Isu Bandara Kualanamu Dijual Ke Perusahaan India, Ini Penjelasan Direktur Angkasa Pura II

0
126
Foto : Bandara Kualanamu

IndevendenNews.com, Sumut | Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memanggil Direktur PT Angkasa Pura Aviasi, setelah viral isu miring tentang penjualan Bandara Kualanamu kepada perusahaan india.

Menanggapi isu miring yang berkembang di tengah masyarakat, Edy kemudian memanggil Direktur PT Angkasa Pura II, Haris untuk mendengarkan kabar yang sebenarnya terjadi pada pengelolaan Bandara Kualanamu, pertemuan tersebut dilaksanakan pada Senin (29/11/2021) kemaren

“Saya minta semua untuk mendengarkan penjelasan dari beliau, saya pun tak tau, jadi langsung saja kepada kesumber yang utama,”ujar Edy.

Direktur PT Angkasa Pura Aviasi Haris, mengatakan bahwa ada kerja sama pengelolaan Bandara Kualanamu. Dan tiudak ada penjualan aset bandara Kualanamu kepada pihak manapun.

Hanya saja, kata Haris, bandara Kualanamu bakal menjadi hubungan internasional, karena itulah pihaknya menjalin kerja sama dengan lerusahaan India.

“Kita membutuhkan kerja sama dengan GMR Airport yang nantinya bisa membawa traffic ke bandara Kualanamu khususnya penerbangan internasional,”Ucap haris.

Anggota komisi Vl pertanyakan alasan 49% saham Kualanamu dijual ke GMR yang akan masuk kedalam kepemilikan saham PT Angkasa Pura Aviasi dengan kepemilikan 49 %.

“Saya bisa tegaskan dan menjamin bahwa tidak ada aset yang berpindah, semua aset masih milik PT Angkasa Pura ll,” kata Haris.

Haris juga mengatakan, PT Angkasa Pura ll tetap memperoleh pendapatan dari berbagai aktivitas di bandara Kualanamu.

“Sekarang bagaimana mentransfer bandara internasional dan domestiknya, kami harap kepada bapak-bapak semua untuk bisa meluruskan pemberitaan di media, bahwa tidak ada penjualan aset PT Angkasa Pura ll kepada pihak manapun,” jelasnya

Usai mendengarkan penjelasan dari pihak angkasa pura II, Edy meminta semua pihak agar bisa menyetop isu bandara Kualanamu yang dijual ke pihak Asing.

Kemudian Edy berkelakar, kalau orang sumut jago mengarang cerita.”Tutupnya dengan canda (Husin/ipung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here