Wakapolda Kepri Maafkan Jakobus Silaban, Hukum Tetap Lanjut

0
752

Batam, Independennews.com –Sidang Perkara Kasus dugaan penghinaan terhadap Wakapolda Kepri Brigjen Yan Fitri, kembali digelar di PN Batam dengan terdakwa Jocobus Silaban, dengan Majelis Hakim Ketua Renni Pitua Ambarita didampingi dua hakim anggota, dan JPU Syamsul Sitinjak. Senin, 24 September 2018.

Dalam Persidangan Saksi korban Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri mengatakan, bahwa perbuatan terdakwa Jocobus Silaban bermain kata-kata “Yang keluar ini nampaknya BD sabu sabu ya” di medsos Whatsapp FPK (Forum Penyelamat Konstitusi) beberapa waktu lalu adalah tindakan Konyol sebagai (Advokat) Penasehat Hukum yang juga mitra Kepolisian, Jaksa dan Hakim.

Hanya saja sebagai umat muslim dan juga Tokoh Masyarakat Melayu, dirinya iklas memaafkan terdakwa walaupun terdakwa belum pernah merasa bersalah dan meminta maaf.

“saya mengetahui kata kata penghinaan itu dari pak Soeryo dan pak Jumaga saat menghadiri acara di DPRD Kepri, dan rekan-rekan, tokoh-tokoh pemuda Kepri sudah keluar dari group tersebut. namun terdakwa sampai detik ini belum pernah secara langsung melakukan permintan maaf” Terang Wakapolda Yan Fitri dalam persidangan.

Lanjut Dia, Nomor yang di group Whatapps Forum Penyelamat Konstitusi (FPK) merupakan miliknya, namun dimasukkan ke group tersebut tampa izin oleh adminnya. sementara itu sebagai mantan Kabiro Humas Mabes Polri. HP saya cukup banyak group dari seluruh Indonesia, sehingga jarang dapat membaca,
dan keluar dari group karena pembahasan selalu menghujat pejabat. Selain itu terdakwa juga memperluas masalah dengan mengeluarkan peryataan melalui beberapa media online Batam dengan sikap tidak bersalah.

“Melalui Penasehat Hukum terdakwa ada melakukan mediasi permintaan maaf tetapi dari terdakwa tidak pernah dan ketemupun baru hari ini dipersidangan,” Kata Wakapolda Kepri.

Wakapolda mengatakan, Dirinya sudah bertugas di Kepolisian sudah puluhan tahun dan berbagai jabatan telah diembanya, sedangkan dikepulauan Kepri dirinya merupakan tokoh masyarakat sehingga menjadi panutan masyarakat Kepri.

“Jadi perbuatan terdakwa saya kawatir berdampak buruk terhadap keselamatannya, pasalnya anggota dan simpatisan saya dan pemuda-pemuda kepri juga merasa dilecehkan, namun saya berusaha atasi sehingga dapat semuanya diredam,”terangnya.

Majelis hakim anggota Taufik saat mempertanyakan terhadap Saksi Korban Wakapolda Kepri Brigjen Yan Fitri Halimansyah, apakah jika terdakwa meminta maaf secara langsung di persidagan tersebut, mau memberi memaafkan, akan tetapi proses hukum tetap berjalan.

“Sebagai umat muslim saya memaafkan yang mulia,” tegas Wakapolda.

Hal yang sama juga ditanyakan Majelis Hakim terhadap terdakwa Jocobus Silaban, apakah saudara bersedia meminta maaf secara langsung terhadap korban walaupun sebelumnya melalui penasehat hukum?.

“Bersedia yang mulia,” ujar Jocobus.

Sidang sempat memanas akibat salah satu dari simpatisan Yan Fitri mengeluarkan suara keras kepada terdakwa yang terkesan bertele tele untuk menjawab pertanyaan Majelis Hakim akan kesiapan dirinya untuk meminta maaf kepada korban secara langsung.

“kamu tinggal jawab aja mau apa tidak, ngak usah bertele tele, kami dari Pemuda Melayu Raya juga merasa dilecehkan dengan pernyataanmu kepada Pembina kami” ucap salah seorang Simpatisan Yan Fitri yang memakai baju Melayu Raya.

Diruang Sidang Soebekti, Wakapolda Kepri Brigjen Yan Fitri dan terdakwa Jocobus Silaban saling berjabat tangan saling memaafkan dan majelis hakim Taufik kembali menegaskan bahwa walaupun saling memaafkan proses hukum tetap berlanjut.

Sidang dilanjutkan dengan mendegarkan keterangan saksi korban Anas dan Aldi Braga, dan sidang ditunda minggu depan.

