Polres Natuna Sosialisasikan Layanan Aplikasi Pengaduan Masyarakat

0
93
Foto : Kaporles Natuna AKBP Ike Krisnadian, S.I.K., M.Si

Independennews.com, Natuna – Polres Natuna memperkenalkan Aplikasi Dumas (Pengaduan Masyarakat) Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) kepada masyarakat Kabupaten Natuna, menyusul peresmian louncing yang dilakukan oleh Kapolri pada Rabu 24 Februari 2021.

Kegiatan sosialisasi tersebut langsung disampaikan oleh Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian, S.I.K., M.Si diruang kerjanya, terkait layanan pengaduan masyarakat yang terintegrasi tsebagai wujud transparansi dan penanganan keluhan bagi masyarakat luas khususnya masyarakat Kabupaten Natuna.

Baca juga : Bupati Anambas Abdul Haris Hadiri Rakor Pencegahan Korupsi Bersama Kepala Daerah Se Kepri dan KPK

Kaporles Natuna AKBP Ike Krisnadian, S.I.K., M.Si mengatakan, bahwa masyarakat kini tidak perlu datang ke Kantor Polisi untuk menyampaikan pengaduan. Leyat layanan aplikasi Pengaduan Masyarakat (DUMAS) Presisi yang talah disediakan melalui Aplikasi yang dapat diunduh di Google Play Store, masyarakat akan lebih mudah menyampaikan laporan secara online.

“Diinformasikan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau bahwa telah diluncurkan Aplikasi DUMAS (pengaduan masyarakat), yang dapat secara gratis di Download dan di Install pada Play Store ataupun dengan menggunakan website resmi https://dumaspresisi.polri.go.id”, Jelas Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian, S.I.K., M.Si.

Baca juga : Penutupan STQH ke VII, Wan Zuhendra Minta Para Khafilah Tetap Asa Kemampuan

Dengan aplikasi DUMAS Presisi, Polri dapat memudahkan masyarakat dalam membuat laporan. Selain itu, warga juga bisa melakukan pelaporan kinerja anggota Polisi.

“Aplikasi DUMAS Presisi menjadi bagian transparansi Polri dan handling complaint masyarakat luas. Memudahkan masyarakat dalam melaporkan hal-hal yang terkait dengan kinerja Polri dan anggota Polri”, Ujar Kapolres Natuna.

Meskipun Polri menerima segala laporan dari masyarakat, namun petugas akan tetap mengklarifikasi terlebih dahulu setiap laporan dari masyarakat yang masuk.

Baca juga : Bupati Anambas Abdul Haris Buka STQH ke VII Anambas

“Ada berbagai macam pentahapan. Terutama untuk menghindari orang-orang tidak bertanggungjawab, tetap kita harus ada klarifikasi. Contoh seperti identitas. Kalau identitas tidak terpenuhi tidak bisa masuk tahap kedua. Semuanya harus bisa terklarifikasi,” Terang Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian, S.I.K., M.Si. (*/AL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here