Bernas Asa, Mencipta Karakter Manusia dalam Dunia Pendidikan Taput

Bupati bersama Ibu, dan wakil Bupati Bersama ibu dalam Hardiknas Di Kec.Garoga

Independennews.com | Taput — Sejak dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Utara (Taput) pada 20 Februari 2025 lalu, Dr. Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat, S.Si., M.Si., bersama Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., terus berpacu mewujudkan visi-misi mereka di berbagai sektor, termasuk di bidang pendidikan.

Bagi keduanya, pendidikan bukan sekadar proses menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga sarana pembentukan karakter manusia yang berdaya saing dan berakhlak.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Taput, Bontor Hutasoit, menjelaskan bahwa sejumlah program unggulan kini telah berjalan. Di antaranya adalah Pembenahan Kelas Unggulan bagi 37 SMP, Program SAI TAPAIAS (Siswa/i Tapanuli Utara Peduli Kebersihan Lingkungan dan Sekolah), serta Program SAI TAPAMAJUMA (Tapanuli Utara Maretong, Manjaha, Martorsa).\

Pemberian penghargaan kepada guru berprestasi oleh Bupati Taput

Melalui Program Kelas Unggulan, siswa SMP kelas 7 hingga 9 diseleksi dan ditempatkan di kelas khusus yang dievaluasi secara berkala. Sistem pembelajarannya menggunakan metode pembelajaran berdiferensiasi, yakni pendekatan berbeda untuk siswa yang memiliki potensi akademik lebih menonjol.

“Kita ingin pembelajaran dilakukan secara berdiferensiasi agar sekolah, siswa, dan guru memiliki daya saing tinggi,” ujar Bontor.

Program ini juga ditujukan untuk menyiapkan lulusan agar mampu menembus SMA/SMK unggulan, dengan dukungan beasiswa pendidikan dari Pemkab Taput.

Dalam program SAI TAPAIAS, guru dan siswa diajak membangun kepedulian terhadap kebersihan sekolah dan lingkungan sekitar. Setiap sekolah diimbau menyiapkan sarana seperti tong dan lubang sampah (takkal).

Program ini menanamkan nilai tanggung jawab dan keteladanan sejak dini — mulai dari PAUD, SD, hingga SMP — agar karakter positif siswa terbentuk kuat dan menular ke masyarakat.

Bupati memberikan bantuan pendidikan kepada siswa Berprestasi

Program SAI TAPAMAJUMA merupakan gerakan literasi, numerasi, dan storytelling (seni bercerita) di sekolah.
Dalam bahasa Batak, Maretong, Manjaha, Martorsa berarti menghitung, membaca, dan bercerita — fondasi utama dalam membangun daya pikir kritis dan karakter intelektual.

Setiap hari sekolah difokuskan pada tema berbeda:

  • Senin–Selasa: Literasi dan storytelling
  • Rabu: Numerasi
  • Kamis: Hari budaya
  • Jumat: Hari sehat dan bersih
  • Sabtu: Hari berakhlak (kegiatan keagamaan/kerohanian)

Menurut Bontor, kegiatan ini menjadi bagian penting pembentukan karakter dan pelestarian kearifan lokal Taput di tengah arus globalisasi.

Selain program karakter, Pemkab Taput juga melakukan revitalisasi dan rehabilitasi terhadap 95 unit sekolah, hasil lobi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Rinciannya: 79 SD, 13 SMP, dan 3 TK/PAUD.

Langkah ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Taput dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan hingga pelosok desa.

Sebagai bentuk pelestarian budaya, Bupati JTP juga meluncurkan program “Beta Marulos”, yakni penggunaan motif ulos sebagai seragam dinas siswa dari tingkat PAUD hingga SMP.
Program ini bertujuan menanamkan rasa cinta budaya lokal sejak dini, sekaligus memperkuat identitas siswa Taput.

Dalam kunjungan ke SMP Negeri 1 Sipoholon, Bupati JTP menegaskan bahwa disiplin dan karakter merupakan nafas pendidikan.

“Jadilah manusia berkarakter sejak dini. Makanya kita buat program Sai TAPAIAS: bersihkan lingkunganmu, bersihkan dirimu,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan, karakter manusia dibangun melalui tiga aspek psikologis: kemampuan intelektual (aritmatika, ruang, gambar), ketahanan berpikir, dan kemampuan berkomunikasi (seni bercerita).

Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kecamatan Garoga (2 Mei 2025), Bupati menegaskan pentingnya pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Taput, termasuk daerah terpencil.

“Meski Garoga merupakan daerah paling jauh, setiap anak berhak atas pendidikan yang layak dan berkualitas. Pendidikan tidak mengenal batas,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Taput memberikan penghargaan Satyalencana kepada 18 guru berprestasi, serta bantuan pendidikan sebesar Rp 5 juta bagi siswa berprestasi.

Beberapa pencapaian luar biasa di antaranya:

  • 16 siswa diterima di SMA unggulan DEL dan Yasop Balige.
  • 2 siswa lolos ke University of California Davis dan University of California San Diego melalui program Beasiswa Indonesia Maju 2025.
  • 1 siswa peraih medali emas dalam Festival Sains Nasional (FSN).
  • 1 siswa SMP meraih Runner-Up I Putri Pelajar Sumatera Utara 2025.
  • 4 guru memperoleh penghargaan atas inovasi pendidikan.
  • 24 siswa menjuarai Olimpiade Matematika dan IPA tingkat SD–SMP se-Kecamatan Garoga.

Salah satu penerima penghargaan, Irene Renyta Silitonga dari SMAN 3 Tarutung, menyampaikan rasa syukurnya:

“Saya merasa sangat terhormat. Harapan saya, semoga SMAN 3 Tarutung bisa diperjuangkan menjadi sekolah unggulan di Tapanuli Utara,” ungkap Irene.

Bupati Taput dan ibu Neny Angelina Purba fota bersama dengan guru guru berprestasi

Bupati Taput bersama Siswa/i di SMP.N 1 Kec.Sipoholon

Bupati Taput memberi arahan dan Bimbingan kepada siswa/i di SMP.N 1 Kec.Sipoholon

(Maju Simanungkalit/Galery Foto )

You might also like