Cucukkan Jalunya Tanpa Status! Kades di Kabupaten Kampar Belum di Proses Polisi

0
97

KAMPAR, INDEPENDENNEWS.COM — Berhembusnya kabar hubungan asmara antara MA Kepala Desa Teratak, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, dengan TR seorang gadis tuna wicara, warga Desa Pulau Payung, Kecamatan Rumbio Jaya, akhirnya dilaporkan pihak keluarga TR ke Polsek Kampar dan Dinas Perlindungan Anak Kabupaten Kampar.

Kepala Desa Teratak, MA, saat dikonfirmasi oleh awak media melalui telepon selulernya tak menyangkal kabar tersebut.

“Kalau menurut saya pemerkosaan itu tidak ada, ini salah. Kejadiannya itu sudah lama, bukan sekarang. Itu perbuatannya suka sama suka, kalau kasus pemerkosaan sudah masuk penjara saya bang,” tegasnya. Kamis malam, (07/11/19).

Terkait laporan pihak keluarga TR, MA mengatakan hal itu tidak akan bisa di proses Polisi karena hubungannya dengan TR terjadi karna suka sama suka.

“Itu tidak laporan, tapi aduan. Masalah tersebut tidak bisa diproses secara hukum. Kalau perbuatan suka sama suka, dia bukan anak dibawah umur. Tidak bisa pula masalah ini diproses, dan saya tidak lari dari tanggungjawab, jadi masalahnya apa?,” kata MA dengan nada tinggi kepada awak media.

Lanjut MA, mengapa pihak keluarga gadis bisu ini cepat-cepat mengadu ke Polisi, apa salahnya datang secara kekeluargaan dulu? sekarang masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan, dan kejadiannya sudah lama.

“Saya tidak ingat lagi, cuma karena sekarang suasananya politik mulai mencuat lagi, diungkit-ungkitlah sama orang. Mungkin mereka mengira saya mencalon Kades lagi, padahal saya tidak mencalon lagi. Saya siap menunggu pihak keluarga TR menghubungi saya, namun tiba-tiba keluarga langsung membuat aduan,” jelasnya.

Lebih lanjut MA mengatakan, laporan keluarga TR setelah dikonfirmasi di Polsek Kampar, ternyata masalah ini tidak memenuhi unsur pidana. Lalu dimediasi secara kekeluargaan, dan masalah ini sudah selesai.

“Inilah kronologis masalah nya, kejadiannya sudah lama, yang uniknya orang ini kenapa baru sekarang dilaporkan, dalam berita acara pidana tidak ada unsur pidananya. Bahkan kasus ini sudah di mediasi dan diselesaikan secara kekeluargaan dan sudah menuju titik terang, dan mau selesai. Pada saat keluarga TR melapor ke Polsek Kampar, saya tidak ada panggilan. Jika saya dipanggil tentunya saya dapat surat panggilan, tetapi saya disuruh datang aja melalui telepon sama anggota Polsek Kampar, untuk memberikan klarifikasi/keterangan,” jelasnya.

Ketika ditanya hubungan MA dengan TR Ia membenarkan hal tersebut.

Hubungan saya dulunya dengan gadis bisu ini memang pacaran, sudah itu putus hubungan kami. Namanya orang bercinta biasa saja kalau hubungannya itu putus, tidak cocok lagi. Status pada waktu itu kita sudah berumah tangga, sudah lama kejadiannya.

“Saya tidak menduga ada aduan kemarin, karena kejadiannya sudah begitu lama. Kalau kejadiaanya sekarang, ya saya salah bang, saya ini Kades. Sewaktu itu saya belum menjabat Kades. Motif orang itu mau mencemarkan saya, itu saja motifnya saya lihat”, katanya.

Di tempat terpisah, Kapolsek Kampar, AKP. Hendrizal Ghani, saat dikonfirmasi oleh awak media melalui telepon selulernya mengatakan, terkait permasalahan Kepala Desa Teratak ini dengan pihak Keluarga perempuan belum ada laporan.

“Memang ada saya dengar itu, tapi belum ada laporan lagi,” jelasnya.

Dia juga mengaku mengetahui bahwa TR sudah berusia 24 tahun, jadi anak itu sudah dewasa. “Ketegorinya belum taulah karena belum ada laporan,” kata Kapolsek Kampar.

Menurut ayah Kandung TR, berinisial KA kepada awak media di Danau Lancang Desa Teratak mengatakan, sebenarnya putri mereka tidak seperti orang normal biasanya. Jadi, awalnya dulu anak saya diajak jalan-jalan sama Kades Teratak itu.

“Selain itu MA juga mengiming-imingi sesuatu kepada putri kami, seperti MA berjanji untuk membuatkan rumah untuk putri kami, bahkan memperlihatkan uang yang banyaknya kepada anak kami dan Istrinya akan diceraikan,” terang KA, Jumat sore, (08/11/19) kepada awak media ini.

Lanjut KA, lebih parah lagi Putri kita ini dibawa jalan-jalan ke Bangkinang, satu rumah bersama Kades Teratak itu. Kapan orang itu menjalin hubungan, saya tidak tahu.

“Tapi saya dapat informasi awalnya bulan puasa tahun 2019 ini, kalau kejadiannya entah bulan berapa saya kurang tahu juga. Sementara itu putri kita ini tidak pernah cerita sama kita, takut sama ibunya. Kita tahunya masalah ini tanggal 5 Oktober 2019 lalu, karena putri kita diputuskan sama Kades Teratak ini, lalu putri kita menceritakan sama kawannya yang masih kakak beradik dengan putri lain ibu. Setelah itu, kawannya ini langsung mencerikan sama tantenya. Kami pun tahunya masalah ini pada jumat malam (01/11/19) minggu lalu, setelah itu kami sekeluarga langsung pergi ke Polsek Kampar untuk melaporkan masalah ini. Pada waktu itu tanggapan dari pihak polsek masalah ini tidak bisa dilanjutkan, karena anak kita ini sudah dewasa. Itu saja alasan anggota Polsek Kampar,” ungkap KA.

Lalu, kita melaporkan Kades Teratak ini karena diduga sudah pernah melakukan hubungan badan dengan putri kita, dan sudah kami visum, hasilnya positif.

“Pengakuan anak saya sudah tiga kali mereka melakukan hibungan badan. Saya selaku orang tua tidak bisa mengatakan, yang jelas saya sangat kecewa dan sedih, mungkin karena putri saya bodoh,” kata KA.

Terkait kasus yang melikit anaknya, KA pasrah dan akan menunggu keputusan pihak penegak hukum, seperti Polsek Kampar dan Dinas Perlindungan Anak sudah kita laporkan hari jumat ini.

Sementara etikat baik Kades Teratak yang ingin menikahi putri KA hanya mendegar cerita dari orang. Kalau pada dirinya tidak tidak pernah, bahkan Kades Teratak menantang KA.

“Kalau kedepannya tidak ada tindaklanjut laporan kami ini diatas, langkah kedepannya secara ninik mamak dan lain sebagainya akan saya lakukan. Ini menyangkut harga diri keluarga saya, dan diduga Kades Teratak ini tidak mempunyai etika. Ucapan Kades Teratak itu banyak bohongnya, dia bilang menjalin hubugan sama anak gadis saya ini sebelum dia Kades, itu bohong,” tutup KA. (Rizki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.