Pelaku Tindak Pidana Pornografi dan ITE Ahirnya Diungkap Ditreskrimum Polda Kepri

0
157

 

Independennews.com, Batam – Seorang tersangka SF (29) tindak pidana Pornografi dan ITE berhasil diamankan oleh Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri. Kasubbid Penmas Bidhumas, AKBP Imran menyampaikan hal tersebut lewat Konferensi Pers Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Jumat (23/04/21).

Imran mengungkapkan, kejadian berawal pada hari Rabu, 21 April 2021 sekitar pukul 14.00 WIB.

“Tersangka SF menghubungi korban inisial DS lewat pesan whatsapp agar korban segera menemui tersangka di simpang Melcem Batu Ampar, sambil mengancam korban apabila tidak datang segera maka video porno dan foto-foto bugil korban akan disebarkan ke teman-teman korban,” jelas Imran.

Imran juga mengatakan bahwa saat itu sedang hujan deras, lalu korban menunggu hujan reda dan langsung menemui tersangka disimpang Melcem Batu Ampar sekitar pukul 15.00 WIB.

“Sekira pukul 16.00 WIB, korban diberitahu oleh Saksi Nona bahwa ia telah menerima foto-foto bugil korban melalui pesan messenger facebook. Kemudian sekira pukul 18.00 WIB, korban diberitahu juga oleh Saksi Ely bahwa ia juga telah menerima dan mengetahui foto-foto bugil korban,” tambahnya.

Imran juga mengungkapkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihaknya sejak Maret 2021 lalu.

“Tersangka sering mengancam korban akan menyebarkan video porno dan foto bugil korban kepada keluarga dan teman korban apabila korban tidak menuruti kemauan tersangka, diantaranya tersangka juga meminta uang kepada korban sebesar Rp. 50.000.000,- Namun karena korban tidak menyanggupinya, maka korban mentransfer uang sebesar Rp. 2.000.000,- setiap bulan. Padahal sejak berpacaran, kartu atm milik korban sudah dikuasai oleh tersangka selama kurang lebih 4 (empat) tahun,” tambahnya lagi.

Ditreskrimum Polda Kepri berhasil mengamankan barang bukti yakni 1 unit handphone android merk Realme c3 model rmx1941, 1 bundel print out percakapan di media sosial berisi foto-foto bugil korban yang telah disebarluaskan dan 1 (satu) buah ATM BNI atas nama tersangka.

Pasal yang dipersangkakan adalah Pasal 29 UU RI Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi dan/atau Pasal 45 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik. dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun dan atau denda paling banyak 6 milyar rupiah. (SOP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here