SMPN 18 Medan dan Orang Tua Siswa Bangun Sinergi untuk Pendidikan Berkelanjutan

Pertemuan pihak sekolah dan orang tua siswa kelas IX SMP Negeri 18 Medan, membahas sinergi pendidikan berkelanjutan dan persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 di di Jalan Kemuning Raya, Helvetia, Medan. Selasa (39/9/2025). (Dok. Independennews/Togar)

Independennews.com | Medan – UPT SMP Negeri 18 Medan menggelar pertemuan dengan orang tua siswa kelas IX di Jalan Kemuning Raya, Perumnas Helvetia, Medan. Selasa (30/9/2025).

Pertemuan itu bertujuan memperkuat komunikasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung pendidikan berkelanjutan, sekaligus menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada April 2026 mendatang.

Kepala Sekolah UPT SMPN 18 Medan, Dewi Sri Indriati Kusuma, S.Pd., M.Si, menyampaikan apresiasi atas kehadiran orang tua siswa.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan anak tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga peran keluarga.

“Kami dari pihak sekolah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan orang tua adalah kunci agar anak-anak bisa meraih cita-citanya. Nilai kasih sayang orang tua tidak tergantikan dengan apapun yang diberikan sekolah,” ujar Dewi yang juga Ketua Ikatan Guru Indonesia Sumatera Utara.

Dalam paparannya, Dewi menekankan pentingnya kedisiplinan siswa.

Ia menjelaskan bahwa sekolah rutin menggelar upacara bendera setiap Senin yang dilanjutkan dengan penampilan kreativitas siswa, sedangkan pada Selasa hingga Kamis, siswa mengikuti senam bersama.

“Semua kegiatan ini membangun karakter, disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan,” jelasnya.

Selain itu, SMPN 18 Medan juga menerapkan pembelajaran mendalam sesuai arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Para guru telah mengikuti pelatihan untuk mendukung metode tersebut.

“Alhamdulillah, literasi dan numerasi siswa terus meningkat. Kami ingin anak-anak terbiasa berpikir kritis, menganalisis, dan mampu menyelesaikan soal dengan tingkat berpikir tinggi,” tambah Dewi.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Tomson Hutasoit, S.Pd, menegaskan bahwa masa SMP adalah fase paling menantang karena siswa berada pada usia pubertas.

“Di masa ini, anak-anak sangat butuh perhatian ekstra, baik dari guru maupun orang tua. Kalau kita bersinergi, hasilnya akan sesuai visi misi sekolah, yaitu melahirkan generasi berilmu dan berkarakter,” katanya.

Selanjutnya, perwakilan guru wali kelas, Dewi Suryani, mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai di rumah.

“Kadang anak-anak membawa HP diam-diam dan sibuk bermain game saat guru mengajar. Karena itu, kami berharap orang tua juga mengawasi. Sekolah hanya bisa mendidik 50 persen, sisanya adalah tanggung jawab keluarga,” tegasnya.

Pertemuan tersebut juga diisi dengan sesi tanya jawab. Orang tua menyampaikan beragam pertanyaan dan masukan, mulai dari persiapan TKA, pola belajar anak di rumah, hingga pengawasan penggunaan gawai.

Pihak sekolah menanggapi secara terbuka dan menjelaskan strategi yang sudah disiapkan untuk mendampingi siswa menghadapi TKA mendatang.

Suasana pertemuan berlangsung hangat, para orang tua terlihat antusias dan bersemangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Pertemuan ditutup dengan ajakan agar seluruh orang tua dan sekolah bekerja sama mengawal anak-anak menghadapi TKA 2026.

Juga agar tercipta generasi yang beriman, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan. (tbs)

You might also like