Total  Kapal Ilegal Fishing yang di Tenggelamkan Selama  2014-2018 Sebanyak 488 Kapal

0
124

Independennews.com , Jakarta — Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi selaku Komandan Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan secara Ilegal (Satgas 115) secara langsung memimpin penenggelaman 125 kapal pelaku illegal fishing, Senin 20 Agustus 2018.

Penenggelaman Kapal Ikan Asing (KIS) dilakukan secara serentak di 11 lokasi di seluruh Indonesia dengan rincian sebagai berikut:

1. Pontianak 18 Kapal
2. ‎Cirebon 6 kapal
3. ‎Bitung 15 kapal
4. ‎Aceh 3 kapal
5. ‎Tarakan 2 kapal
6. ‎Belawan 7 kapal
7. ‎Merauke 1 kapal
8. ‎Natuna/Ranai 40 kapal
9. ‎Ambon 1
10. ‎Batam 9
11. ‎Tarempa/Anambs 23 kapal
Total 125 kapal

Penenggelaman kapal dilakukan berdasarkan keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) untuk 116 kapal dan berdasarkan penetapan pengadilan untuk 9 kapal.

Kapal-kapal yang ditengelamkan mayoritas merupakan kapal perikanan berbendera asing
dengan jumlah 120 kapal.

Sementara itu, kapal perikanan berbendera lndonesia berjumlah 5 kapal. Rincian bendera kapal yang akan ditengelamkan adalah sebagai berikut :

1. Vitnam 86 Kapal
2. ‎Malaysia 20 Kapal
3. ‎Filipina 14 Kapal
4. ‎lndonesia 5 Kapal
Total 125 Kapal

Penenggelaman ini sengaja dilakukan pada momen peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang telah sama-sama kita rayakan pada tanggal 17 Agustus 2018 lalu. Sekaligus manifestasi dari upaya kita memberikan pesan kemerdekaan Indonesia untuk merebut kembali kedaulatan sumber daya perikanan lndonesia.

Sementara itu, Komando penenggelaman dilakukan di Bitung dengan alasan Wilayah perairan Sulawesi Utara merupakan salah satu wilayah merah illegal fishing karena menjadi fishing zone kapal-kapal pencuri ikan dari beberapa negara untuk mengambil kekayaan sumber daya perikanannya yang kaya, terutama komoditas tuna dan cakalang

Karena itu, banyak kapal-kapal pelaku illegal fishing berbendera asing maupun Indonesia yang ditangkap karena melakukan illegal fishing di perairan Sulawesi bagian Utara.

Pengamanan perairan Sulawesi Utara dari kapal-kapal asing yang masuk ke indonesia masih merupakan tantangan besar kita. Komando penenggelaman yang dilakukan disini diharapkan dapat meningkatkan motivasi aparat penegak hukum, antara lain TNI AL., POLRI, PSDKP dan Bakamla untuk meningkatkan pengamanan wilayah kedaulatan NKRI.

Kapal-kapal tersebut merupakan kapal yang ditangkap oleh unsur-unsur Satgas 115, yaitu TNI Angkatan Laut (TNI AL), Polair Baharkam Kepolislan RI

(Polair), Badan Keamanan Laut [Bakamla), dan PSDKP KKP karena melakukan tindak pidana dl bidang penkanan, antara lain :

a. Menangkap atau mengangkut Ikan dl Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik lndonesia (WPPRI) tanpa SIUP;

b. Menangkap Ikan dl WPPRI tanpa SIP;
c. Mengangkut Ikan tanpa SIKPI; dan

d. Menangkap Ikan dengan menggunakan alat penangkapan Ikan yang dilarang dan merusak lingkungan.

Berikut Rekapitulasi bendera kapal pelaku IllegaI/ishing sejak Oktober 2014 sampai dengan Agustus 2018 yang ditenggelamkan berjumlah dengan rincian sebagai berikut :

Vietnam 276 Kapal, Filphina 90 Kapal , Thailand 50 Kapal , Malaysna 41Kapal, Indonesia 26 Kapal, Papua Nugini 2 Kapal, Cina l Kapal , Belize l Kapal , Tanpa Negara 1 Kapal , total keseluruhan 488 kapal. (FD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.