Satreskrim Polretabes Medan, Ungkap Kasus Pembunuhan Driver Taksi Online

0
164

MEDAN, INDEPENDENNEWS.COM –Polrestabes Medan, melakukan pres confrece atas kasus pembunuhan driver transportasi online di Kecamatan Medan Tembung, Deli Serdang.

Agung (23) tersangka pelaku pembunuhan, memasuki ruang pres confrence dengan tangan terborgol dan kepala menunduk, Kamis 19/03/2020.

Agung ini merupakan salah satu tersangka perampokan disertai pembunuhan terhadap driver taksi online Rahmadani Tarigan, yang terjadi di Kecamatan Medan Tembung, Deli Serdang, Minggu 15/03/2020 dinihari.

Agung mengaku, nekat melakukan aksi tersebut bersama abangnya karena ingin hidup di Batam. Aksi perampokan disertai pembunuhan itu direncanakan abangnya beberapa jam sebelumnya.

“Tujuannya supaya bisa pergi ke Batam dengan menggunakan mobil itu. Rencananya kami mau tinggal di Batam,” terangnya pelaku.

Wakapolrestabes Medan Ajun Komisaris Besar Polisi Irsan Sinuhaji, SIK, MH, menuturkan, bahwa dalam melakukan aksinya para pelaku menggunakan modus sebagai pemesan sebuah taksi online dari hotel sekitar Bandara Internasional Kualanamu.

“Pada Saat mobil sedang dikemudikan korban tiba di titik yang dituju, yakni di Titi Sewa, Medan Tembung, para pelaku berpura-pura akan membayar.

Namun bukannya membayar, kedua pelaku justru langsung mencekik korban dengan tali. Kemudian pelaku langsung menikam korban menggunakan pisau pada bagian dada dan wajah korban,” jelas AKBP, Irsan Sinuhaji, SH, SIK. MH.

Wakapolrestabes Medan juga menjelaskan, “Bahwa Pelaku Agung yang duduk di belakang sebelah kiri ikut melakukan penganiayaaan dengan obeng,” ujar Wakapolres Medan, didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjuntak, SIK.

Masi Kata Wakapolrestabes Medan,
“Setelah korban meninggal dunia,
kedua pelaku langsung membuang jasad korban kedaerah Bandar Khalipah. Rencana kedua pelaku, mobil korban akan dilarikan ke Batam. Sedangkan salah satu istri pelaku sudah menunggu di salah satu hotel di Medan dan bersiap akan berangkat bersama nenuju Batam, apabila aksi pelaku ini berhasil,” ungkap Wakapolrestabes Medan.

Wakapolrestabes Medan melanjutkan, “Sedangkan istri korban yang bernama Novita Br Bangun, yang curiga suaminya tak kunjung pulang, menanyakan keberadaan korban kepada rekan-rekan korban.

Novita bersama adiknya melakukan pencarian di sejumlah tempat tongkrongan suaminya. Sedangkan dari GPS diketahui dimana keberadaan mobil tersebut. Namun handphone korban sudah tidak bisa dihubungi.

Setelah puas mencari, akhirnya ketemulah mobil korban didaerah Jalan Letda Sudjono. Mobil tersebut langsung dipepet saat berada diwilayah hukum Polsek Percut Sei Tuan, yang kebetulan sedang melakukan razia kendaraan,” jelas Wakapolrestabes Medan.

Mengetahui yang membawa mobil itu bukan suaminya, istri korban langsung meneriaki perbuatan kejahatan dari kedua pelaku rampok tersebut, warga yang mendengar suara teriakkan tersebut langsung berdatangan dan seketika itu terjadi aksi massa. Salah satu dari pelaku akhirnya meninggal dunia.

Atas perbuatan pelaku maka pelaku dijerat dengan Pasal 365 ayat 4 atau pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup,” terang Wakapolrestabes Medan.

Sedangkan istri korban, Novita Br Bangun yang datang bersama kerabat dekatnya serta anaknya yang masih bayi, mengucapkan terima kasih kepada pihak Kepolisian Polrestabes Medan. Istri korban juga berharap kepada pihak Kepolisian, agar pelaku di hukum dengan senerat-beratnya.

“Saya ingin pelaku dihukum seberat-beratnya, sebagaimana dengan yang mereka perbuat terhadap suami saya Pak Polisi,” ucap istri korban Kepada Aparat Kepolisian dihadapan para wartawan. (Firman Ginting / Wahidin Lubis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here