluas 442 hektar dengan asumsi per hektar 62.872.000 di areal izin usaha perkebunan (IUP) PT.PHK di Desa Tuo Ilir Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo Provinsi Jambi

Informasi ini di ketahui oleh anggota dari keterangan Zamharel Pelaksana tugas bendahara (Plt B)koperasi (TM ) melalui pesan Whass Up di grub Anggota Koperasi (TM), hari ini Minggu (17/11/2019)

Plt Zamharel kepada Media mengatakan, bahwa informasi yang disampaikan nya kepada anggota Koperasi Tunas Muda adalah informasi yang akurat berdasarkan data yang di dapatnya dari dalam arsip dokumen koperasi.

Terkait dokumen koperasi tetang nilai hutang Koperasi yang mencapai Rp
29.6 Miliar, kata Zamharel, pihaknya sudah melakukan pertemuan antara pengurus koperasi (TM ) dengan unsur pimpinan dan jajaran manajemen perusahaan (PT.PHK) pada hari Kamis (19/10/2016).

“Dalam pertemuan tersebut kedua belah pihak membuat kesepakatan yang di tuangkan dalam notulen 6 point kesepakan diataranya tentang nilai hutang Koperasi Tunas Muda kepada perusahaan PT PKH.” ungkap Zamharel

Dia juga menjabarkan beberapa isi dalam notulen kesepatakan sebagai berikut :

1.Perusahaan telah menyatakan hutang koperasi kepada perusahaan (saldo dan bunga) per juni 2015 dari luas lahan 472 hektar sebesar Rp 29.612.700.557

2.Koperasi dan Perusahaan PT PHK setuju untuk melakukan pemisahan avdeling 5 menjadi 2 avdeling

3.Koperasi akan mempelajari dan membicarakannya dengan anggota mengenai perubahan surat kesepakatan (SPK) terkait relokasi biaya perawatan kebun dengan penetapan biaya secara aktual/real cost

4.Perusahaan telah menyampaikan kepada koperasi tentang kewajiban Koperasi sebagai badan usaha wajib memiliki nomor wajib pajak (NPWP)Nasional, Koperasi akan memastikan bahwa NPWP yang di miliki adalah NPWP nasional dan mengajukan PKP dan selanjutnya kopperasi akan menerbitkan faktur pajak, mulai bulan september 2016 setelah menjadi PKP dan di potong PPH sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku

5.Koperasi dan Perusahaan akan bersama memeriksa fisik kebun untuk menginventarisasi lahan yang perlu perawatan, tentative pada Kamis, 25 agustus 2016

Demikian notulen di buat dan di tanda tangani peserta yang hadir

Berikut kepengurusan Koperasi Tunas Muda saat itu yakni :

Ketua Koperasi: Hamim.SE
Sekretaris koperasi :Nevi chusni
Bendahara : Aswandi
Ka Pengawas : Numaidi
Pengawas : Ahyat udin

Dari PT.PHK
Hari santoso direktur
Supriadi Ahmad Kabag Kebun
Khairul anwar kabag umum
Michael haryant SHF
Kusnaseryanti accunting
Harianto malau kasi kebun
Zainudin Accunting
Marianto Ste Humas

Informasi tersebut juga di benarkan oleh Sulaiman Pelaksana tugas Badan Pengawas (Plt BP) Koperasi (TM).

Kata Sulaiman pengurus koperasi tidak berhak dan berwenang membuat keputusan atau membuat kesepakatan dengan pihak manapun apabila tidak memusyawarahkannya dengan anggota, apa lagi jika hal tersebut menyangkut aset dan investasi milik anggota.

“Apa dasar dan kajian pengurus waktu itu (periode 2013/2018) saat membuat kesepakatan dengan menerima hutang bea investasi pembangunan kebun koperasi ( TM) seluas 472 hektar senilai 29.612.700.552 sementara kondisi kebun banyak yang tidak sempurna bahkan ada yang tidak tertanam.” ujarnya kesal.

Menurutnya, Program pembangunan dibidang usaha perkebunan diserahkan kepada pengusaha besar (pemodal), yang dalam menjalankan usahanya berkerjasama dengan masyarakat. Tetapi lahan kebun masyarakat yang dikelola harus sesuai dengan standar pemerintah kelayakan kebun masyarakat.

Senada dengan itu Agus anggota Koperasi mengatakan, dirinya sangat kaget ketika mendengar jumlah hutang Koperasi mencapai Rp29.6 Miliar.

“Kita sangat terbebani dengan jumlah Hutang sebesar itu, bahkan yang menjadi beban kapan akan lunas hutang itu sementara hasil yang kita terima per bulannya hanya rata rata hanya 70 ribu per hektar, melihat kondisi itu, hutang tersebut sampai 7 turunan, anak cucu pun tetap tak kan lunas”. Yjarnya. (RM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here