Kepolisian Ungkap Pembunuhan Misterius, Ibu dan Anak Gadisnya

0
171

Lahat, Independennews.com — Penemuan dua jasad tanpa identitas di aliran Sungai Lematang di Dusun Lekung Daun, Kabupaten Lahat. Sosok dua mayat misterius tersebut berhasil diungkap yakni ibu dan anak.

Dikutip dari buserkriminal , bahww kedua jasad sebelumnya ditemukan sudah membusuk dan sulit dikenali, tetapi identitas kedua korban berhasil diungkap yakni bernama Ponia (39) dan Selvia (13) tercatat sebagai warga Gunung Gendang, Kecamatan Pagaralam Selatan.

“Selvia merupakan salah satu pelajar yang duduk dibangku SMP Muhammadiyah dan Ponia ibu kandung Silvia. Sementara itu, penangkapan terhadap pelaku berdasarkan keterangan beberapa saksi kunci, yang mengetahui awal kepergian korban. Kemudian petugas kepolisian Polres Pagaralam melakukan penyelidikan mendalam dan berhasil menangkap para tersangka.

Otak pembunuhan ini dilakukan seorang perempuan bernama Tika Heri (31) tercatat sebagai warga Jalan Mangga Prumnas Nendagung Kecamatan Pagaralam Selatan, serta dua tersangka pelaku pembunuh bayaran bernama M. Riko Apriadi (20) warga Kecamatan Lesung Batu, Lintang Kanan KabupatenEmpat Lawang serta M. Jefri Ilto Saputra (17) warga Perumnas Talang Jering, Kecamatan Talang Kelapo, Kota Palembang.

Penangjapan pelaku pembunuhan ibu dan anak itu dibenarkan Kapolres Kota Pagaralam AKBP Tri Saksono Puspo Aji SIK didampingi Waka Polres Kompol Tri Wahyudi, SH dalam siaran persnya (3/01/2019) di Mako Polres Pagaralam.

Dikatakan Tri, bahwa pembunuhan terhadap kedua korban merupakan pembunuhan terencana. Para pelaku ditangkap di satu tempat yang sama di Jalan Pemancingan Dua, Kelurahan Serengseng Kota, Jakarta Barat, Provinsi DKI tepatnya di rumah Penampungan TKI (2/1) 2019 pada pukul 13:00 WIB.

Lanjutnya, para pelaku sudah merencanakan pembunuhan selama sepuluh hari sebelum kejadian. Dan motif pembunuhan disebabkan hutang piutang, yakni lantaran tersangka Tika sakit hati karena selalu ditagih oleh korban.

Kedua korban dihabisi di areal perkebunan, simpang Mbacang, Kecamatan Dempo Tengah Pagaralam. Kedua korban dijemput langsung oleh pelaku dari rumahnya pada hari Rabu, 19 Desember 2018 pukul 17:00 WIB oleh ketiga pelaku dengan mengendarai sebuah mobil dan membawa kedua korban ke tempat kejadian perkara (TKP).

Saat di TKP Ponia turun duluan dari mobil dan langsung dipukul pelaku Riko dengan sebuah kayu ke muka korban sehingga korban terjatuh, pelaku Riko terus memukul korban berulang kali, karena masih bernapas korban dicekik.

Korban Selvia melihat ibunya dibunuh kemudian sempat melarikan diri, namun para pelaku behasil menangkap dan dipukul dengan kayu hingga tak bernapas juga. Setelah mengeksekusi kedua korban, para pelaku membawa kedua korban  yang sudah tak bernapas ke Jembatan Endikat pada pukul 21:00 WIB lalu keduanya dibuang dengan cara di lempar ke dasar jembatan Endikat.

“Para pelaku akan kita kenakan Pasal 340 KUHP dengan Ancaman Hukuman Mati Atau seumur hidup, serta akan kita dalami apakah ada pihak lain yang ikut terlibat dalam rencana pembunuhan ini,”Terang Kapolres.

Saat ditanya beberapa pewarta, tersangka Tika menjelaskan dirinya membunuh korban dengan menyuruh dua tersangka lainnya karena sakit hati di tagih utang oleh korban. Lanjut Tika, kedua pelaku pembunuhan bayaran sendiri masih ada hubungan keluarga dengan dirinya. ( Sumber : Buserkriminal)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.