Lanal TBK Tanam 600 Bibit Pohon Mangga Dan Jambu

0
269

Karimun, Independennews.com — Lanal TBK melakukan penanaman bibit mangga dan jambu sebanyak 600 pokok. Kegiatan ini dipusatkan di Gedung serbaguna Desa pesisir Teluk setimbul laut Rw.08 Kel. Pasir panjang Kecamatan Meral Barat Kabupaten Karimun Provinsi Kepri, Minggu 4 November 2018,

Penanaman pohon tersebut mengangkat tema, “Penanaman bibit pohon mangga dan pohon jambu, oleh Lanal TBK bersama Dinas lingkungan hidup Provinsi Kepri dan pecinta lingkungan dalam rangka melestarikan lingkungan hidup di desa pesisir Kabupaten Karimun.

Hadir dalam kegiatan ini ialah Danlanal TBK Letkol Laut (P) Catur Yogiantoro, S.E., M.Tr Hanla, Dinas Lingkungan dan kehutanan Provinsi Kepri Riko, Kasi Rehabilitasi dan penghijauan lingkungan dinas lingkungan hidup Kab. Karimun Syahrudin, S.Pi, Dinas pertanian Kab. Karimun Ibu Tutik, Bappeda Kab. Karimun, Lurah Pasir panjang, RW dan RT Kelurahan Pasir panjang, Komunitas pecinta lingkungan Karimun, Pramuka Saka bahari, dan Masyarakat Kel. Pasir panjang

Adapun rangkaian Kegiatan diawali penanaman pohon secara simbolis
oleh Danlanal TBK, Dinas lingkungan hidup Kabupaten Karimun, dilanjutkan dengan penanaman pohon secara serentak.

Dalam kesempatan tersebut, Danlanal TBK Letkol Laut (P) Catur Yogiantoro, S.E., M.Tr Hanla mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan gerakan penanaman pohon sebagai program unggulan Pemerintah dalam upaya mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

“termasuk mengantisipasi pemanasan global serta melestarikan lingkungan hidup yang sehat,” ujarnya

Dikatakan Dankanal, bahwa pihaknya mengajak seluruh komponen Masyarakat Kabupaten Karimun untuk mendukung program Pemerintah dengan melakukan penanaman bibit pohon mangga dan jambu sebanyak 600 bibit di Desa Pesisir Kabupaten Karimun Wilayah kerja Lanal TBK.

” Seluruh komponen masyarakat harus ikut serta melestarikan lingkungan hidup karena, kelestarian lingkungan berperan sebagai penyangga kehidupan dan sekaligus menyediakan hasil yang bermanfaat, lahan yang terlihat gersang dan hutan banyak yang rusak akibat musim hujan dan banjir, sebaliknya pada musim kemarau mengalami kekeringan, ini pertanda bahwa kondisi hutan dan lingkungan sudah rusak. Untuk itu, kewajiban Kita menjaga kelestarian harta Anak Cucu Kita,” tandasnya

Menurutnya, Prinsip kelestarian, laju kerusakan hutan harus kita cegah sampai ambang batas minimal. Kita harus prihatin, bahwa hutan kita mengalami kerusakan yang luar biasa. Kondisi buruk itu tidak boleh di biarkan dan harus kita hentikan, mulai dari sekarang kita harus perangi secara terus-menerus hingga akhirnya hutan itu menjadi lestari.

“Sumber daya hutan dan lingkungan hidup merupakan bagian tidak terpisahkan dari pembangunan ekonomi, sosial dan budaya bangsa kita, Kegiatan penanaman ini tidak boleh hanya berhenti pada proses penanaman, tetapi juga harus di tindak lanjuti dengan gerakan pemeliharaan tanaman.” ujarnya

Sementara itu, Kasi Rehabilitasi dan penghijauan Dinas lingkungan hidup Kabupaten Karimun Syahrudin menyampaikan bahwa Setiap tahun dinas lingkungan hidup Kabupaten Karimun mendapat bantuan dari balai pengolahan aliran sungai dan hutan lindung sebanyak Rata-rata 20.000 batang untuk bibit penghijauan lingkungan, dan untuk bibit produktifnya 5000 – 10.000 bibit.

“Kepada seluruh adik-adik komunitas pecinta lingkungan yang berpatisipasi, apabila ada kegiatan-kegiatan aktifitas untuk penanaman penghijauan bisa menghubungi kami di dinas lingkungan hidup kabupaten Karimun, agar bisa didistribusikan karena kami hanya kordinator dari kementrian.

Pada Tahun 2018 sendiri bibit penghijauan yang diperoleh kurang lebih 35.000 batang yang terdiri bibit : mahoni, pulai, jengkol, dan durian, namun sudah kita distribusikan semua dan yang terakhir 7000 batang pohon produktif yang telah kita distribusikan juga, sisanya 600 pokok sebagai dedikasi perubahan iklim, untuk mengurangi tingkat abrasi didaerah pesisir

” Untuk pembibitan mangrov sudah kami usulkan ke provinsi karena itu menjadi kewenangan provinsi untuk kedepannya kita akan mengembangkan pembibitan mangrov.” ujarnya (razaali)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.