Kolaborasi Pemkab, Pemprov dan TNI/Polri, JTP 30 KM Akses Sudah Terbuka

Independennews.com | Taput — Guyuran hujan lebat selama dua hari dua malam sejak 24 November 2025 menyebabkan sejumlah kabupaten di Provinsi Sumatera Utara terdampak banjir dan longsor. Dampak bencana memunculkan kerugian besar, baik korban jiwa maupun kerusakan material, sehingga menuntut respons cepat dari pemerintah daerah untuk penanganan darurat dan pemulihan.

Di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), bencana ini menimbulkan korban jiwa dalam jumlah signifikan serta menghancurkan puluhan rumah warga.
Data per 30 November 2025 mencatat:

13 kecamatan terdampak dari total 15 kecamatan.

67 desa/kelurahan terdampak dari total 241 desa dan 11 kelurahan.

17.765 warga terdampak.

31 korban jiwa dan 18 orang masih hilang.


Dua kecamatan mengalami dampak paling parah, yakni Adian Koting dan Parmonangan, di mana sejumlah desa terisolasi akibat akses jalan tertutup longsor. Sementara Kecamatan Garoga dan Kecamatan Muara berada dalam kondisi aman terkendali.

Pemkab Taput Bergerak Cepat: Posko dan Pembagian Penanganan Wilayah

Mengacu kondisi darurat, Pemerintah Kabupaten Taput bersama Pemprov Sumut dan Pemerintah Pusat melakukan langkah cepat untuk memulihkan situasi.

Bupati Taput Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat (JTP) mendirikan Posko Penanganan Bencana di Kantor Bupati yang dikoordinir oleh para Asisten Sekda.
Penanganan wilayah dibagi dua:

Wilayah Adian Koting dipimpin langsung Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan.

Wilayah Parmonangan dikoordinir oleh Sekretaris Daerah Henry Sitompul.


TP PKK Turut Bergerak Bantu Korban

TP PKK Kabupaten Taput yang diketuai Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat ikut melakukan aksi sosial dan penggalangan bantuan bersama para kader. Ia menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap dokumen kependidikan siswa yang hilang, terutama bagi pelajar kelas XII yang akan menghadapi ujian.

“Banyak berkas pendidikan dan administrasi kependudukan siswa hilang. Kami berharap dinas terkait turun tangan untuk memfasilitasi pemulihan administrasi ini,” ujar Ny. Neny saat Rakor yang dipimpin Bupati JTP, Senin malam (1/12/2025).


Akses Terputus: Alat Berat dan Personel Diterjunkan

Untuk memulihkan akses yang tertimbun longsor, Pemkab Taput bersama Pemprov Sumut menurunkan sejumlah alat berat seperti excavator dan dozer. Fokus utama adalah pembukaan ruas jalan Adian Koting menuju Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, serta akses di Kecamatan Parmonangan.

Dari Kodam I/Bukit Barisan dan Polda Sumut, puluhan personel TNI–Polri dikerahkan guna membantu pembukaan akses dan pencarian korban tertimbun.

Sementara dari Pemerintah Pusat, bantuan datang melalui BNPB, Basarnas, Kementerian Sosial, dan instansi lainnya untuk mempercepat evakuasi desa-desa yang terisolasi.

Kondisi di Wilayah Terparah

Adiankoting menjadi titik dengan dampak paling berat. Dua hari terakhir, upaya difokuskan pada:

Pembukaan akses jalan nasional ke Tapanuli Tengah dan Sibolga.

Pencarian korban yang tertimbun longsor tebing gunung.


Di Desa Sibalanga, diperkirakan 21 warga tertimbun, dan hingga Senin baru 14 jenazah ditemukan. Sisanya masih dalam pencarian.

Di Desa Pagaran Lambung I, kantor kepala desa dan rumah dinas ikut tertimbun. Belasan truk ekspedisi juga terkubur material longsor dan belum dapat dievakuasi.

Di Parmonangan, tercatat:

5 korban jiwa di Desa Manalu Dolok (pekerja perusahaan pembangkit listrik).

7 korban jiwa di Desa Pertengahan.


Pangdam: Bantuan Udara Menjadi Solusi

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Rio Firiandy, saat meninjau lokasi di Adian Koting pada Sabtu (29/11/2025), menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BNPB dan Gubernur Sumut untuk mempercepat penanganan melalui distribusi logistik via helikopter.

“Dari udara terlihat banyak jalan terputus. Kami sudah laporkan ke Kepala BNPB dan Gubernur. Solusi paling memungkinkan adalah pengiriman bantuan dengan helikopter,” tegasnya.
“Seluruh personel akan terus bekerja tanpa henti sampai akses benar-benar terbuka dan masyarakat tidak lagi terisolasi.”


Bupati JTP: 30 Km Akses Sudah Terbuka

Bupati JTP menyampaikan bahwa kolaborasi TNI–Polri dan Pemkab telah membuka 30 km akses jalan, dan tersisa 5 km lagi menuju perbatasan Tapanuli Tengah.

“Tanpa bantuan TNI–Polri, tidak mungkin secepat ini. Dengan kolaborasi luar biasa ini, kita optimis target segera tercapai,” ujar JTP.


Presiden Prabowo Tinjau Langsung

Pada Senin (1/12/2025), Presiden RI Prabowo Subianto singgah di Taput untuk memastikan kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan bencana dan memastikan koordinasi berjalan optimal.

Dukungan Meluas dari Berbagai Pihak

Sejumlah lembaga swasta, organisasi keagamaan, dan komunitas turut menyampaikan bantuan berupa sembako dan kebutuhan dasar yang disalurkan melalui Kantor Bupati maupun posko-posko bencana di wilayah terdampak.
(Maju Simanungkalit)

You might also like