Pebalab F1 Rio Haryanto terancam kandas melanjutkan turnamen

0
404
Poto Pebalab Formula One Rio Haryanto
Poto Pebalab Formula One Rio Haryanto
Poto Pebalab Formula One Rio Haryanto

Jakarta-Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kecewa terhadap keputusan Manor Racing yang menggantikan pembalap Indonesia, Rio Haryanto, dengan Esteban Ocon untuk sembilan seri tersisa di Formula One (F1) 2016.

“Tentu saja kami kecewa, Manor mengambil keputusan sepihak, meski ada kewajiban yang harus dipenuhi Rio,” kata Deputi IV Kemenpora Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Gatot S Dewa Broto, Jakarta, seperti dilansir tirto

Jubir kemenpora mengaku pihaknya baru mengetahui keputusan Manor untuk melepas Rio akibat kegagalan manajemennya mendapatkan sponsor tambahan demi melunasi uang perjanjian kontrak sebesar 7 juta euro, dari pemberitaan media hari ini.

“Kami baru mengetahui informasi itu melalui media karena komunikasi terakhir dengan pihak Manor terjadi pada 18 Juli lewat surat pengingat yang mereka kirim,” tutur Gatot.

Dalam surat Manor mengingatkan ada kewajiban yang harus dipenuhi Rio. Jika tidak ada kepastian mengenai dukungan pendanaan untuk Rio maka balapan yang akan diikuti Rio berakhir di Budapest tanggal 24 Juli 2016 dan akan diganti oleh pembalap lain yang telah dipersiapkan.

“Faktanya kemudian Rio masih bisa turut bertanding di Hockenheim, Jerman, dan untuk itu kami balas suratnya tertanggal 28 Juli 2016 dengan mengucapkan terima kasih dan apresiasi pada Manor Racing karena telah memperhatikan Rio,” ucap dia.

Gatot menegaskan pihak Kemenpora akan menyerahkan sepenuhnya tawaran pihak Manor untuk menjadikan Rio sebagai pebalap cadangan di sisa musim F1 2016 kepada pebalap kelahiran Jawa Tengah tersebut.

“Mengenai status pebalap cadangan, kami kembalikan ke Rio. Kami tidak dalam posisi bisa memberikan rekomendasi menolak atau menerima, namun harapan kami sejak semula Rio dapat terus bertanding full di F1 musim ini,” ucapnya.

Gatot pernah menerangkan Kemenpora sudah putar otak agar bantuan untuk Rio diselipkan dalam APBN 2016, tetapi penolakan Komisi X DPR membuat rencana itu gagal.

Komisi X dan Kemenpora pun setuju meminta bantuan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) agar membantu, tetapi Kemenpar cuma mampu mengeluarkan bantuan senilai Rp5 miliar.

Di internal Kemenpora sendiri usaha patungan antarkaryawan dan program kerja sama dengan swasta hanya mampu menghasilkan bantuan tak lebih dari Rp300 juta yang masih belum mampu membayar sisa pendanaan bagi Rio.(tirto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.