Independennews.com | Kabupaten Kupang – Duka mendalam menyelimuti keluarga seorang remaja di Desa Bone, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, setelah insiden tragis merenggut nyawanya di Embung Lama pada Kamis (19/03/2026).
Korban diketahui bernama Klaudius Siki (18). Ia dilaporkan tenggelam saat mandi bersama keluarganya sekitar pukul 10.00 WITA. Berdasarkan keterangan awal, korban diduga mengalami kram secara tiba-tiba sehingga tidak mampu bertahan di dalam air.
Kejadian tersebut sontak membuat pihak keluarga panik. Mereka segera melakukan pencarian secara mandiri di sekitar embung dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Pihak keluarga kemudian melaporkan peristiwa itu kepada Kepala Desa Usapi Sonbai, yang selanjutnya meneruskan laporan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kupang sekitar pukul 11.30 WITA.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang segera bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 11.50 WITA. Tim menempuh perjalanan sekitar 25 kilometer dengan estimasi waktu tempuh kurang lebih satu setengah jam.
Namun di tengah perjalanan, sekitar pukul 12.40 WITA, tim menerima informasi bahwa korban telah ditemukan oleh warga setempat dalam kondisi tidak bernyawa. Jenazah korban kemudian langsung dievakuasi oleh keluarga dan masyarakat menuju rumah duka.
Perjalanan tim penyelamat sempat mengalami kendala karena akses jalan menuju lokasi terputus akibat longsor. Setelah berkoordinasi dengan pihak desa setempat, tim akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan dan kembali ke kantor.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan pun dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Mexianus Bekabel, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban serta apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kejadian tersebut.
Ia menyebutkan bahwa berbagai unsur telah turut membantu proses pencarian, di antaranya Polsek Nekamese, BPBD Kabupaten Kupang, Tagana Provinsi NTT, serta masyarakat setempat.
“Sinergi dan kepedulian semua pihak sangat berarti dalam setiap operasi kemanusiaan. Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan, terutama di lokasi yang memiliki potensi bahaya, guna mencegah kejadian serupa terjadi di masa mendatang.