SMKN 1 Padang Panjang Ambil Bagian dalam Launching Silat Tradisional se-Sumatera Barat

Independennews.com | Padang Panjang — SMKN 1 Padang Panjang dipastikan akan ambil bagian dalam kegiatan Launching Silat Tradisional sebagai ekstrakurikuler yang melibatkan SMA dan SMK se-Sumatera Barat. Keterlibatan ini menjadi wujud komitmen sekolah dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Minangkabau melalui jalur pendidikan formal.

Kepala SMKN 1 Padang Panjang, Gusti Kamal, menegaskan bahwa partisipasi sekolahnya dalam kegiatan tersebut bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dunia pendidikan dalam merawat nilai-nilai budaya lokal. Hal itu disampaikannya saat ditemui pada Jumat (23/1/2026).

“Silat tradisional bukan hanya olahraga atau bela diri, tetapi sarat dengan nilai adat, etika, dan pembentukan karakter. Melalui kegiatan ekstrakurikuler silat, kami ingin menanamkan disiplin, rasa hormat, serta kecintaan terhadap budaya Minangkabau kepada peserta didik,” ujar Gusti Kamal.

Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam memastikan budaya daerah tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda. Di tengah derasnya arus globalisasi dan pengaruh budaya luar, silat tradisional dinilai menjadi media pendidikan karakter yang efektif serta relevan dengan jati diri pelajar Sumatera Barat. Ia juga menyampaikan bahwa launching silat tradisional tersebut direncanakan berlangsung pada Sabtu mendatang.

Gusti Kamal menambahkan, SMKN 1 Padang Panjang telah mempersiapkan siswa-siswi terbaik untuk mengikuti rangkaian kegiatan launching. Para siswa tidak hanya dibekali latihan teknik dasar silat, tetapi juga pemahaman tentang filosofi dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap gerakan.

Launching silat tradisional sebagai ekstrakurikuler bersama ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan silat di lingkungan sekolah. Dengan dukungan lintas SMA dan SMK se-Sumatera Barat, silat tradisional diharapkan tidak hanya dikenal, tetapi benar-benar dipraktikkan dan menjadi bagian dari kehidupan pelajar.

“Harapan kami, silat tradisional dapat tumbuh dan berkembang di sekolah-sekolah, menjadi ruang pembinaan karakter, serta membentuk generasi yang tangguh, berakhlak, dan berakar kuat pada budaya daerah,” tambahnya.

Keikutsertaan SMKN 1 Padang Panjang dalam kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan kejuruan tidak semata berfokus pada penguasaan keterampilan kerja, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan identitas budaya. Melalui silat tradisional, sekolah berupaya menghadirkan pendidikan yang utuh—menyentuh aspek fisik, mental, dan nilai-nilai kehidupan.

Launching silat tradisional ini diharapkan menjadi langkah nyata memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pelestarian budaya Minangkabau, sekaligus menjadi warisan berharga bagi generasi muda Sumatera Barat di masa depan. (Dioni)

You might also like