Permasalahan Dan Ketersediaan Air Baku Batam, Ini Penjelasan BP Batam

0
1119
Poto : Deputi 4 BP Batam, Robert (dok)

Investasi Besar Pendapatan Minus..

Batam-Dalam upaya memenuhi kebutuhan air baku di Kota batam. Badan
Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan ekspansi dengan membangun sejumlah
Waduk baru. Saat ini Batam telah memiliki tujuh Waduk yang memproduksi
kebutuhan air di Batam dengan kapasitas cukup besar. Meskipun demikian
keberadaan ke tujuh waduk tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan air dimasa
mendatang dengan perkiraan jumlah penduduk yang semakin bertambah.

Menurut badan organisasi Dunia WHO standar kebutuhan air per orang 200
liter/hari dan Kemen PUPR minimal 60 liter/hari. Kemudian Tahun 2015 asumsi
pemakaian air per perkapita rata 199 liter perhari.

“Analisa perkembangan pertumbuhan penduduk di batam sangat tinggi. Sebagai
Faktor pendukung tingginya pertumbuhan penduduk kota batam adalah Batam
sebagai kota industri, tentu sangat berpotensi mendatangkan pendatang baru.
Berdasarkan analisa Pertumbuhan penduduk tersebut batam sangat berpotensi
mengalami krisis air bersih dimasa mendatang. Oleh karena itu BP Batam telah
mempersiapkan dan mengantisipasi Krisis air melalui persiapan pembangunan
tampungan air atau waduk waduk dengan perkiraan Kebutuhan air dimasa medatang
untuk penduduk dengan jumlah 2.500.000 Jiwa.

Deputi IV BP Batam, Robert dalam pemaparannya belum lama ini di Gedung
Markerting Center, BP Batam mencontohkan Pemerintah Singapura mampu melayani
kebutuhan air baku untuk penduduk dengan jumlah berpenduduk 5 Juta jiwa.
Sementara untuk kota Batam, Kata Robert dengan penduduk 1,2 juta jiwa, kita
masih mampu melayani kebutuhan air untuk saat ini, Namun seiring dengan
pertumbuhan penduduk kita perlu mengantipasi dengan menambah jumlah waduk
tampungan air guna memenuhi kebutuhan air dengan perkiraan penduduk 2,5 juta
jiwa dimasa mendatang.

Nilai Investasi ;

Pada prinsipnya Ketersediaan air bersih bagi masyarakat tidak terlepas dari
peran dan kewajiban pemerintah untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat.
Jika dilihat dari besaran nilai investasi pembangunan waduk atau tampungan
air tidak sebanding dengan nilai pendapatan yang diperoleh dari hasil
investasi tersebut.

“Nilai invetasi yang digelontorkan pemerintah untuk pembangunan genangan
waduk tersebut? “Menurut keterangan yang disampaikan Deputi IV BP Batam,
Bahwa nilai investasi untuk pembangunan satuan waduk berbeda beda tapi cukup
pantastis, tergantung kapasitas Daya tampung Waduk. Dia mencontohkan untuk
pembangunan Waduk Sei Gong di Kecamatan Galang telah menelan Anggaran APBN
sebesar Rp350 Miliar.

Pendapatan Negara ;

Sebagai Hasil Investasi Pembangunan Waduk waduk Kota Batam? Deputi IV BP
batam mengatakan Pendapatan Negara dari Hasil investasi pembangunan waduk
yang menghabiskan anggaran yang cukup Besar itu. Katanya Pendapatan Negara Minus Bahkan tidak dapat mengembalikan anggaran yang terpakai. Sebab kata Robert, Penjualan air tidak sebanding dengan biaya pengelolaan air per kubikasi.

Pengawasan ;

Untuk menjaga daerah tangkapan air dan waduk batam sesungguhnya bukan hanya
menjadi tanggung jawab pemerintah, namun merupakan tanggungjawab masyarakat
sebagai pihak yang paling dirugikan apabila terjadi penurunan kwalitas air
baku.

Pengelolaan dan pengamanan waduk dikawasan PBPB Batam berdasarkan;

1. UU nomor 41/1999 tentang kehutanan
2. UU Nomor 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Hutan
3. Peraturan Kepala BP Batam nomor 24 tahun 2016 tentang pengelolaan dan
pengamanan waduk dikawasan PBPB Batam.

“Peran serta masyarakat, meskipun pemerintah melakukan upaya penertiban
kegiatan ilegal yang terjadi di daerah tangkapan air dan genangan waduk,
tanpa peran serta masyarakat untuk menjaga perlindungan dan keamanan Daerah
tangkapan air dan genangan waduk, maka sangat sulit bagi masyarakat batam
untuk mendapatkan jaminan kelangsungan penyediaan air yang berkualitas.

“Peringatan dan Penertiban adalah demi kelangsungan penyediaan air bagi
seluruh masyarakat kota batam, sesuai dengan peraturan dan perundang udangan
yang berlaku.’Ujar Robert

Permasahan dan Tatantangan Daerah Tangkapan Air dan Lingkungan Waduk ;

1. Kondisi daerah tangkapan air dan lingkungan waduk, sangat buruk karena
berdirinya rumah liar, PerambahanHutan, kegiatan Peternakan, Pertanian dan
Perikanan, Kerambah Ikan, Limbah Industri dan Rumah tangga dan enceng
gondok, dan kegiatan ilegal lainnya.
2. Pendangkalan Waduk akibat erosi dan Sedimentasi
3. Perubahan iklim Global dengan musim kemarau yang berkepanjangan (El-Nino)
Sementara itu, terkait gangguan dan pencemaran limbah industri yang mencemari
Waduk Duriangkang, Direktur Pengelolaan Air dan Limbah, Ir. Binsar Tambunan
mengatakan bahwa penampungan air atau waduk duriangkang sangat rawan
terhadap pencemaran limbah industri yang ada di batam Center. Mengingat
saluran pembuangan air dari industri kara Batam Center sebahagian langsung mengalir ke Ke waduk Duriangkang.

“Saat ini, kawasan industri batam center belum memiliki Water Treatment Plan
(WTP) sehingga air yang mengalir dari industri yang ada di batam Center
lansung mengalir ke Waduk Duriangkang.”Ucapnya

Kedepan, Kata Binsar pihaknya akan mengwajibkan kawasan industri memiliki WTP
atau penegolahan air Limbah sehingga air yang mengalir dari kawasan industri
ke Duriangkang sudah melalui permentasi, maka akan mengurangi pencemaran bagi
waduk Duriangkang sebagai waduk paling besar dan berkontribusi menyupalai air
di batam hingga 70 persen kebutuhan air di Kota Batam.”Kata Binsar Tambunan

Sementara itu, Melalui Kepala Satuan Direktorat Pengamanan (DirPam) BP Batam,
Budi mengatakan pihaknya akan segera melakukan upaya pemindahan rumah liar,
Kandang Ternak Babi yang berada di Sekitar lingkungan tangkapan Air.

“Kami sudah melayangkan surat peringatan pertama, kedua dan Ketiga, agar para
pemilik Ruli dan kandang Babi dipindahkan, namun jika tidak diindahkan maka
kami akan melakukan tidakan tegas, bahkan babi babi itu akan kita tembak lalu
di Bakar.”Ujar Budi (TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here