Rugikan Keuangan Negara, Kejagung RI Sidik Kasus Dugaan Korupsi Penyerobotan Lahan Duta Palma Group

0
115

IndependenNews.com, Jakarta | Kejaksaan Agung (Kejagung) RI melakukan penyidikan terhadap perkara dugaan korupsi penyerobotan lahan di kawasan hutan PT Duta Palma Group.

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengatakan bahwa PT Duta Palma Group mengelola lahan seluas 37.095 hektare secara tanpa hak melawan hukum yang menyebabkan kerugian keuangan dan perekonomian negara.

“Dimana PT Duta Palma telah membuat dan mendirikan lahan tanpa dilandasi hak yang melekat atas perusahaan itu. Jadi dia ada lahan tanpa surat apa apa,” ucap Burhanuddin dalam konferensi pers di Gedung Kejagung RI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/6/2022).

Burhanuddin mengungkapkan bahwa pemilik PT Duta Palma Group sedang dalam posisi daftar pencarian orang (DPO) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Disebutkan juga bahwa perusahaan menggunakan pihak profesional dan keuangannya langsung dikirim ke tempat si DPO berada.

Lebih lanjut Burhanuddin menyebutkan bahwa sekitar dua minggu lalu, pihaknya telah menyita lahan tersebut dan menitipkannya ke PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V di Provinsi Riau.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, (perusahaan itu mendapat keuntungan) per bulan itu mencapai Rp600 miliar,” sebutnya.

Di samping itu, Kejagung juga telah melakukan kerjasama dengan Badan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pusat untuk membuat tim gabungan audit tata kelola industri kelapa sawit.

“Kemudian, kami akan selalu meminta bantuan untuk pelaksanaan audit misalnya audit yang dilakukan korupsi yang menyentuh rakyat kecil mulai dari minyak goreng, garam, ekspor besi akan kami selalu koordinasi dengan Menteri BUMN karena harga besi tidak dapat bersaing dengan harga besi yang ada dengan barang ekspor yang melimpah,” tutupnya. (SOP).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here