Diduga Rugikan Nasabah, LPKNI Ancam Laporkan PT Clipan Finance Indonesia

0
568

MERANGIN, INDEPENDENNEWS.COM — Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) perwakilan Merangin yang berkantor di jalan lintas Sumatera KM 37, Kelurahan Pemenang, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, melayangkan surat somasi kepada menejemen PT. Clipan Finance Indonesia cabang Muara Bungo.

Somasi yang dilayangkan LPKNI ini atas perbuatan melawan hukum yang diduga telah dilakukan oleh perusahaan pembiayan PT. Clipan Finance Indonesia, yang telah merugikan Pramono Utomo nasabahnya selaku debitur.

Pramono Utomo adalah nasabah dari PT. CFI Cabang Muaro Bungo yang tercatat dalam akta perjanjian surat no 84701031211 yang di buat pada tanggal 9 april 2012, untuk pembiayaan pembelian 1 unit kendaraan bermotor roda 4 merk Daihatsu Xenia New /3 Xi Vvt-I Sporty tahun 2010, warna abu-abu metalik no rangka :MHK VI BA2 JAK055 369,No Mean: Df 17663,No Pol BH 1851 KI.

Pramono Utomo Nasabah PT. CFI Cabang Bungo ini diketahui telah melakukan pelunasan anggsuran pembayaran 1 unit kendaraan Roda 4 yang telah disepakati dalam akta perjanjian no : 84701031211 tanggal 9 April 2010.

Kerena telah melunasi seluruh angsuran kendaraan nya Pramono Utomo (Nasabah PT.CFI) merasa berhak untuk mendapatkan dan meminta surat bukti kepemilikan (BPKB) kendaraanya kepada pihak PT CFI, tetapi PT CFI tersebut menolak untuk memberikan BPKB kepadanya (Pemilik) dengan dalil, belum melunasi hutang tunggakan keterlambatan pembayaran sebesar Rp 56 juta.

Tentu nilai tunggakan tersebut mengejutkannya, kemudian pihak fainance menjelaskan kepadanya dan ahkirnya terjadi tawar menawar, dari sebelumnya Rp 56 juta, pihak Finance menurunkan nilai tunggakan Rp 36 juta, dari nilai itu masih terjadi nego dan kemudian diturunkan lagi menjadi Rp20 juta, namun terakhir kesanggupan konsumen hanya bisa Rp 5 juta, tetapi ditolak disertai dengan ancaman yang sifatnya intervensi untuk menakut nakuti konsumen.

Merasa terancam dan was was karena takut kendaraannya ditarik paksa oleh pihak leasing akhirnya Pramono meminta perlindungan kepada Lembaga perlindungan konsumen (LPKNI ).

Selain meminta perlindungan dari LPKNI, Nasabah PT.CFI ini juga mengkuasakan kepada LPKNI untuk melakukan upaya, baik secara mediasi maupun upaya hukum guna mendapatkan kepastian hukum dan menuntut haknya.

Berdasarkan informasi dan keterangan yang dirangkum oleh independennews.com, dari Ketua perwakilan LPKNI Merangin, Sukarlan SE, pada Selasa (18/2/20) di kantornya membenarkan bahwa mereka telah menerima kuasa dari salah seorang nasabah PT. CPI dengan nomor surat kuasa khusus No : 001/SK/-LPKNI – MRG/I/2020,

Dikatakan Sukarlan, bahwa pihaknya telah melayangkan surat kepada PT. CFI pada tanggal 20 januari 2020, perihal permohonan keringanan denda, tetapi permohonan tersebut di tolak oleh PT.CFI Cabang Bungo melalui surat balasan No: 132/CFI-LIT/TGB-MUG/1/2020, tertanggal 27 Januari 2020, dimana dalam balasan surat tersebut dapat diartikan penolakan terhadap permohonan yang diajukan.

Dalam suratnya, pihak finance mengingatkan dan menegaskan pada point point isi surat perjanjian antara Konsumen Pramono Utama dengan PT.CFI Cabang Bungo no :84701031211 tanggal 29 Januari 2020.

“Kami (LPKNI) Merangin sudah layangkan surat permohonan keringanan denda ke PT.CFI tapi permohonan di tolak dengan melalui surat balasan,” ungkap Sukarlan.

Salah satu point dalam isi surat balasan daro pihak PT. CFI menyebutkan bahwa jaminan unit sudah terdaftar dalam sertifikat pidusia No: W20.AH.05.01.TH.2011/STD tertanggal 23 April 2012.

“Kami menilai bahwa point tersebut adalah palsu dan kebohongan sebab konsumen merasa tidak pernah di hadapkan ke Notaris, untuk itu kita layangkan surat bantahan dan somasi.” ujar Sukarlan.

Lanjut Sukarlan, karena surat permohonan ditolak oleh PT. CFI, maka kami hari ini (18/2/2020) telah kirimkan lagi surat bantahan dan somasi kepada PT.CFI Cab Bungo ( surat No :002/Ban/MRG-LPKNI/II/2020 ) atas dugaan perbuatan melawan hukum yang telah merugikan konsumen (klien kami) berdasarkan undang undang no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

“Apabila PT.CFI masih mengabaikan surat Somsi dari ( LPKNI), maka kami akan lakukan upaya dan langkah langkah hukum, baik secara perdata dan pidana. Dan apabila finance masih ngeyel juga, kami akan lakukan upaya hukum sesuai perundangan yang berlaku, kita sudah pelajari kasus ini dan ada unsur perdata maupun pidananya koq.” cetusnya

Sukarlan menambahkan, team (LPKNI) sebagai organisasi swadaya perlindungan konsumen sangat faham dengan kasus terkait konsumen ini, setelah somasi kami akan melakukan gugatan perdata kepengadilan dan pidananya akan segera kita laporkan ke pihak yang berwajib.* tegasnya yakin.(Hrf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.