LSM Belanda kirim bantuan bagi siswa Kurdi di Kobane

0
307
Poto : pasukan Kurdi memasuki Kota Kobane

Kobane, Timur tengah- sebuah Lembaga Suwadaya Masyarakat di Belanda disebut yayasan ‘Aid Ayn al-Arab menyerahkan bantuan berupa Bus Proyek Sekolah untuk sekolah dasar di kota Kurdi Suriah Kobane, dan menyediakan pakaian sekolah bagi murid sekolah dasar.

“Terima kasih kepada semua Anda kontribusi yang luar biasa, dukungan, dan kesabaran, sekolah telah menerima sebuah bus sekolah baru dan 500 paket bantuan !! Kami tidak bisa mencapai tujuan ini tanpa bantuan saudara dan kemurahan hati saudara saudaraku,” kata pemimpin organisasi tersebut.

yayasan Ayn al-Arab adalah salah satu dari beberapa organisasi yang telah menyerahkan bantuan ke kota Kobane yang hancur dalam perang melawan ISIS.

Penutupan perbatasan Turki membuat lebih sulit bagi organisasi-organisasi internasional dan regional untuk beroperasi atau memberikan bantuan kepada Kobane.

“Anda semua menyadari, logistik yang bekerja di suatu daerah sangat terpencil di semua sisi membuatnya sangat sulit untuk mencapai hasil apapun, tapi kami sangat berterima kasih atas dukungan Anda dalam memungkinkan kita untuk mendorong mewujudkannya!” Ujar Kelompok dalam sebuah siaran pers.

Organisasi ini telah tersedia setiap anak di sekolah dengan ransel penuh dengan perlengkapan sekolah, dan sekolah itu sendiri telah diberikan perlengkapan tambahan seperti kertas, pena dan pensil.

Kelompok ini saat ini sedang mempersiapkan untuk meluncurkan proyek baru untuk menyediakan 50.000 Euro senilai buku-buku untuk sekolah dasar di kota-kota Kurdi di Suriah utara, juga dikenal sebagai Rojava.

kepala hubungan luar negeri dari pemerintahan Kobane, Ibrahim Kurdo, mengatakan ada kekurangan dari LSM yang dapat membantu dalam rekonstruksi pro-perang Kobane.

“Secara umum, LSM tidak bisa masuk wilayah kami karena perbatasan turki tertutup,” katanya.

“Selain itu, Ranjau di Kobane perlu benar-benar dibersihkan, sebelum rekonstruksi,” kata pejabat Kurdi.

Saat ini, ada sejumlah Lembaga yang ingin menyalurkan bantuan obat-obatan, namun terkendala akibat tak bisa masuk wilayah kami,” katanya seperti dikutip dari beritaara

“Kami memiliki dua komite yang dibentuk: satu di Amed (Diyarbakir) dan satu di Belgia, tapi sayangnya belum ada yang mencoba untuk efisien membantu kami,” pungkasnya .
(sumber:beritaara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.