Wakapolda Kepri Yan Fitri setelah usai mengikuti sidang kepada Wartawan mengatakan, bahwa kasus yang menimpa terdakwa menjadi pembelajaran bagi pengguna medsos agar tidak mengabarkan serta memberi informasi Hoax dan menjadikan medsos jadi ajang bertukar informasi serta menjalin kekeluargaan.

“jangan sampai medsos disalahgunakan sehingga dapat jadi Hoax dan jadikanlah medsos jadi ajang informasi positif serta mejalin pertemanan dan persahabatan,”katanya.

Sementara itu saksi Aldi Braga selaku admin group FPK menjelaskan terkait permasalahan tersebut dirinya sudah menghimbau kepada terdakwa agar segera meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataannya, namun tidak di indahkan, sementara untuk aturan group FPK adalah semua komentar dalam group adalah tanggung jawab masing masing.

“saya sudah himbau di dalam group agar terdakwa klarifikasi dan meminta maaf, dan setiap komentar dan pernyataan di dalam group adalah tanggung jawab masing masing” terang Aldi Braga.

Dikutip di SIPP PN Batam. Berawal pada tanggal 9 Desember 2017, saksi Aldi Braga membuat grup whatsapp dengan nama grup FPK yang merupakan singkatan dari Forum penyelamat konstitusi pada aplikasi media sosial bernama Whatsapp yang bertujuan untuk membicarakan masalah konstitusi.

Lalu saksi Aldi Braga sebagai admin dari Grup Whatspp F. P.K memasukkan atau menginput nama-nama yang ada pada kontak handphone saksi Aldi Braga ke dalam grup whatsapp FPK diantaranya saksi Dr.Yan Fitri Alimsyah , saksi Anwar Anas, saksi H.Huzrin Hood, saksi Saut Haposan Tiar parulian Sibarani , saksi Said Andi.

Dan terdakwa Jocobus Silaban kira-kira pertengahan Desember 2017, adapun seluruh
anggotagrup FPK berjumlahsekitar200 (duaratus) orang.

Bahwa kemudian pada hari Rabu tanggal 17Januari 2018 sekitar jam 22.48 WIB wib, saksi Drs. Yan Fitri Alimsyah dengandengan nomor handphone +6281333071333 keluar atau meninggalkan grup whatsapp FPK tersebut, melihat ituTerdakwa memposting tulisan/komentar dengan kata-kata “Yang keluar ini nampaknya BD sabu sabu ya” yang diikuti dengan emot icon berwarna kuning 2 buah.

Selanjutnya saksi Saut Haposan Tiar parulian Sibarani melihat komentar itu yang juga merupakan admin grup whatsapp menyampaikan kepada terdakwa melalui chating pribadi mengatakan “Bang yang keluar itu Wakapolda, kalau bisa minta maaf karena beliau adalah komandan kita”.

Kemudian saksi Aldi Braga yang juga mengetahui komentar terdakwa tersebut bahwa yang keluar itu adalah Wakapolda Kepri yang merupakan pejabat di institusi Polri.

Bahwa atas postingan komentar terdakwa tersebut, saksi Drs.Yan Fitri Halimsyah MH, yang
menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau sebagai penegak hukum
merasa terhina dengan kata-kata terdakwa di grup whatsapp FPK yang mengatakan“Yang keluar ini nampaknya BD sabu sabu ya”

Karena BD adalah singkatan dari bandar yang artinya seseorang yang menyediakan narkotika jenis sabu sabu sehingga sebagai seorang anggota polisi dan mempunyai jabatan sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau, saksi korban berperan aktif dalam dalam pemberantasan narkotika sabu-sabu di wilayah hukum negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya daerah Kepulauan Riau.

Bahwa alat yang Terdakwa gunakan untuk menulis komentar di dalam grup whatsapp FPK yaitu dengan menggunakan handphone merek XIAOMI model tipe Mi 4i warna putih dengan nomor handphone 0811111842, IMEI 86139023669945 milik Terdakwa.

Bahwa menurut ahli Syofian Kuriawan, S.T., M.T.I., CEH, ECIH, CHFI dari Kementerian
Komunikasi dan Informatika telah melakukan pemeriksaan terhadap :

1 unit handphone merek XIAOMI model Redmi 3 warna golddengan nomor IMEI
869055021032580 warna silver yang berisikan 1 (satu) buah sim card telkomsel atau ICCID 89620130000743442669.

