Dukung Industri Hilir Atsiri, Halal Center UNP Jadi Narasumber Workshop Kemenperin di Padang

Independennews.com | Padang — Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Halal Center Universitas Negeri Padang (UNP) menghadiri undangan sebagai narasumber dalam Workshop Pengembangan Industri Hilir Atsiri yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Industri Agro, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI).

Kegiatan strategis ini berlangsung selama dua hari, 26–27 November 2025, bertempat di Ruang Rapat UPTD Pelayanan dan Pengolahan Minyak Atsiri (PPMA) Sumatera Barat, Ulu Gadut, Kota Padang.

Mengakselerasi Visi Produsen Parfum Khas Sumatera Barat

Workshop ini digelar sebagai bagian dari upaya mempercepat pengembangan Pusat Flavor and Fragrance (PFF) Sumatera Barat, fasilitas unggulan yang dirancang untuk mendukung tumbuhnya industri hilir minyak atsiri. PFF disiapkan menjadi pusat maklon parfum dan aromaterapi bernuansa Islami berbasis minyak atsiri lokal.

Penyelenggara menaruh harapan besar agar Sumatera Barat mampu tampil sebagai produsen parfum alami berdaya saing, menghadirkan produk khas daerah yang mencerminkan identitas budaya dan religius masyarakat Minangkabau. PFF juga diarahkan untuk menghasilkan varian parfum berkarakter aromatik khas yang dapat digunakan dalam aktivitas ibadah, termasuk untuk jamaah haji dan umrah, dengan memanfaatkan komoditas unggulan seperti nilam dan sereh wangi.

Penguatan Regulasi dan Jaminan Produk Halal

Pada Hari Pertama (26 November 2025), workshop berfokus pada penguatan standar legalitas dan mutu produk, dengan menghadirkan narasumber dari tiga lembaga strategis:

1. DPMPTSP Sumbar — Perizinan Berusaha

Kepala DPMPTSP menjelaskan mekanisme Perizinan Berusaha Industri Parfum Alami, termasuk alur layanan terintegrasi melalui sistem OSS.

2. BPOM Padang — Regulasi CPKB

Kepala BPOM Padang memaparkan materi Sosialisasi Regulasi dan Persyaratan Sertifikasi CPKB sebagai standar wajib Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik.

3. Halal Center UNP — Jaminan Produk Halal

Kepala UPT Halal Center UNP, Miftahul Khair, Ph.D., menyampaikan materi inti berjudul “Penerapan Prinsip Halal dan Tata Cara Sertifikasi Halal untuk Produk Parfum Alami”.

Materi tersebut menekankan:

identifikasi kehalalan bahan baku (minyak atsiri, pelarut, fiksatif),

persyaratan fasilitas produksi,

alur pengajuan sertifikasi halal secara komprehensif,

mitigasi risiko bahan nonhalal dalam proses produksi parfum.


Praktik Formulasi dan Branding Parfum Bernuansa Islami

Pada Hari Kedua (27 November 2025), peserta mengikuti sesi praktik intensif yang dipandu oleh Ketua Aromapreneur Indonesia, William Wijaya. Sesi ini memberikan pendampingan langsung terkait:

teknik perancangan parfum alami bernuansa Islami,

pemilihan bahan baku yang halal, aman, dan ramah lingkungan,

strategi branding dan pemasaran digital sesuai tren konsumen modern.


Pelatihan ini memperkaya wawasan peserta mengenai peluang besar industri parfum halal dan tren global produk berbasis atsiri.

Kolaborasi untuk Ekosistem Atsiri yang Berkelanjutan

Workshop diikuti oleh pelaku usaha hilir atsiri, SDM UPTD PPMA, serta perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk kolaborasi kuat dan transfer pengetahuan yang berkesinambungan untuk mempercepat terwujudnya ekosistem parfum alami yang inovatif, kompetitif, dan berkelanjutan di Sumatera Barat.

(Dioni)

You might also like