Independennews.com | Kupang — Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menegaskan bahwa kekuatan sebuah kota tidak hanya dibangun melalui kebijakan dan infrastruktur, melainkan bertumpu pada ketangguhan keluarga dan komunitas warganya. Penegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri Perayaan Natal Bersama sekaligus Pengukuhan Pengurus Ikatan Keluarga Besar Nagekeo (Ikebana) Kupang Periode 2026–2031 di Aula El Tari Kupang, Sabtu (17/1) malam.
Kegiatan diawali dengan Misa Syukur Natal yang berlangsung khidmat, kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan Badan Pengurus Ikebana Kupang oleh Ketua Dewan Penasihat Ikebana, Stefanus Lio, SVD, yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira).
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menekankan bahwa tema Natal “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga” memiliki relevansi kuat dengan kehidupan sosial masyarakat Kota Kupang. Ia memaknai keluarga tidak semata sebagai hubungan darah, tetapi juga sebagai ruang kebersamaan yang menumbuhkan solidaritas, harapan, dan kekuatan sosial.
“Kalau Kota Kupang mau kuat, maka keluarga-keluarga di Kota Kupang juga harus kuat. Dan keluarga itu tidak hanya ada di rumah, tetapi juga di lingkungan kerja, komunitas, diaspora, termasuk Ikebana seperti malam hari ini,” ujar Christian Widodo.
Di tengah padatnya agenda pemerintahan, termasuk penanganan dampak bencana angin kencang di sejumlah wilayah Kota Kupang, Wali Kota menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan bersinergi bersama komunitas masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan komunitas menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sosial dan mempercepat pembangunan daerah.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Ikebana dalam menjaga harmoni sosial serta mendukung pembangunan Kota Kupang. Christian Widodo menilai, berbagai capaian strategis Pemerintah Kota Kupang sepanjang tahun 2025 tidak terlepas dari dukungan komunitas dan partisipasi aktif warga.
Sejumlah capaian tersebut antara lain masuk dalam 10 besar Indeks Kota Toleran, meraih penghargaan Kota Damai dan Inklusif, TP2DD terbaik wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, serta peringkat pertama nasional dalam perencanaan pembangunan versi Bappenas. Selain itu, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintah Kota Kupang mencapai 80,1 persen berdasarkan survei Universitas Nusa Cendana dalam delapan bulan kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Serena C. Francis.
“Ini bukan soal kehebatan wali kota dan wakil wali kota, tetapi buah dari dukungan seluruh warga Kota Kupang, termasuk keluarga besar Ikebana. Capaian ini justru menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi NTT, Kanisius H. M. Mau, yang mewakili Gubernur NTT, mengajak Ikebana dan diaspora Nagekeo untuk terus mengambil peran strategis dalam menjawab tantangan pembangunan daerah. Isu penanganan stunting, perlindungan perempuan dan anak, penguatan sektor pendidikan, serta pengembangan ekonomi lokal berbasis gotong royong disebut sebagai agenda bersama yang membutuhkan keterlibatan komunitas.
Pada kesempatan yang sama, Marsianus Jawa, M.Si., kembali dikukuhkan sebagai Ketua Umum Ikebana Kupang untuk periode ketiga. Ia mengajak seluruh anggota menjaga solidaritas, memperkuat peran sosial organisasi, serta mendukung program-program nyata, termasuk rencana pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus Ikebana.
Perayaan Natal Bersama dan pengukuhan pengurus berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan persaudaraan. Momentum ini menegaskan Ikebana sebagai rumah besar diaspora Nagekeo yang siap bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan Kota Kupang dan Provinsi Nusa Tenggara Timur yang inklusif, toleran, dan berdaya.