Independennews.com | Sumba Timur — Seorang warga Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dilaporkan hilang saat beraktivitas di Sungai Mondu, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tiga hari pencarian oleh Tim SAR Gabungan.
Korban diketahui bernama Sofiani Temba Kanggu (46), perempuan, warga Reti Jawa RT 005/RW 003, Desa Mondu, Kecamatan Kanatang.
Peristiwa bermula pada Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 09.00 WITA. Korban pergi ke Sungai Mondu untuk mencuci pakaian. Sekitar 30 menit kemudian, sang suami menyusul ke lokasi. Namun setibanya di tepi sungai, ia hanya menemukan pakaian dan barang-barang milik korban dalam keadaan tertinggal.
Menyadari adanya kejanggalan, suami korban segera melakukan pencarian di sekitar lokasi. Warga yang mendapat informasi turut membantu menyisir sepanjang aliran sungai. Namun hingga siang hari, korban belum ditemukan.
Kepala Desa Mondu kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang pada pukul 15.30 WITA sebagai kondisi membahayakan manusia dan meminta bantuan Operasi SAR.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 15.50 WITA, Tim Rescue Pos SAR Waingapu yang terdiri dari 10 personel diberangkatkan menuju lokasi menggunakan satu unit rescue car lengkap dengan peralatan SAR pendukung.
Pada hari pertama pencarian, hingga pukul 18.40 WITA, Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian serta menggunakan alat pendeteksi bawah air Aqua Eye. Namun hasil pencarian masih nihil. Operasi kemudian dihentikan sementara dan dilanjutkan keesokan harinya.
Memasuki hari kedua dan ketiga, operasi dimulai sejak pukul 07.00 WITA dengan briefing oleh On Scene Coordinator sekaligus Koordinator Pos SAR Waingapu, Willi Kilimandu. Berdasarkan rencana operasi (Renops), tim dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU), yakni SRU Darat 1, SRU Darat 2, dan SRU Laut, untuk memperluas area pencarian hingga ke muara sungai.
Operasi ini melibatkan unsur gabungan dari Pos SAR Waingapu, BPBD Kabupaten Sumba Timur, Polsek Haharu, Posal Waingapu, Polair Waingapu, Sat Brimob Waingapu, serta masyarakat dan keluarga korban.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar muara sungai, berjarak kurang lebih 1,5 kilometer dari lokasi kejadian kecelakaan (LKK).
Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh personel Rescue Pos SAR Waingapu bersama unsur SAR gabungan lainnya. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak Polsek Haharu untuk proses lebih lanjut sebelum dipulangkan ke rumah duka di Desa Mondu.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Mexianus Bekabel, S.Sos., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi tersebut atas kerja sama dan dedikasi selama proses pencarian berlangsung.
Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama pada musim dengan potensi peningkatan debit air dan arus yang tidak menentu.
(Marchelino)