JTP Nikmati Jalan Berbatu dan Terpencil di Kecamatan Parmonangan Taput

Bupati Tapanuli Utara (Taput) Dr. Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat, S.Si., M.Si. bersama istri, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), melakukan kunjungan kerja ke Desa Manalu Purba, Kecamatan Parmonangan, Senin (10/11/2025).

Independennews.com | Taput — Bupati Tapanuli Utara (Taput) Dr. Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat, S.Si., M.Si. bersama istri, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), melakukan kunjungan kerja ke Desa Manalu Purba, Kecamatan Parmonangan, Senin (10/11/2025).

Kunjungan ini bukan sekadar agenda pemerintahan, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan keberpihakan Pemkab Taput terhadap wilayah terpencil yang selama ini sulit dijangkau akibat kondisi infrastruktur yang terbatas. Rombongan bupati menempuh jalan berbatu, licin, dan berkelok tajam, yang membelah perbukitan hijau dan ladang warga, demi menyapa masyarakat di ujung Taput.

“Kami datang bukan hanya untuk melihat dari jauh, tetapi untuk merasakan langsung apa yang dirasakan masyarakat,” ujar Bupati JTP ketika tiba di lokasi, seraya turun dari kendaraan yang tampak berdebu akibat medan berat.


Dialog Hangat di Tengah Desa yang Terisolir

Dalam kunjungan tersebut, Bupati JTP menyempatkan diri berdialog dengan kepala desa, perangkat desa, guru, dan masyarakat setempat. Ia juga meninjau kondisi SMP Negeri 4 Parmonangan di Desa Purba Manalu yang tampak sederhana, namun sarat semangat juang para pendidiknya.

Kepala sekolah, Donni Siagian, tak kuasa menahan haru melihat kehadiran Bupati yang rela menempuh medan sulit demi mengunjungi sekolahnya.

“Sepuluh tahun saya bertugas di sini, jalan ini belum pernah diperbaiki. Baru kali ini kami dikunjungi langsung oleh Bupati. Semoga melalui kehadiran beliau, desa ini tidak tertinggal lagi,” ungkap Donni dengan mata berkaca-kaca.


Menanggapi hal itu, JTP menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah untuk tidak meninggalkan satu pun desa di Taput.

“Saya sengaja membawa mobil melewati jalan rusak agar kami semua melihat dan merasakan bagaimana beratnya akses warga ke sekolah dan pasar. Tahun depan, sudah kita siapkan anggaran Rp2 miliar dari APBD untuk peningkatan jalan di wilayah ini,” ujar JTP disambut tepuk tangan warga.


Program Prioritas dan Harapan Baru untuk Parmonangan

Selain peningkatan jalan, JTP juga memaparkan beberapa program strategis Pemkab Taput tahun 2026 yang akan menyentuh wilayah Parmonangan, di antaranya:

Pembangunan jalan penghubung Sihaporas–Tumus–Pertengahan,

Perluasan jaringan internet desa,

Penguatan ekonomi masyarakat berbasis pertanian dan perkebunan.


JTP turut menyoroti perubahan pola tanam masyarakat yang kini mulai beralih dari perkebunan karet ke sawit, sebagai langkah menuju peningkatan kesejahteraan.

“Kita lihat masyarakat sudah menanam sawit, ini menunjukkan semangat untuk berubah dan beradaptasi. Semoga hasilnya membawa kemajuan bagi keluarga,” tuturnya.


Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengajak masyarakat mendukung Program Sekolah Pemenuhan Pangan Bergizi Gratis (SPPG) dan menumbuhkan semangat belajar bagi generasi muda.

“Anak-anak harus jadi petarung, bukan penonton. Petarung itu tidak mudah menyerah, terus belajar dari tantangan, dan siap membawa Taput menjadi daerah unggul,” pesan JTP penuh semangat.


Pelayanan Langsung untuk Masyarakat Desa

Kunjungan kerja ini juga dirangkai dengan pelayanan terpadu langsung di lokasi, meliputi:

Pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis,

Pelayanan administrasi kependudukan (KTP, KIA, KK),

Pembagian alat pertanian dan bibit ikan,

Bantuan buku pelajaran untuk sekolah dan vitamin bagi lansia.


Suasana penuh keakraban tampak saat JTP berdialog santai dengan warga di halaman sekolah, mendengarkan keluhan sekaligus menyerap aspirasi mereka secara langsung.

Camat Parmonangan yang turut mendampingi rombongan menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian Bupati.

“Ini kunjungan pertama seorang Bupati yang menginap di wilayah kami. Kami merasa dihargai dan bangga, semoga kehadiran beliau membawa perubahan nyata bagi Parmonangan,” ujarnya.


Seni dan Harapan di Ujung Taput

Sebagai penutup, masyarakat dan siswa SMP Negeri 4 Parmonangan mempersembahkan tarian dan nyanyian tradisional Batak. Irama gondang dan ulos yang disampirkan di bahu Bupati menjadi simbol persaudaraan antara pemimpin dan rakyatnya.

Langit sore di Parmonangan tampak berwarna keemasan saat rombongan bersiap kembali. Jalan berbatu yang tadi menantang kini menjadi saksi langkah kecil menuju pemerataan pembangunan.

“Tak ada desa yang terlalu jauh jika niatnya untuk melayani,” tutur Bupati JTP sebelum meninggalkan lokasi.


Kunjungan ini meninggalkan pesan kuat: Pemerataan pembangunan dimulai dari keberanian pemimpin turun langsung ke akar persoalan rakyat.

(Maju Simanungkalit)

You might also like