Gurdacil di Lingga Jarang Masuk Sekolah, Kadisdik Lingga Berang

0
474

Silabuskepri.co.id , Lingga — Guru daerah terpencil ( Gurdacil) di beberapa daerah di kabupaten Lingga jarang masuk sekolah, hal ini membuat kepalan dinas pendidikan kabupaten lingga menjadi berang dan marah. Disdik berjanji akan bertindak tegas dengan membuat surat peringatan tertulis, jika juga tidak di indahkan maka hingga di berhentikan.

Kepala dinas pendidikan Kabupaten Lingga Junaidi Adjam, Senin ( 9/4/2018) mengatakan pihaknya tidak segan segan memberikan sanksi tegas kepada guru yang jarang masuk sekolah, terutama mereka yang mengajar di daerah daerah masih terbilang daerah terpencil.

Rasa kesalnyanya itu di dasari dengan hasil temuannya dalam Inspeksi mendadak di kecamatan kepulauan posek baru.

Dari hasil sidak bersama tenaga ahli bidang pendidikan Rudi purwonugroho, serta pengawas sekolah ke kecamatan kepulauan posek, di tiga sekolah yang ada, sungguh sangat memprihatinkan

” kehadiran tenaga pendidik sangat minim, misalnya saja di daerah Bangsal telok nipah, kepala sekolah dan pendidik lain tidak hadir, dari 10 tenaga pendidik yang hadir hanya 2 orang guru honorer saja, itupun yang tinggal di sana” ujar Junaidi saat memberikan keterangan kepada media.

” selain kondisi minimnya tingkat kehadiran guru, di tambah kondisi sekolah sangat tidak terawat” katanya.

Jadi mereka kurang fokus terhadap sekolah, sekolah di biarkan kosong , dan di telok nipah sendiri sarana dan prasarananya sudah tidak layak lagi,

Sementara untuk sekolah di pulau nuje, guru gurunya kurang motifasi dalam kegiatan proses belajar mengajar, mereka beralasan sudah jenuh,” terangJunaidi.

Selain beralasan sudah jenuh mereka juga mengeluh, karena guru di daerah terpencil sudah tidak lagi mendapat tunjangan guru daerah terpencil. Hal ini di akui Junaidi memang beberapa tahun kebelakang guru daerah terpencil tidak mendapat tunjangan lagi untuk lingga sendiri hanya satu daerah saja yakni Bekajang saja yang masih mendapat tunjangan Tucil.

” Saya sangat prihatin dengan kondisi seperti ini, Guru tidak berada ditempat proses belajar mengajar menjadi terhambat, kita akan berikan sanksi kepada mereka, sanksi pertama dalam waktu dekat ini saya kan membuat surat pringatan tertulis dan seterusnya jika kondisi yang di harapkan masih juga belum berubah, maka selanjutnya sanksi pemberhentian,” tutup Junadi ( juhari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here