1 handphone merek XIAOMI Mi 4i warna putihdengan nomor IMEI 868139023669945 yang
berisikan 1 (satu) buah sim card telkomsel dengan nomor+62811111824.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, didapatkan Informasi Elektronik dan/atau
Dokumen Elektronik :

1 unit handphone merek XIAOMI model Redmi 3 warna golddengan nomor IMEI
869055021032580 warna silver yang berisikan 1 (satu) buah sim card telkomsel atau ICCID 89620130000743442669, di temukan dokumen atau informasi eletronik sebagai berikut :

User Account

Username : Acank42@gmail.com

Service type : com.google

Username : handokomahesa2016@gmail.com

Service type : com.google

Username : abahjakob2016@gmail.com

Service type: com.google

Username: anwar.anas1945@gmail.com

Service type : com.google

Name : Acank own

Username: 6285265023765@s.whatapp.net

Service type : whatsapp

Name : Anwar anas

Service type : facebook messenger

Name : own

Username : Own_owntalk

Service type : twitter

Percakapan WA Grup

Nama Grup : “DPPFPK

Grup created : 12/9/2017 23:04 (UTC+7)

Pembuat grup : 6281371302044@s.whatapp.net

Anggota grup : 328

1 handphone merek XIAOMI Mi 4i warna putihdengan nomor IMEI 868139023669945yang
berisikan 1 (satu) buah sim card telkomsel dengan nomor+62811111824, ditemukan dokumen atau informasi elektronik sebagai berikut :

User Account

Username : silaban.jacobus@gmail.com

Service type : com.google

Username : 62811111842@s.whatapp.net

Phone : mobile 811111842

Account name : silaban jacobus

Service type : whatsapp

Bahwa menurut Ahli Bahasa Diari Sapta Rindu Simanjuntak,S.Pd,M.Si dari Universitas Putera Batam kata-kata “Yang keluar ini nampaknya BD sabu sabu ya mengandung makna :

Emotif. Kata sabu-sabu mengandung makna emotif karena menimbulkan sebuah akibat berupa adanya reaksi/rangsangan mengenai pembicaraan terhadap apa yang di rasakan atau di pikirkan. Sabu-sabu menimbulkan reaksi emotif karena sabu-sabu di hubungkan dengan makna barang haram atau terlarang.pemilihan kata-kata “sabu-sabu tersebut di anggap sebagai tuturan bermakna penghinaan oleh pendengar.Intensi makna yang menekankan maksud pembicara.

Jika BD yang di maksud adalah bandar maka tuturan ini mengandung makna intensi. Seseorang yang di sebut BD sabu-sabu dan orang yang disebut sebagai BD sabu sabu itu keluar. Yang keluar itu adalah salah satu anggota grup WA atas nama Menner Janpi.

Makna Referensial makna yang berhubungan langsung dengan acuan yang di amanatkan oleh leksem. Jika “BD yang di maksud adalah bandar berdasarkan pengalaman di artikan sebagai cukong atau tengkulak.

Makna Pusat

Pada tuturan “yang keluar ini nampaknya BD sabu-sabu ya” yang menjadi makna pusatnya
adalah frasa “yang keluar” siapa yang keluar? itulah yang menjadi inti pembicaraan yang mana keluar adalah nomor 081333071333 sehingga tidak lain kalimat tersebut menunjuk kepada nomor tersebut.

Sehingga kesimpulannya secara semantik kalimat “yang keluar ini nampaknya BD sabu sabu ya” dapat di artikan sebagai kalimat ini mengandung makna kalimat berupa suatu pernyataan yang memberi suatu berita atau informasi dengan mengatakan bahwa nomor telepon 08133307 1333 yang keluar dan yang meninggalkan grup whatsapp FPK adalah bandar sabu sabu di karenakan kata BD itu sendiri erat kaitannya dengan sabu sabu.

Makna Leksikal dan Gramatikal

Kalimat “yang keluar ini nampaknya BD sabu-sabu ya merupakan jenis kalimat deklaratif yang mana kalimat tersebut menjadi sebuah berita yang menyatakan suatu informasi tanpa membutuhkan konfirmasi.

Apabila suatu tuduhan/fitnah tersebut tidaklah benar adanya maka orang yang membuat atau mengirimkan tulisan tersebut sudah membuat nama orang yang ditujunya tersebut tercenar dan hal itu berarti orang yang membuat dan mengirim tulisan“yang keluar ini nampaknya BD sabu sabu ya” di WhatsApp grup FPK tersebut melakukan penghinaan atau pencemaran nama baik terhadap orang yang ditujunya.

Bahwa perbuatan terdakwa JACOBUS SILABAN,SH sebagai mana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 45 ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi Elektronik. (P.sib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here