Taput — Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Rapidin Simbolon, menunjukkan kepeduliannya terhadap warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Utara. Pada Selasa (2/11/2025), Rapidin turun langsung ke Desa Sibalanga, Kecamatan Adian Koting, salah satu wilayah dengan jumlah korban terbanyak, untuk menyerahkan bantuan kepada masyarakat.
Kehadiran Rapidin didampingi oleh anggota DPRD Tapanuli Utara, antara lain Jimmi Tambunan, serta pengurus PDI Perjuangan Tiur Silitonga dan Agustinus Butarbutar. Mereka disambut warga yang masih berada dalam kondisi darurat pascabencana.
Prihatin atas Banyaknya Korban di Desa Sibalanga
Dalam kunjungannya, Rapidin mengaku awalnya fokus pemantauan lebih banyak tertuju pada wilayah Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga—dua daerah yang juga terdampak parah. Namun setelah mendapat laporan mendalam, ia terkejut mengetahui banyaknya korban di Desa Sibalanga.
“Tadinya perhatian tertuju pada Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga. Namun ternyata di Tapanuli Utara, khususnya di Desa Sibalanga, terdapat 21 korban,” ujar Rapidin.
Ia menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas musibah yang menelan banyak korban jiwa serta merusak puluhan rumah warga.
Apresiasi untuk TNI–Polri dan Pemda
Rapidin memberikan apresiasi atas upaya cepat dari TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam membuka akses jalan, mencari korban yang hilang, dan menyalurkan bantuan logistik.
Menurutnya, kerja kolaboratif di lapangan sangat penting ketika akses jalan banyak yang terputus dan sejumlah desa masih sulit dijangkau.
Soroti Kendala: BBM Langka dan Jalan Masih Rusak
Rapidin tidak menutup mata terhadap berbagai hambatan yang masih terjadi dalam proses penanganan bencana. Salah satunya adalah terbatasnya ketersediaan BBM yang menyebabkan kendaraan angkut bantuan harus menunggu lama untuk pengisian.
“Masih banyak kendala, termasuk kelangkaan BBM yang menghambat distribusi logistik. Banyak kendaraan harus antre berjam-jam,” jelasnya.
Ia juga mencatat bahwa beberapa akses jalan menuju Tapanuli Tengah masih terputus, sehingga distribusi bantuan membutuhkan waktu lebih lama dan memerlukan dukungan alat berat.
Untuk wilayah Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, Rapidin menekankan bahwa persoalan paling mendesak lainnya adalah ketersediaan air bersih.
Pemulihan Infrastruktur Harus Jadi Prioritas
Rapidin menegaskan bahwa langkah pemulihan pascabencana harus dilakukan secara cepat dan terarah.
“Pemulihan infrastruktur dan kelancaran distribusi logistik harus menjadi prioritas agar aktivitas warga dapat kembali normal,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan banyak masyarakat yang masih diliputi rasa takut dan trauma untuk kembali ke ladang atau beraktivitas seperti biasa akibat kuatnya guncangan dan risiko longsor susulan.
Rapidin berharap semangat gotong royong antara pemerintah, aparat, dan masyarakat tetap menjadi fondasi utama dalam pemulihan wilayah.
“Semoga penanganan bencana ini segera tuntas, baik di Tapanuli Tengah maupun di Tapanuli Utara,” tutupnya.
Warga: Bantuan Ini Sangat Berarti
Salah satu warga penerima bantuan, Hutagalung, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Rapidin.
“Bantuan ini sangat berarti bagi keadaan kami saat ini. Semoga Bapak Rapidin selalu sehat dan diberkati rezeki,” ujarnya.
Bantuan yang disalurkan menjadi simbol solidaritas di tengah kesulitan yang masih dirasakan masyarakat pascabencana.
(Maju Simanungkalit)