IndependenNews.com, Taput | Kecelakaan Maut mobil Innova Reborn yang terjadi pada Sabtu (13/8/2022) Pukul 17.00 WIB tepatnya di dekat SPBU Sipoholon, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumateta Utara, yang merenggut nyawa 4 orang patut di usut penyebab terjadinya kecelakaan maut tersebut.
Peristiwa kecelakaan ini ada dugaan bahwa penyebab kecelakaan itu disebabkan adanya tumpahan minyak pada bahu jalan, sehingga saat mobil melintas diatas bahu jalan yang terkena tumpahan jalan tersebut mengalami slip, dan oleng hingga terjatuh ke dalam jurang se dalam 100 meter, yang berada di samping jalan tumpahan Mintak Solar.
Salah seorang saksi mata pada peristiwa terjadinya kecelakaan kepada IndependenNews.com, Senin (15/8/22) R. Aritonang Warga Sipoholon yang rumahnya tak begitu jauh dari lokasi kejadian mengatakan, bahwa dirinya melihat langsung peristiwa kecelakaan tragis itu yang di duga disebabkan tumpahan minyak pada bahu jalan sehingga terjadi kecelakaan tragis.
“Ya, memang sebelum kejadian jatuhnya mobil inova itu, ada beberapa pengendara sepeda motor terjatuh di lokasi yang sama akibat terpeleset karena tumpahan minyak jenis solar,”ujarnya
Kemudian, sambung R Aritonang, berselang beberapa menit usai para pengendara sepeda motor terjatuh di lokasi, datang mobil roda empat melintas di jalan yang terkena tumpahan minyak sehingga pengendara roda empat itu oleng tak terkendali hingga terjatuh ke dalam jurang disisi jalan.
“Melihat kejadian itu kami bergegas melihat, curiga kenapa mobil itu terjatuh, setelah kita amati ada tumpahan minyak pada bahu jalan, yang kemudian untuk menghindari terjadinya kecelakaan susulan, maka saya taburkan sisa kulit padi (dedak_red) di sepanjang tumpahan minyak,” kata R Aritonang
Sementara itu, Harapan Sagala kerabat dekat korban lakalantas tersebut, mendesak agar Polres Taput mengusut dari mana asal muasal tumpahan minyak yang menyebabkan empat nyawa melayang.
“Kecelakaan maut itu bukan sebatas hanya kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) biasa. Namun disana ada human eror yang mungkin ada unsur kesengajaan atau tidak sengaja melakukan tumpahnya minyak di badan jalan. Karena itu, Saya selaku keluarga korban yang juga warga Taput, kita minta Polres Taput mencari siapa pelaku dibalik tumpahan minyak tersebut.”ujarnya
Untuk menyelidiki siapa dalang dari tumpahan minyak di bahu jalan itu, maka Polisi, bisa membuka CCTV dari SPBU Sipoholon yang berdekatan dengan lokasi kecelakaan maut tersebut.
“Saya tegaskan kembali Polres Taput harus mengusut tuntas siapa dalang dibalik tumpahan minyak solar itu,”ucapnya dengan nada keras.
Ia juga mendorong Pemda Taput agar memperbaiki pembatas jalan sebagai safety (pengaman) di sisi jurang.
“Saya minta pemerintah daerah dalam hal ini pemda Taput segera membangun pembatas jalan karena jurang disamping jalan itu sangat terjal, kita tidak ingin ada korban lain terjatuh ke dalam jurang itu,” harapnya
Sementara itu, Kapolres Taput AKBP.Johanson Sianturi melalui Kasi Humas Aiptu W.Baringbing mengatakan asal ceceran minyak di bahu jalan itu belum diketahui.
“Lagi pula ceceran minyak itu tidak begitu banyak. Hanya namanya minyak, Kalau ada di aspal membuat licin.Dan hasil olah TKP yang pasti pengemudi kurang hati hati, dimana posisi jalan tikungan dan agak naikan,”ujar Baringbing melalui aplikasi WA
Sedangkan terkait pengusutan asal muasal tumpahan minyak, Baringbing belum memberi komentar
Seperti diketahui pada hari Sabtu( 13/8/2022) sekitar pukul 18.30 wib, satu unit mobil Toyota Inova reborn mengalami kecelakaan maut di Jalan lintas Sipoholon-Siborong borong tepatnya dekat SPBU Sipoholon Kel.Situmeang Habincaran, Kec. Sipoholon,Kab.Taput yang menyebabkan 4 tewas dan satu orang luka luka.
Dimana keempat orang yang meninggal adalah Bonari Sagala(30),Mangasi Sagala(78),Sabam Sagala(60) dan Jahipas Sagala(67) serta satu orang yang selamat Frinandus Nainggolan(37) merupakan warga Desa Parbuluan lima,Kec.Parbuluan,Kab.Dairi.
(Maju Simanungkalit)