Dana BUMDES Dungkait Raib, Pj Kepala Desa Dungkait Desak Segera Diganti

Independennews.com | MAMUJU – Pj Kepala Desa Dungkait mendesak Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) untuk segera mengganti dana desa yang telah hilang cuma-cuma.

“Hingga saat ini dana desa hilang cum-cuma atas penyalahgunaan Ketua Bumdes dan belum ada kejelasan kapan akan digantikan. Belum ada kejelasan ini dinda soal kapan mau digantikan Dana yang hilang cuma-cuma kemarin,”Kepala Desa Dungkait Syarifuddin, Sabtu (22/3/2025).

Selain itu, Ia juga menegaskan agar segera menyelesaikan dana desa yang hilang sebanyak Rp.30 juta.

“Kita berharap agar cepat mengganti dana desa itu,” pungkasnya.

Sebelumnya telah diberitakan atas kasus dugaan penyalahgunaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) sebanyak Rp.30 juta oleh ketua BUMDES Dungkait, Senin (17/3/2025).

Dana yang bersumber dari Desa untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) tersebut hilang cuma-cuma, yang diakibatkan, Ketua BUMDES tersebut diduga tertipu oleh link yang beredar di media sosial (Medsos).

Pj Kepala Desa Dungkait Syarifuddin, mengungkapkan bahwa Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) telah menyalahgunakan dana desa sebanyak Rp.30 juta.

“Ketua BUMDES Dungkait telah tertipu sebanyak Rp 30 juta dengan menggunakan dana Desa,” ucap Syarifuddin saat ditemui di kediamannya, pekan ini.

Sementara itu, Syarifuddin, juga menyoroti terkait apa yang telah dilalukan oleh Ketua Bumdes sejak januari 2025 lalu hingga sekarang.

“Saya tidak tau kejadian ini, baru saya ketahui beberapa hari yang lalu saat pak Rusman ke rumah untuk memberitahukan hal yang dialami pak Rusman, Saya kaget kenapa saya tidak di beritahu dari awal,” ujarnya.

Tak hanya itu, Syarifuddin, menambahkan kejadian itu juga juga diketahuinya bermula saat warga Desa Dungkait menanyakan soal beras tak kunjung tersalurkan akibat penyalahgunaan dana desa yang dilakukan oleh Ketua Bumdes sendiri.

“Sebenarnya ini juga awal mulanya saat warga mulai menanyakan soal beras yang tak kunjung tersalurkan. Ternyata karena Ketua Bumdes melakukan penyalahgunaan dana, kita berharap dana tersebut ditanggung jawapi,”ucapnya

Akhir-akhir ini akibat kejadain itu, banyak sorotan dari warga, sehingga Ketua BUMDES Bakri, mengundurkan diri sebagai Ketua BUMDES melalui lisan dan tulisan.

Sedangkan, Bakri mengaku bahwa dana desa tersebut hilang karena dirinya terjerat oleh sebuah link yang beredar di media sosial (Medsos).

“Saya merasa tertipu setelah menekan link yang beredar di media sosial berkali-kali. Tanpa sadar, saldo saya hilang,” ungkap Bakri, menyatakan kekecewaannya, Senin (17/3/2025).

Selain dana desa yang hilang, Bakri juga menyatakan bahwa dirinya kehilangan sejumlah uang pribadi yang mencapai Rp. 216 juta akibat link yang dia tekan tersebut. “Tidak hanya dana desa sebesar Rp. 30 juta, uang pribadi saya juga hilang,” tambahnya.

Bakri juga memperlihatkan beberapa bukti transaksi online di bulan Januari melalui mobile banking dengan seorang mitra pedagang, dengan kisaran nilai transaksi antara 19 hingga 41 juta.

Setelah dikonfirmasi terkait bukti pembayaran online, Bakri menyatakan bahwa ini adalah transaksi belanja melalui marketplace luar negeri. Namun, ia belum bisa memberikan keterangan mengenai jenis barang yang diperdagangkan.

“Saya juga bingung, Dinda, barang apa yang mau kupesan, karena saya ini senang main aplikasi begituan. Saya sama istri saya hobi berjualan dan sebenarnya ingin menjual,” terang Bakri.

Namun, belum dipastikan apakah transaksi online ini ada kaitannya dengan dana desa yang raib melalui link media sosial.(mf)

You might also like