DPP IKMA Gelar Aksi dan laporkan Kejari Asahan ke Kejatisu

0
137
Foto : Aksi Unjuk Rasa di depan kantor Kejatisu

Independennews.com, Medan | DPP IKMA (Dewan Pengurus Pusat Ikatan Komunikasi Mahasiswa Asahan) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejati Sumatera Utara, pada Kamis 23 September 2021 kemaren.

Demo tersebut digelar IKMA guna mendesak Kejari Asahan untuk menuntaskan kasus dugaan Korupsi di Asahan, selain itu IKMA juga maporkan Kejari Asahan kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara karena dianggap Lemah dalam menegakkan hukum.

Aksi Mahasiswa Asahan yang tergabung dalam organisasi Ikatan Komunikasi Mahasiswa Asahan (IKMA) dipimpin langsung ketua Umum DPP IKMA Anas Fadli dan Koodinator aksi Mhd.Alpin Azhari lubis.

Dalam aksi tersebut para demontran di kantor Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejatisu) membawa ayam potong sebagai teguran keras tanda ketidak berdayaan Kejari Asahan dalam Menangani kasus tindak pidana korupsi, seperti kasus yang baru-baru ini piral di kabupaten Asahan yaitu dugaan tindak pidana korupsi pengadaan sapi pada tahun 2019 yang berpotensi merugikan keuangan negara sekitar Rp 615.000.000.-

Selain itu, IKMA membuat aduan langsung kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara terkait permasalahan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Kab. Asahan yang diduga lemah akan penegakan hukum diwilayah kabupaten Asahan.

“IKMA menduga Terjadi Mall Praktik dalam penegakan hukum dan terkesan hanya sekedar memenuhi tuntutan Kejaksaan Agung yang “mengharuskan” adanya kasus Korupsi di setiap daerah.

Kejaksaan Negeri Asahan, menurut IKMA hanya mampu memenjarakan seorang “tukang buah” yang diketahui publik hanya lah “korban” dari perilaku para elit di Kabupaten Asahan, sementara para pejabat semisal PPTK, PPHP, Kepala Dinas, serta Otak pelaku nya sampai saat ini masih bebas berkeliaran. Hal ini tentu sangat tidak sebanding dengan gelontoran dana yang dikeluarkan untuk mengungkap sebuah kasus Korupsi.

Adapun beberapa Tuntutan IKMA kepada KEJATISU yakni ;

  1. Mengawasi Kejaksaan Negeri Asahan Agar bekerja bersungguh-sungguh dalam mengungkap Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Sapi T.A 2019 di Kabupaten Asahan.
  2. Menindak Oknum Kejaksaan Negeri Kisaran yang berani melakukan Praktik suap-menyuap dalam melaksanakan tugas nya.
  3. Mengevaluasi Kinerja Kepala Kejaksaan Negeri Asahan dan jajaran nya, karena tidak maksimal dalam menjalankan tugas nya sebagai Aparat Penegak Hukum.
  4. Memastikan Kejaksaan Negeri Asahan untuk bebas intervensi dan campur tangan dari pihak manapun dalam mengungkap Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Sapi T.A 2019 di Kabupaten Asahan.

Alasan IKMA menggelar aksi tersebut, Kata Ketua Umum DPP IKMA atas dasar penegakan hukum yang lemah di Kabupaten Asahan. Mendorong IKMA turun langsung ke Kejati untuk melakukan Aksi dan Melaporkan langsung persoalan lemahnya penanganan hukum Kejari Asahan. IKMA juga mendesak Kejaksaan Tinggi Sumut untuk mengevaluasi kinerja Kejari Asahan dan kalau bisa copot Kepala Kejaksaan Asahan karena dianggap lemah syahwat akan menegakkan kebenaran,” ujar Anas Fadli.

“Kami menggelar aksi ke Kejatisu dan melaporkan langsung persoalan lemahnya penagakan hukum di Kabupaten Asahan, karena itu kami membawa Ayam Potong sebagai simbolis dan oleh-oleh kami untuk Kejari Asahan yang menandakan Kejari Asahan lemah dalam setiap penanganan persoalan hukum di Kabupaten Asahan,” jelas Anas Fadli.

Fadli menambahkan, IKMA bersyukur aksi yang mereka gelar mendapat respon dan tanggapan dari Kabid Humas Kejatisu yang mengapresiasi dan berjanji akan memproses laporan yang mereka sampaikan dalam aksi unjuk rasa tersebut.

“Kami merasa senang karena laporan kami mendapat respon dari kabid Humas Kejatisu.”Tutupnya (SS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here