Independennews.com | Medan – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan komitmennya untuk memperluas cakupan Universal Health Coverage (UHC) di seluruh wilayah Sumut.
Saat ini, dari 33 kabupaten/kota, baru 11 daerah yang telah tercover dalam program jaminan kesehatan tersebut.
Oleh karena itu, Bobby menargetkan seluruh kabupaten/kota di Sumut mencapai status UHC dalam dua tahun ke depan.
“Kita harus memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat. Saat ini, baru 11 kabupaten/kota yang tercover UHC. Insya Allah, dalam waktu dua tahun ke depan, kita pastikan seluruh wilayah Sumut mencapai UHC,” ujar Bobby Nasution dalam Rapat Paripurna DPRD Sumut, Senin (3/3), di Ruang Rapat DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan.
Bobby menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu program prioritasnya.
Ia menyoroti berbagai tantangan kesehatan di Sumut, seperti rendahnya angka harapan hidup, tingginya prevalensi stunting, serta maraknya penyakit menular.
Selain itu, perlindungan jaminan kesehatan bagi masyarakat perlu terus diperkuat untuk memastikan akses layanan kesehatan yang adil dan berkualitas.
“Kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Tantangan yang kita hadapi saat ini harus segera ditangani agar seluruh warga Sumut mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal,” tambahnya.
Dalam upaya percepatan UHC, Bobby meminta dukungan penuh dari pemerintah kabupaten/kota di Sumut.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemprov Sumut dan pemerintah daerah untuk memastikan program ini berjalan dengan optimal.
“Kami berharap seluruh kabupaten/kota memastikan keterlibatan aktif dalam program ini. Kolaborasi antara Pemprov dan Pemda sangat diperlukan agar target UHC di seluruh Sumut dapat tercapai,” tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Muhammad Faisal Hasrimy, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar Rapat Lintas Sektoral pada Jumat, 28 Februari 2025.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk memperkuat komunikasi, bertukar gagasan, dan merancang strategi percepatan pencapaian status UHC di Sumut.
Menurut Faisal, skenario pembiayaan menjadi salah satu aspek penting dalam implementasi UHC.
Berbagai model pembiayaan, termasuk skema cost sharing dan insentif bagi daerah, tengah dikaji dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal masing-masing kabupaten/kota.
“Kita harus merumuskan skenario pembiayaan yang efektif, baik melalui pendanaan penuh maupun skema berbagi biaya dengan kabupaten/kota, tentunya dengan memperhatikan kapasitas fiskal daerah,” jelas Faisal.
Dalam rapat tersebut, Faisal memaparkan bahwa 11 kabupaten/kota di Sumut telah mencapai cakupan UHC di atas 98%, di antaranya: Medan (98,91%), Tebingtinggi (89,17%), Pematangsiantar (99,55%), Sibolga (100%), Gunungsitoli (98,78%), Toba (98,27%), Pakpak Bharat (100%), Nias Barat (98,78%), Nias Utara (100%), Humbang Hasundutan (98,76%) dan Langkat (98%).
Dengan capaian itu, Bobby optimistis bahwa seluruh wilayah Sumut dapat mencapai UHC dalam dua tahun ke depan, sehingga masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas.
Rapat Paripurna DPRD Sumut tersebut turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumut Surya beserta istri, Sekdaprov Sumut Effendy Pohan, unsur Forkopimda Sumut, instansi vertikal, anggota DPRD Sumut, pimpinan OPD, serta berbagai elemen masyarakat dan media.
Diharapkan dengan adanya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, Sumut bisa segera mencapai target UHC 100% demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (**)