Meracik Paradigma, Menuai Dolar dari Pengembangan Pariwisata Taput

Independennews.com | Tapanuli Utara – Sektor pariwisata menjadi salah satu tulang punggung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., menempatkan pengembangan pariwisata sebagai prioritas utama pembangunan, baik melalui pembenahan fisik maupun eksplorasi potensi dan promosi destinasi unggulan.

Kepala Dinas Pariwisata Taput, Sasma Hamonangan Situmorang, S.STP., M.Si., dalam keterangannya, Senin (3/10/2025), memaparkan berbagai langkah konkret yang telah dan akan dilakukan dalam upaya pengembangan kawasan wisata Taput.

Menurutnya, wujud keseriusan Pemkab Taput terlihat dari pengajuan proposal revitalisasi Menara Pandang dan Salib Kasih ke Kementerian PUPR. Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahap penyusunan master plan dan Detail Engineering Design (DED), dengan pelaksanaan revitalisasi Salib Kasih dijadwalkan dimulai pada awal tahun 2026.

Sebagai destinasi prioritas, kawasan Salib Kasih akan ditata ulang secara menyeluruh, mencakup penataan tempat ibadah, aksesibilitas kawasan, serta kios suvenir dan kuliner. Konsep revitalisasi akan menggabungkan nuansa klasik dan modern tanpa meninggalkan nilai budaya dan sejarah yang melekat, terutama terkait situs peninggalan misionaris Ludwig Ingwer Nommensen.

Kementerian PUPR juga telah menetapkan pembagian zonasi di kawasan Salib Kasih, yaitu zona rekreatif di Menara Pandang, zona penerimaan tamu, zona tempat ibadah, dan zona aksesibilitas dalam kawasan. Sebagai langkah awal, pada tahun 2025 akan dilakukan pembangunan jalan akses menuju Salib Kasih sepanjang 3,5 kilometer, dengan anggaran sekitar Rp27 miliar dari APBN.

“Tahun ini, atas usulan Bupati, pembangunan akses menuju Salib Kasih sepanjang kurang lebih 3,5 kilometer dari simpang menuju lokasi sudah mulai dikerjakan,” ujar Sasma.

Selain Salib Kasih, Pemkab Taput juga terus membenahi Geosite Hutaginjang yang menawarkan wisata olahraga ekstrem paralayang, rumah doa, serta pusat UMKM. Status Geosite Hutaginjang yang merupakan bagian dari UNESCO Global Geopark Toba Caldera kini telah dikukuhkan kembali dengan perolehan green card setelah revalidasi oleh UNESCO, menjadikannya salah satu destinasi geowisata berkelas dunia.

“Dengan revalidasi Toba Caldera UGGp oleh UNESCO, posisi Geosite Hutaginjang semakin strategis sebagai destinasi wisata geologi internasional,” jelasnya.

Dukungan terhadap pengembangan Geosite tersebut juga datang dari pemerintah pusat. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana yang berkunjung ke Taput beberapa waktu lalu menyatakan komitmennya mendukung pengembangan destinasi berbasis Geodiversity (keragaman geologi), Biodiversity (keanekaragaman hayati), dan Cultural Diversity (keragaman budaya) di seluruh kawasan Danau Toba.

“Kami mendukung penuh pengembangan Geosite di kawasan Danau Toba berbasis keanekaragaman geologi, hayati, dan budaya,” ungkap Menteri saat itu.

Selain dua destinasi utama tersebut, Pemkab Taput juga menaruh perhatian terhadap potensi wisata masyarakat seperti Air Panas Sipoholon, Kristiani Center, dan Air Soda Tarutung. Beragam kegiatan promosi juga digencarkan, antara lain Festival Kuliner, Fun Run, Festival Ulos, dan Fashion Show Ulos, yang digelar bersama berbagai mitra termasuk pihak perbankan.

Pada peringatan Hari Ulos Nasional, Dinas Pariwisata bersama Dekranasda Taput menggelar Festival Ulos dan Fashion Ulos. Ketua Dekranasda Taput, Neny Angelina Purba, menegaskan kebanggaannya terhadap generasi muda Taput yang aktif membina kelompok penenun ulos tradisional agar tetap sejahtera secara ekonomi dan menjaga warisan budaya.

“Kita harus bangga menggunakan ulos tenun gedogan, bukan hasil mesin. Ini karya leluhur kita, dan belum tentu dimiliki kabupaten lain di Sumatera Utara,” tegas Neny.

Sasma menambahkan, pentingnya mengangkat Taput sebagai titik nol peradaban penyebaran agama Kristen di Pulau Sumatera juga menjadi bagian dari strategi promosi wisata spiritual. Ia berharap dukungan dari masyarakat perantau untuk turut berperan dalam investasi dan promosi pariwisata Taput.

“Harapan kami, anak rantau ikut berperan aktif. Potensi pariwisata Taput sangat besar, tetapi investasi masih terbatas,” ujarnya.

Meski belum menyebutkan angka pasti target wisatawan, Sasma optimistis bahwa dengan pembenahan yang sedang dilakukan, jumlah kunjungan wisata ke Tapanuli Utara akan terus meningkat signifikan.

(Maju Simanungkalit)

Kunjungan Menteri Pariwisata ke Geosite Hutaginjang

Kunjungan wakil menteri Pariwisata disambut Bupati Taput beserta ibu

Neny Angelina Purba Ketua Dekranasda Taput, pada Festival Ulos Di Hari Ulos Nasional

You might also like