Tim Kuasa Hukum Hendri Resmi Laporkan Oknum PNS Kota Batam ke Polresta Barelang

0
626

BATAM, INDEPENDENNEWS.COM — Terkait dengan Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Batam inisila VE yang diduga melakukan tindak pidana penipuan dengan modus menggadakan BPKB mobil atas nama diri sendiri, yang kemudian mobil yang BPKB nya digandakan itu dijual nya kepada Hendri diseputaran Pasir Putih Batam Center, pada Senin (18/11/2019) lalu.

Hendri bersama Tim Kuasa Hukumnya resmi melaporkan Oknum PNS Kota Batam ke Polresta Barelang karena tidak mempunyai itikad baik untuk menyelesaikan secara kekeluargaan, Sabtu (11/01/2020)

Hendri salah satu Pedangang jual beli mobil bekas mengatakan, bahwa Ibu Ve menjual mobil miliknya merk Daihatsu Xenia tahun 2012, No Pol 1933 EH Nomor Rangka MHKV1BB2JCK001301, Nomor Mesin DK41585 warna abu-abu kepada saya  dengan seharga Rp. 91.000.000, pada tanggal 18 November 2019

” Saya bersama Tim Kuasa Hukum Polma Nainggolan. SH dan Tony Antony Damanik. SH. S.Si sudah resmi melaporkan Oknum PNS tersebut ke Polresta Barelang, karena kami sudah menunggu itikad baiknya sampai jam 20.00 wib kemaren malam, untuk diselesaikan secara kekeluargaan, namun kami tidak mendapatkan kabar dari oknum Pns tersebut,” ujar Hendri kepada awak media ini di Mapolresta Barelang

Hendri menambahkan Dari informasi yang kita dapatkan Oknum PNS tersebut Bekerja di Dinas Kesehatan Kota Batam bagian Keuangan.

Kuasa Hukum Hendri, Polma Nainggolan SH, selaku kuasa Hukum dari Pak Hendri (Pelapor) mengatakan, klien kami merasa dirugikan atas tindakan saudari Ve.

“Kita sudah menunggu itikad baik dari Ve namun tidak ada kabar dari Ve. Sebelumnya awal desember tahun lalu, kita sudah melayangkan surat somasi I sampai akhir Desember 2019 lalu, untuk somasi ke II dengan meminta itikad baik serta pertanggung jawaban si terlapor (Ve), agar bisa bicarakan secara kekeluargaan.

“Kita juga sudah menghubunginya melalui telepon seluler dan melalui WhatsApp nya, itu juga tak mendapat respon, untuk itu, kami dari tim Kuasa Hukum akhirnya memilih untuk melalui jalur hukum, dan hari ini kita sudah buat laporan yang intinya dugaan tindak penipuan.” terangnya

Dijelaskan, Polma, Pada tanggal 18 Nopember 2019 klien kita membeli mobil Daihatsu Xenia dari VE melalui perantara seharga Rp. 91.000.000, dan biaya perantaranya atau uang jasa sebesar Rp. 6.000.000 jadi total nya Rp. 97.000.000.

“Penggadaan BPKB Mobil yang dijual kepada klien kami, diketahui saat korban (klien) menjual mobil tersebut kepada costumer bernama Sandi Damanik tanggal 20 November 2019 lalu, dengan cara mengajukan pinjaman kembali ke salah satu leasing Clipan Finance, karena alasan kekurangan dana untuk membayar cash kepada klien kami.

Seiring berjalan nya waktu atau angsuran Mobil, tiba-tiba pihak Polresta Barelang mengamankan Mobil tersebut, karena ada laporan pihak Wom Finance ke Polresta Barelang, informasi nya BPKB aslinya ada di Wom Finance.

“ Klien kami sangat kaget dengan kejadian tersebut, merasa terkena tipu oleh karena mobil yang di jual klien kami, kepada Sandi Damanik BPKB nya ganda, yang kemudian klien kami mengeluarkan dana dan bertanggung jawab untuk membayar sisa hutang piutang di Clipan Finance,” ungkapnya

Klien kami merasa dirugikan berlipat ganda, baik secara materi, waktu, biaya operasional dan biaya lain-lain yang kita perkirakan totalnya berkisar Rp. 170.000.000,

“Kita berharap Ve, yang informasinya bekerja di Dinas Kesehatan Kota Batam sebagai PNS bagian keuangan, kita minta semua kerugian klien kita di kembalikan.” ujarnya

Lanjut Polma, persoalan ini sangat miris, kok bisa BPKB baru diterbitkan Ve kembali, kemungkinan pasti Ve tahu kalau BPKB nya ada di Wom Finance yang angsurannya masih tertunggak masalah pembayaran.

Ini bukan rahasia umum lagi, penerbitan BPKB Baru karena ada laporan kehilangan ke pihak kepolisian serta membuat iklan di Koran sehingga pihak samsat menerbitkan surat kehilangan.

Perbuatan Ve, menurutnya, Ve sudah dua kali melakukan penipuan, pertama Ve membuat laporan surat kehilangan dari pihak kepolisian dengan cara membohongi petugas, padahal bukan hilang BPKB nya.

Kedua kerugian klien kita, dia dapat keuntungan dari menjual mobil dan mendapat uang lagi dari pinjaman ke Wom Finance, namun Ve tidak membayarkan masalah pembayaran yang tertunggak serta mengembalikan BPKB aslinya kepada klien kita, ada unsur mencari keuntunggan sendiri kalau secara hukum nya ini murni tindak pidana penipuan

Kami sebagai Tim Kuasa Hukum dari Hendri mengharapkan supaya pihak Kepolisian secepatnya dapat memproses kasus ini agar segera bisa dilimpahkan berkas P21 nya ke kejaksaan dan masuk kepersidangan.

Selanjutnya, setelah masuk kepersidangan nanti kita akan mengugat kembali secara perdata untuk menggugat harta pribadinya atau dari gajinya untuk mengembalikan kerugian klien kami.

“Apabila tidak mau berdamai nanti si Ve akan dua kali rugi, satu sisi dia menjalani pidana yang kedua hartanya akan kita Sita senilai kerugian klien kami, jangan dia (Ve) pikir apabila sudah menjalani hukum pidana menjadi lunas hutang, itu tidak ada dalam hukum, setelah nanti nya ada keputusan pengadilan menyatakan dia bersalah dan dihukum secara pidana maka muncul hak kita untuk menuntut hak klien kami secara hukum perdata.” Tutup Polma

Sampai berita ini di unggah Pihak Polresta Barelang serta pihak terkait belum bisa untuk di konfirmasi ( Very)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.