Independennews.com | Kupang – Impian memiliki rumah yang layak akhirnya terwujud bagi Karel William Yohanis Corputty. Melalui program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) dari BPJS Ketenagakerjaan, ia kini dapat mengakses fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga ringan yang lebih terjangkau.
Penyerahan manfaat tersebut dilakukan secara simbolis pada Selasa (31/3/2026) di Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Kupang. Momentum ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan sektor perbankan dalam menghadirkan solusi bagi kebutuhan dasar pekerja, khususnya kepemilikan hunian.
Karel menjadi salah satu peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan yang berhasil memanfaatkan program MLT dengan plafon pembiayaan hingga Rp500 juta dan suku bunga kompetitif sekitar 7,75 persen.
Bagi Karel, program ini bukan sekadar fasilitas pembiayaan, tetapi juga jawaban atas harapan panjang untuk memiliki rumah sendiri.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan dan Bank BTN. Dulu saya berpikir memiliki rumah adalah sesuatu yang sulit dicapai. Tapi melalui program ini semuanya terasa lebih mungkin. Prosesnya mudah, bunganya ringan, dan sangat membantu kami sebagai pekerja,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kehadiran program MLT memberikan rasa aman sekaligus kepastian masa depan bagi dirinya dan keluarga.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTT, Wawan Burhanuddin, menegaskan bahwa program MLT merupakan salah satu bentuk komitmen negara dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja.
“Program ini hadir untuk menjawab kebutuhan dasar pekerja, yaitu memiliki rumah yang layak. Kami ingin memastikan peserta tidak hanya terlindungi dari risiko kerja, tetapi juga memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” jelasnya.
Menurut Wawan, fasilitas MLT dapat dimanfaatkan oleh peserta yang telah terdaftar minimal satu tahun sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Dengan syarat tersebut, diharapkan semakin banyak pekerja yang dapat mengakses manfaat pembiayaan perumahan ini.
“Kami mengajak seluruh peserta yang telah memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan program ini. Semakin lama menjadi peserta aktif, semakin besar manfaat yang bisa dirasakan,” tambahnya.
Sementara itu, pihak Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai mitra penyalur KPR menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program tersebut agar dapat menjangkau lebih banyak pekerja.
“Melalui program MLT ini, kami berupaya menghadirkan akses pembiayaan perumahan yang lebih mudah dan terjangkau bagi pekerja. Dengan bunga yang kompetitif serta proses yang lebih sederhana, kami berharap semakin banyak masyarakat pekerja yang dapat memiliki hunian layak,” ujar perwakilan BTN.
Program MLT sendiri merupakan salah satu inovasi layanan BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan akses pembiayaan perumahan dengan persyaratan lebih ringan dan bunga yang terjangkau. Kehadiran program ini diharapkan mampu menjadi solusi nyata bagi para pekerja dalam mewujudkan impian memiliki rumah.
Kisah Karel menjadi bukti bahwa dengan dukungan program yang tepat, mimpi sederhana untuk memiliki rumah bukan lagi sekadar angan, melainkan sesuatu yang dapat diwujudkan.
(Marchelino)