Diskusi Kebangsaan, IPNU Riau Deklarasi Tolak Radikalisme

0
73

PEKANBARU, INDEPENDENNEWS.COM — Tidak lama lagi Provinsi Riau akan menggelar Pilkada Serentak di sembilan kabupaten/kota tahun 2020 mendatang. Untuk mencegah terjadinya perpecahan akibat perbedaan pilihan, PW IPNU Riau menggelar Diskusi Publik dengan tema “Jalin Persatuan, Cegah Perpecahan Untuk Terciptanya Pilkada Serentak Tahun 2020 Yang Sejuk,” pada Selasa (26/11/2019) bertempat di Hotel EVO Pekanbaru, Riau.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh beberapa perwakilan organisasi kampus maupun paguyuban yang ada di Riau. Dalam Diskusi tersebut hadir dua narasumber dari akademisi, Dr. Panca Setyo Prihatin, S.IP.,M.Si menyampaikan materi terkait “Hakikat Pilkada untuk Kesinambungan Kepemimpinan Daerah,” sedangkan Hasan, M.Si yang berasal dari Komisioner Bawaslu Provinsi Riau menyampaikan materi terkait ‚ÄúPilkada Tanpa Politik Identitas (SARA).”

Dalam sambutannya, Saddam selaku Ketua PW IPNU Riau mengisakan tentang permasalahan 1-2 tahun belakangan yang disibukan dengan momentum politik. Dimana dalam momen tersebut banyak di suguhkan berbagai permasalahan yang kompleks, yaitu perpecahan di tengah masyarakat.

“Sebagai kader IPNU yang bernaung pada Nahdlatul Ulama (NU), kami selalu melaksanakan apa yang dikampanyekan oleh NU tentang kedamaian bernegara untuk kenyamanan bernegara,” ucap saddam.

Sementara itu, Dr. Panca Setyo Prihatin, S.IP, M.Si dalam pemaparannya menyampaikan bahwa hakikatnya bangsa Indonesia punya sejarah panjang dalam perjuangan spirit-spirit kebangsaan yang muncul dari jati diri bangsa.

“Spirit tersebut harus kita jaga, sebagai cita-cita para pendiri bangsa, maka dari itu hal-hal yang berkaitan dengan Radikalisme harus dihindari dan dicegah sejak dini. Apalagi momen-momen pilkada sering sekali menjadi bahan perpecahan di masyarakat karena berbeda pilihan. Hal tersebut tidak boleh diteruskan dan tidak boleh terjadi, karena kita harus terus mengedepankan kesatuan dan persatuan dalam setiap kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama pada pilkada serentak 2020 nanti,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Hasan, M.Si mengatakan, bahwa ketika kita berbicara tentang politik identitas, maka sangat erat kaitannya dengan Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA).

Maka dari itu kita perlu berhati-hati dalam merangkai kata-kata dan berkomunikasi dengan menggunakan media sosial, karena saat ini media sosial sangat rawan terhadap isu-isu adu domba, hoaks yang mengarah kepada politik identitas yaitu SARA.

“Ke depannya saya berharap pelajar/ mahasiswa dapat membantu menjaga persatuan dan kesatuan dengan menjadikan pilkada serentak 2020 nanti yang sejuk dan tetap damai,” tutup Hasan.

Di akhir acara, Saddam yang merupakan Ketua IPNU Riau mengajak semua peserta untuk mendeklarasikan komitmen kebangsaan para Pelajar Mahasiswa Riau.

“Kami Pelajar Mahasiswa Riau
Siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang berbhinneka tunggal ika.”

“Kami Pelajar Mahasiswa Riau Menolak segala bentuk radikalisme yang berawal dari ujaran kebencian, provokasi, berita hoaks dan isu SARA, serta lebih mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam menyelesaikan setiap persoalan demi menjaga kondusifitas masyarakat demi terselenggaranya Pilkada serentak 2020 yang aman, damai dan bermartabat di Propinsi Riau,” ucap saddam diikuti seluruh peserta.

M. Owen Maulana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.